Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Wafatnya Sahabat Terakhir Rasulullah Abu Qilabah Al Jarmi Yang Buta Mata dan Cacat Tangan dan Kakinya || Hidayah Ilahi Official


Assalamualaikum Sahabat Hidayah ilahi, Dahulu ada sebuah kisah Mengharuan dari Sahabat Terakhir Rasulullah SAW, Dia adalah orang yang sholeh dan sangat zuhud.  Tidak hanya itu saja ya temen-temen, Sahabat nabi ini juga doanya mustajab (Doanya mudah di ijabah Allah SWT). Tentu hal ini menjadi sebuah keistimewaan pada dirinya. Sahabat terakhir Nabi ini memiliki nama Abu Qilabah Al-Jarmi. Dia adalah satu-satunya sahabat rasulullah SAW yang masih hidup paling akhir diantara sahabat lainya yang sudah di panggil sang maha kuasa. Langsung yuk Seperti ini kisahnya :

1. KISAH INSPIRATIF "ABU QILABAH AL JARMI"

Pada suatu masa dahulu terdapat seorang musafir ( orang yang sedang melakukan perjalanan) yang sedang menempuh perjalanan dari satu kampung ke kampung lain, dan dari satu wilayah ke wilayah yang lain, musafir ini melakukan perjalanan yang dia lalui itu dengan menunggang kendaraan kuda miliknya, namun saat ditengah perjalanan sang musafir kehabisan bekal yang dibawanya, bekal yang dibawanya ternyata tak cukup untuk kebutuhan safarinya.

Akhirnya sang musafir memutuskan untuk beristirahat di sebuah padang pasir. Ditempat yang gersang nan panas itu iya menoleh kesana kemari dan berusaha mencari makanan dan minuman di sekitar area padang pasir itu, ya hanya sekedar ikhtiyar kalau kalau ada sedikit makanan untuk mengganjal perut dan menghilangkan dahaga.

Saat mencoba cek cek disetiap sudut tempat, tiba-tiba terlihat sebuah gubuk kecil ditengah padang pasar, rasa penasaranpun menyelimuti benak sang musafir, Kok bisa ya ditengah gurun panas ada pemukiman.  Lantas sang Musafir mencoba mendekati gubuk kecil itu, Ketika masuk kedalama, Masyaallah….Ternyata didalamnya terdapat  kakek  tua yang sedang berbaring di atas ranjang, kondisinya pun memprihatinkan, mata sang kakek buta, serta kaki dan tangannya cacat, Ya allah miris melihatnya. Si Musafir lalu memberikan salam kepada sang kakek” Assalamu’alaikum” , “Waalaikum salam” sahut sang kakek menjawabnya.

Sang Musafir lau mencoba melihat isi sekitar rumah, ternyata tidak didapati sepotong makanan dan setenggak air sedikitpun, Kok bisa ya di tengah gurun kakek tua ini hidup tanpa makanan, Tapi mulutnya selalu berdzikir tiada hentinya dalam menyanjungkan lafal allah swt.

Sang musafir mencoba bertanya” kakek anda itu siapa sih, kok bisa hidup dipadang pasir seperti ini…?. Si kakek lalu menjawab” Aku ialah Salah seorang Hamba Allah, Lalu kisanak ini siapa..?”Musafir menimpali” kek aku adalah seorang musafir yang kebetulan melintas tempat ini, tiba-tiba saya kehabisan bekal, lalu tak sengaja menemukan gubuk ini”.

Sang kakek Berkata lagi” Alhamdulillah, Dialaha Allah SWT Yang telah memberikan nikmat Yang sangat besar kepadaku”. Perkataan si kakek ini seketika membuat jiwa musafir kaget, Sang musafir bertanya lagi” kek, sebenarnya yang menyebabkan anda bersyukur itu apa sih kek? Padahal  kalau dilihat gubuk ini hawanya panas, kondisinya kumuh, juga tidak ada makanan serta minuan disini”.

Si kakek lantas menjawab dengan lantang” Wahai kisanak, diam kau, kau tidak mengetahui seberapa banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada ku, Aku bisa bicara sepatah kata saja sudah mampu menghijabi kekuranganku, ini adalah nimat yang sangat agung!!” disitulah sang musafir terkagum-kagum atas arguman luar biasa sang kakek. “Oooo Begitu ya kek, Baik kek lalu apakah ada yang bisa saya bantu untuk kakek?”.

Baca Juga: Kisah Wafatnya Ali Bin Abi Thalib RA 

Sikakek lantas menjawab” Ya ada, Aku punya anak laki-laki, dialah yang selama ini merawat, menjaga dan memberi konsumsi kepadaku, Dia pergi selama 3 hari dan belum kembali pulang, saya minta tulung kamu carikan dia disekitar gubuk ini kalau kalau dia ada disekitar sini, perlu di catat bahwa yang tinggal di gurun sini hanyalah aku dan anakku. Jadi jika kau menemukan seseorang maka dialah putraku”.

Lalu sang musafir memulai misi pencarianya, ketika dia kroscek di sekitar gubuk itu, ternyata didapatinya seorang mayat laki-laki yang tengak di santap dagingnya oleh binatang buas, Sang musafirpun terkejut dan berkata”Ini pasti putranya si kakek, tetapi sayang nyamanya sudah melayang” selanjutnya dia kembali ke gubuk dan menjelaskan kepada si kakek yang malang itu.

Setelah sampai, Sang musafir berkata kepada si kakek” Wahai kek, apakah engkau tau bagaimana kisah Nabi Ayyub As..? Si kakek menimpali” Ya Saya tahu”. “Tolong ceritakan sedikit kisahnya kek” sahut musafir. “Nabi ayyuub adalah orang yang sangat sabar, dia diuji musibah oleh Allah SWT selama 20 tahun lamanya dengan sebuah penyakit kusta, 12 anaknya wafat semuanya, hartanya lenyap, dan beliau ditinggalkan juga oleh kaum kaumnya”.

Musafir berkata” Yang engkau ucapkan benar sekali kek, dan saya harapkan kakek bisa meniru kisah nabi ayyub tersebut,  Karena Putra kakek sudah mati diterkam binatang buas” namun apa yang di ucapkan sang kakek diluar dugaan “ Alhamdulillah, segala puji bagi allah Yang telah menjemput anak saya ke dalam surge, dia adalah seorang anak yang berbakti kepada orang tua, menurut agama saya yakin kalau anak yang sholeh yang selalu menjaga ibadah dan sholatnya pasti kelak dia masuk surga”.

Setelah berkata seperti itu, tiba-tiba sang kakek mengucapkan kalimat syahadat dan langsung wafat “innalillahi wainnailaihi roji’un”.  Sang musafir tak karuan bingungnya, iya coba keluar gubuk untuk mencari sebuah pertolongan.

Tiba tiba dari kejauhan terlihat 4 orang perajurit yang sedang menaiki kuda, lantas sang musafir berusaha memanggil mereka untuk berhenti. Setelah berhenti lantas sang musafir menjelaskan peristiwa yang tadi dia alami kepada prajurit tersebut, Setelah mendengar penjelasan si musafir tersebut, sontak para prajurit itu terkaget dan ternyata mereka mengenali pria tua yang dijelaskan sang musafir.

Tak berlama-lama, mereka lantas masuk kedalam gubuk, mereka langsung mencium jenazah kakek tua dengan bercucuran air matanya, Si musafirpun semakin terheran-heran dengan tingkah laku mereka. Maka mereka menjelaskan bahwa jenazah tersebut adalah Sahabat terakhir rasulullah SAW yang masih hidup, dia bernama Abu Qilabah Al Jarmi, Selama ini mereka mencari cari sahabat nabi ini, Sang Raja memintnya untuk menjadi seorang hakim, tetapi dia menolaknya dan kabur ntah kemana. Dia adalah termasuk orang sholeh dan sangat mustajab doanya.

Subhanallah, begitulah sikap dari Sahabat Mulia Rasulullah Abu Qilabah Al-jarmi yang patut kita jadikan teladan. Dengan segala kekurangannya beliau tetap berdzikir, beribadah kepada allah swt dan menjauhi segala kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Setelah membaca kisah ini masihkah kita mengeluh atas nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita..?. Wallahu a’lamu bishowabi. 

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Wafatnya Sahabat Terakhir Rasulullah Abu Qilabah Al Jarmi Yang Buta Mata dan Cacat Tangan dan Kakinya || Hidayah Ilahi Official"