Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah AZAB SYEKH ANAK Yang Durhaka Kepada Ibu, Mata dicongkel serta Kaki Tangnya Di Potong || Hidayah Ilahi official

Apalah akibatnya jika seorang anak tidak patuh dan durhaka kepada orang tuanya? Tentu perkara ini sangat di murkai Allah SWT. Jika kita ingin diberikan Panjang umur dan rizkinya melimpah, hendaklah homrati dan mulyakan orang tua kita. Namun sebaliknya kalau kita tak menghormati kita maka celakalah kita dan siap-siap menerima murka Allah SWT. Berikut Ada sebuah kisah seorang syekh terkemuka. Suatu waktu dia pingin banget thawaf ke Makkah. Namun sang ibu tak merestui dan tidak mengizinkanya. Alhasil sang syekh nekat berangkat saja ke Makkah. 

Ketika Syekh beranjak berangkat pergi, sang ibu tetap tidak meridhainya untuk  pergi ke Makkah.  Sang ibu bahkan sempat mengejar sang anak yang beranjak pergi ke Makkah. Namun oleh syekh tidak dihiraukan. Karena sangat kecewa dengan anaknya yang tidak patuh, maka dengan penuh kerendahan hati sang ibu lalu berbisik dan Berdoa “ Ya Allah, Sungguh putraku itu sudah membakarku dengan api perpisahan. Maka Berilah dia suatu balasan”. 

Perjalanan Panjang mulai dilalui syekh untuk bisa sampai ke kota Makkah. Beberapa wilayah baik desa maupun kota beliau lewati. Hingga Pada suatu malam, syekh memutuskan untuk bersinggah disebuah kota untuk beribadah.  Beliau kemudian melangkah menuju ke sebuah masjid yang ada di kota itu guna  untuk melaksanakan sholat. 

Bersamaan di malam itu, ada tindakkan pencurian di salah satu rumah warga yang berdekatan dengan masjid itu. Diketahui ada seorang maling yang masuk kedalam salah satu  rumah warga. Aksi maling itu akhirnya kepergok oleh pemilik rumah. Si maling kemudian laari dan berhasil melarikan diri menuju kesamping masjid. Orang-orang berusaha mengejarnya menuju jejak arah si maling lari..

namun saat simaling sampai dipintu masjid dia langsung lenyap dan menghilang. Orang-orang  itu kemudian berkata “ Malingnya pasti didalam masjid”.  Maka masuklah mereka untuk mencari malingnya. Ternyata tidak disangka  didalam masjid itu ada orang tua yang tengah berdiri melaksanakan sholat. Orang-orang/ warga yakin kalau orang yang lagi sholat itu adalah malingnya, maka mereka lalu menangkapnya. 

Orang Tua yang sedang sholat tadi sesungguhnya adalah syekh, Dia ditangkap dan dibawa kepada penguasa kota itu untuk diadili dan dihukum.  Penguasa memerintahkan  untuk memotong semua tangan dan kakinya serta mencongkel kedua bola mata syekh itu.  Maka Orang-orang lalu memotong kedua tangan dan kaki serta mencongkel mata syekh itu. Hal ini ditujukan sebagai hukuman dan sanksi tindak kejahatan Kriminal Pencurian.

Baca Juga: Kisah Tragis Anak Yang Berani Durhaka Kepada Orang Tua

Setelah pemotongan dan pencongkelan mata dilakukan, Maka diaraklah ramai-ramai tubuh orang tua/ syekh itu keliling pasar. Warga penduduk berkata” Inini hukum untuk ganjaran si tukang Maling. inilah ganjaran hukuman untuk para maling”. Ketika diarak, orang tua yang sebenarnya syekh itu lalu berkata ” Jangan bilang seperti itu, katakana saja, ini  adalah balasan untuk orang yang hendak thowah ke Makkah namun tanpa seizin ibunya” 

Orang-orang lalu bingung dan bertanya tanya, kok orang tua itu berkata seperti itu. Setelah ditelusuri, ternyata diketahui bahwa orang tua yang di arak itu adalah seorang syekh besar yang mulia. Ketika orang-orang  mengetahui bahwa dia adalah syekh, maka menangislah mereka dan merasa cemas karena telah salah tangkap maling. Orang-orang itu lalu mengembalikan tubuh syekh itu kepada ibunya dirumahnya.

Orang-orang itu meletakkan syekh di pintu rumahnya. Dirumah itu jugalah sang ibu berdoa “ Ya Allah, Jika engkau memberikan sebuah cobaan kepada anakku, maka kembalikanlah dia kepadaku agar aku dapat melihatnya”. Tiba-tiba syek yang berada dipintu berkata “Tolong, Aku adalah pengembara yang sedang kelaparan. Berilah aku makanan”. Sang ibu berkata” Kemarilah ke pintu”.” Aku tak punya kaki untuk berjalan “ seru syekh. “Yasudah, ulurkanlah tanganmu” Seru sang ibu. Syekh lalu berkata “Aku tidak punya tangan”.

Ibunda lalu berkata “ Jika diriku memberikan sebuah makanan untukmu. maka nantinya akan melanggar suatu kehormatan antara kau dan saya.”. Si  ibu rupanya belum mengetahui kalau sebenarnya orang tanpa tangan kaki dan mata itu adalah sebenarnya anaknya sendiri. Syekha lalu berkata” Tak Usah Khawatir, saya ini tidak memiliki mata”.  Sang ibu itu lalu memberikan sepotong makanan yang berupa roti serta gelas yang berisi air dingin.

Beberapa saat syekh memiliki perasaan berbeda. Dia lalu bisa mengenali bahwa sosok yang sedang memberinya makanan adalah ternyata ibu kandungnya sendiri. Maka sontak syekh langsung meletakkan wajahnya pada kaki sang ibunda dengan berkata “Akulah Anakmu yang durhaka ibu, akulah anakmu yang durhaka”. Hiruk tangis dan pilu menyelimuti penyesalan syekh karena tidak patuh kepada perintah dan nasehat sang ibunda. Hal inilah yang menyebabkan Allah Murka dan memberikan pelajaran berupa musibah kepada syekh itu. 

Dan Ketika sang ibu mengetahui kalau anak didepanya adalah ternyata putranya sendiri, Maka menangislah sang ibu sejadi-jadinya. Sang ibu lalu berkata dan berdoa “ Ya Allah Ya Tuhanku, Apa bila seperti ini jadinya, Maka cabutlah nyawaku dan ruh anakku ini, agar banyak orang-orang mengetahui bahwa betapa hitamnya muka bumi ini”. Ketika munajat sang ibu itu belum sampai selesai terucap. Maka Dicabutlah Nyawa mereka berdua. Masya Allah. 

Dari kisah ini, kita bisa menyimpulkan. Betapa dasnyatknya doa sang ibu. Maka hendaklah kita bisa belajar taat dan berbakti kepada kedua orang tua selagi masiha da kesempatan. Karena Ridho Allah Ada Pada Ridhonya dan Murka Allah Ada pada murkanya.

Begitulah kisah malang syekh yang nekat durhaka kepada sang ibu. Hendaknya kita bisa mengambil manfaat dari kisah tragi situ dengan selalu belajar dan belajar mewujudkan bhakti kita kepada bapak ibu/ orang tua kita semua. Selagi masih ada kesempatan, maka teruslah kita birrul walidain. Adapun apabila mereka sudah wafat, maka cukup doakan dan selalu sambung silaturrahmi kekerabatan dari ayah dan ibu. Terima kasih. 

Wassalamu’alaikum wr.wb.  

Penulis: Muchtadil Anwar, A.Md.
Sumber Kitab:Durratun Nashihin Fil Wa’dzhi wal irsyadi.
Litta’lifi Syekh Utsman ibn Hasan. ibn ahmad AsySyakir. Al Khaubawy.

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah AZAB SYEKH ANAK Yang Durhaka Kepada Ibu, Mata dicongkel serta Kaki Tangnya Di Potong || Hidayah Ilahi official"