Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Tragedi Pembunuhan Khalifah Ustman Bin Affan Ketika Sedang Membaca Alqur'an dan Berpuasa || Cerita Islami Sahabat Nabi dan Biografi Lengkap

Pembunuhan Sayyidina Ustman telah menjadi sejarah kelam menyedihkan dalam peradapan islam. Peristiwa ini menjadi sejarah yang menuwai gejolak politik berdarah di zamannya. Sosok Sayyidina Ustman Bin Affan sendiri dikenal sebagai sahabat Rasulullah Yang Luar biasa. Semangat perjuangan beliau dalam meluhurkan agama islam tidak diragukan lagi. Pasalnya kedekatan sahabat ustaman dengan rasulullah ini telah membentuk karakter sahabat ustman sebagai sosok gagah pemberani yang selalu siap berlaga menyebarkan agama islam yang haq. Namun diakhir hidup dan perjuangannya, sahabat yang mulia ini wafat dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Berikut kami rangkum biografi kehidupan dan sejarah pembunuhan sahabat mulia ustman bin affan. 

1. BIOGRAFI  SAYYIDINA USTMAN 

Sayyidina ustman dilahirkan dari nasab keluarga yang kaya. Sosok dan sifatnya baik hati dan lembut. Beliau dilahirkan pada tanggal 579 M /sebelum Hijriyah.  Ayah beliau bernama Affan bin Abi Al-Ash, sedangkan ibunya bernama Arwa binti kuraiz. Sepeninggalan wafat ayahnya sayyidina ustman mendapatkan warisan yang besar, mengingat ayahnya adalah orang yang tajir kaya raya. Beliau menjadi penerus bisnis dan usaha sang ayah, hal ini yang menjunjung dirinya menjadi salah seorang yang kaya dan terpandang dikalangan bangsa quraish. 

Disamping itu beliau dikenal juga sebagai orang yang sangat dermawan. Sayyidina ustman termasuk kategori Assabiqunal ‘Awwalun karena termasuk golongan orang-orang yang masuk islam lebih dulu. Menurut sejarah Sayyidina ustman masuk islam setelah diajak oleh sayyidina abu bakar. Setelah masuk islam banyak sekali pengorbanan beliau terhadap kemajuan islam. 

Beliau tidak tanggung-tanggung dalam menyedekahkan hartanya untuk membiyayai jihad dan syiar agama islam. Sayyidina ustman juga memperoleh gelar yang istimewa dengan julukan “Dzzun Nuraini” yang bermakna orang yang memiliki dua macam cahaya. Gelar ini diberikan lantaran sayyidina ustamn mempersunting puteri Rasulullah yang bernama Ummu Kultsum dan Ruqoyyah.  

2. JASA DAN PERJUANGAN SAYYIDINA USTMAN 

Perjuangan Sayyidina Ustman Bin ‘Affan tertulis jelas dan lembar sejarah islam. Beliau banyak berlaga dalam berbagai peperangan salah satunya adalah perang Tabuk, Dzatirriqa, Ghatfahan dan lain sebagainya. Contoh kita lihat sejengkal saja dari banyak jasa beliau seperti dalam perang tabuk. 

Dalam peperangan tabuk, sayyidina ustman tidak segan-segan menyedekahkan hampir seribu Unta dan Hampir seratus kuda. Ditambah lagi beliau juga mentasorufkan uang seribu dirham untuk biaya peperangan itu. Ketika kondisi umat kesulitan dan banyak tempat mengalami kekeringan, beliau menjadi garda terdepan dalam membantu rakyat jelata dengan memberikan ton-tonan gandum yang dibawa menggunakan unta sebanyak seribu ekor. Membeli sumur untuk di gunakan khalayak umum dan masyarakat yang membutuhkan. Subhanallah....

Baca Juga:  Menguak Kisah Pembunuh Sayyidina Umar Bin Khattab RA 

3. DIANGKAT MENJADI KHALIFAH DAN KISAH PEMBUNUHAN 

Setelah sepeninggalan wafat kedua sahabatnya yang telah mendahului, sayyidina ustman lalu dingakat menjadi khalifah ketiga. Pengangkatan beliau menjadi pemimpin islam setelah mendapat banyak dukungan suara dari banyak kalangan muslim. Beliau menjadi khalifah dimasa yang sudah lumayan tua yaitu pada umur tujuh puluh tahun. Keputusan ini menjadikan beliau satu satunya khalifah yang tertua diantara yang lainya. 

Khalifah Ustman menjadi pemimpin umat disaat struktur mapan dan baik. Namun diakhir masa kepemimpinanya banyak sekali para penentang atas kebijakan yang diberlakukan sayyidina ustman. Dari sinilah melahirkan banyak sekali pemberontakan dimana mana, mereka berusaha menggulingkan kekuasaan dan pemerintahan khalifah ustman. Para pemberontak tak segan segan melakukan berbagai macam perlawanan dan tekanan.

Tepat pada hari jumat yang bertepatan dengan tanggal 12 dzulhijjah tahun 35 H, Akhirnya terjadi peristiwa yang sangat pahit.  Pengepungan terjadi di kediaman Rumah Khalifah ustman. Saat itu sayangnnya sebagian sahabat sahabat lainya sedang berangkat ke makkah untuk menunaikan ibadah haji. Didalam rumah, khalifah ustman sedang melakukan aktifitas ibadah mebaca alquran dan dalam kondisi berpuasa.

Setelah tahu bahwa dirinya dikepung banyak orang, maka sayyidina usman memberikan perintah. Beliau menyuruh pintu rumahnya untuk dibuka dengan menaruh secerca harapan para pengepung tidak anarkis terhadap beliau yang sedang beribadah membaca alqur’an. Tetapi nafsu setan sudah merasuk dalam jiwa para pengepung dan pemberontak, salah seorang diantara mereka masuk untuk membunuh khalifah ustman. Dia mendekati khalifah ustman dengan menarik jenggotnya. Sang khalifah dengan santainya berkata” Kamu jangan sentuh jenggotku ini, sebab dahulu bapakmu begitu menghormati ini jenggot”. Akhirnya orang itu lalu pergi keluar meninggalkan khalifah. 

Kemudian datanglah orang beringas dari golongan bani sadus. Dia masuk lalu mencekik leher sang khalifah yang sudah tua itu. Kejadian ini membuat sang khalifah sulit bernafas, tak selang lama tiba-tiba orang itu menebas sayyidina ustman dengan pedangnya yang tajam. Seketika sang khalifah melindungi diri dengan tangan. Tebasan pedang itulah menyebabkan tangan mulia sang sahabat rasul ini putus dan berceceran darah. Orang beringas itu tidak menghiraukan kemuliaan sang khalifah. 

Ketika itu istri Khalifah Ustman mencoba melindungi sang suami dari tebasan pedang bughot itu yang akhirnya membuat jari jemarinya tertebas. Sang pemberontok tidak segan segan menghabisi sang khalifah ustman. Sang khalifah ditusuk dadanya sebanyak enam kali tusukan. Peristiwa inilah yang mengakibatkan wafatnya sang sahabat rasul yang mulia yang sangat di cintai Rasulullah SAW.
Akhir kisah Khalifah ustman bin affan wafat pada usia delapan puluh tiga tahun, tepatnya pada hari jumat tanggal 17 juni tahun 656 M atau bertepatan dengan tanggal 17 Dzulqo’dah 35 Hijriyah. Pergilah sang khalifah yang mulia menghadap ridho Allah dan Pengampunanya. Tragedi pembunuhan ini tidak sedikit menyisihkan sakit hati dikalangan umat islam yang sangat mencintai sang khalifah. 

Pembunuhan sang sahabat rasul ini banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak. Karena jelas, Khalifah ustman adalah sahabat Rasulullah sang sangat dekat dengan sang Rasul dan sangat dicintainya. Tetapi Allah benar-benar adil, para pemberontak dan pembunuh Sayyidina ustman bin affan akhirnya mati dalam kondisi yang buruk. Mereka ada yang terbunuh, ditikam dan lain sebagainya. Inilah akibat mereka memusi para kekasih Allah SWT yang sangat mulia. Semoga kisah ini bermanfaat dan dapat semoga kisah sahabat Ustman bin affan ini bisa menjadi teladan kita dalam kehidupan sehari-hari amin.

Wassalamualaikum wr. Wb.


Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Tragedi Pembunuhan Khalifah Ustman Bin Affan Ketika Sedang Membaca Alqur'an dan Berpuasa || Cerita Islami Sahabat Nabi dan Biografi Lengkap"