Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Abu Nawas lucu dan kocak Rela Menjual Rajanya Sendiri - Part 1

 

Abu Nawas adalah seorang pujangga yang hidup di masa pemerintahan khalifah Raja Harun Al-Rasyid. Abu Nawas nama aslinya Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami kebangsaan kekhalifahan Abbasiyah Bagdad. Abu Nawas juga dikenal sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Ia digambarkan sosok yang kocak, cerdik dan penuh jenaka. Kisah Abu Nawas banyak sekali memberikan makna kehidupan. Selain itu juga, kisah jenakanya bahkan mampu membuat siapapun yang mendengarkan ceritanya pasti terhibur. Pada suatu hari Abu Nawas sangat sedih dan bingung, bahkan dirinya hampir saja putus asa. Karena sudah tiga hari ini dapur tidak mengepul asap dan tidak ada lagi barang yang bisa ia dijual. 

Bahkan satu-satunya jalan yang bisa dia lakukan adalah menjual manusia untuk dijadikan seorang budak. Sebenarnya bisa saja Abu Nawas menjual temannya sendiri, namun ia tidak tega dengan teman-temannya. Karena temannya bukan lah orang yang kaya melainkan orang yang miskin sama seperti dirinya. Bahkan Abu Nawas terus saja berfikir, ia tetap saja ingin menjual manusia untuk dijadikan oleh si pembelinya. Bukan menjual temanya malaikan rajanya, Harun Al Rasyid. Menurut Abu Nawas, haya Raja Harun lah yang pantas untuk dijual. 

Karena baginda Raja selama ini selalu mempermainkan dan menyengsarakan pikiran Abu Nawas. Maka sudah sepantasnya dia untuk menyusahkan baginda Raja. Lalu Abu Nawas mencari cara  bagaimana caranya ia bisa menjual Rajanya. Abu Nawas pun mendapat ide dan berusaha menemui sang Raja sambil membawa selembar kertas yang dibungkus dengan rapih seperti halnya barang antik dan ajaib. "Apa itu yang engkau bawa Abu Nawas ?" Tanya sang Raja langsung tertarik. "Ini barang antik dan juga ajaib yang paduka belum pernah melihatnya, barang antik ini juga bisa membuat paduka kaya," kata Abu Nawas. 

Baca Jauga : kisah Tamim ad-dari manusia yang pernah bertemu Dajjal

"Saya ingin sekali barang yang engakau punya itu," kata sang Raja. "Paduka bisa untuk mendapatkan barang antik dan ajaib ini, saya tidak keberatan mengantarkan paduka untuk mengambilnya disana," kata Abu Nawas. "Kalau begitu cepatlah ajak aku kesana untuk mendapatkan benda itu," kata sang Raja tanpa rasa curiga sama sekali. "Tapi ada syaratnya paduka harus menyamar terlebih dahulu seperti halnya seorang budak, agar paduka lebih mudah mendapatkan barang ajaib itu," kata Abu Nawas. Karena baginda Raja memiliki keinginan dan rasa penasaran yang besar, baginda Raja akhirnya mau untuk menyamar menjadi rakyat biasa. 

Dengan melihat dari penyamaran Raja Harun akhirnya berasil, Abu Nawas dan baginda Raja berangkat berdua menuju kesebuah hutan tak jauh dari kerajaan. Setibanya di sana, Abu Nawas lalu menyuruh baginda Raja untuk duduk di bawah pohon besar. "Paduka Raja duduk disini dulu saya mau melihat keadaan disana aman atau tidak," kata Abu Nawas. Akhirnya sang Raja pun mau menunggu Abu Nawas yang sedang pergi sebentar. Abu Nawas pergi menemui seorang badui yang pekerjaannya membeli dan menjual budak. Abu Nawas mengajak pembeli budak tersebut untuk melihat budak yang akan Abu Nawas jual dari jarak jauh. 

Abu Nawas tak mau menjumpai sang Raja dan merasa tidak tega. Sementara itu, Abu Nawas beralasan calon budak yang ia jual adalah teman dekatnya sendiri. Setelah pembeli budak itu memperhatikan dari kejauhan ia suda merasa sangat cocok. Abu Nawas pun mengambil kertas yang ia bawa untuk membuat surat kuasa yang menyatakan bahawa calon pembeli sekarang mempunyai hak penuh atas diri orang yang sedang duduk di bawah pohon besar itu. Setelah Abu Nawas menerima beberapa uang dan emas dari calon pembeli budak, Abu Nawas lalu pergi kabur entah kemana. 

Baca Jauga : Kisah Ulama rajin sholat tahajud masuk neraka

Baginda Raja pun masih menunggu Abu Nawas di bawah pohon besar tersebut, sampai tibalah pembeli budak datang menghampirinya. Baginda Raja merasa heran, mengapa Abu Nawas tak muncul-mucul dari tadi dan mengapa malah yang muncul orang lain. " Siapa engkau?" kata baginda raja kepada pembeli budak.  "Aku sekarang adalah majikanmu, " kata orang pembeli budak itu dengan tegas. Tentu saja pembeli budak itu tidak mengenali bahwa itu Raja Harun dalam pakaian seperti halnya seorang budak. "Apa maksud dari perkataanmu tadi ?" tanya baginda Raja. 

"Abu Nawas telah menjual engkau kepadaku dan ini surat kuasa yang baru saja dibuatnya," kata orang pembeli budak. "Abu Nawas menjual diriku kepdamu," kata sang Raja sambil terkejut dan murka.  "Ya itu benar," kata orang itu.  "Kamu apa tidak tahu saya" kata sang Raja. "Tidak, dan itu tidak perlu," kata orang pembeli budak. Lalu ia menyeret budak yang baru ia beli kebelakang rumah. Raja Harun Al Rasyid lalu di beri pekerjaan untuk membelah kayu. Baginda Raja pun merasa heran dengan semua yang di perintahkan. Ia melihat tumpukan kayu yang begitu banyak di belakang rumah orang badui itu. "Ayo kerja yang benar," kata orang pembeli budak. 

Sang Raja membelah kayu sambil gemeteran karena tak bisa membelah kayu. Akhirnya orang itu tak senang melihat pekerjaan budak yang baru ia beli dari Abu Nawas, lalu budak itu disuruh berhenti bekerja. Lalu sang Raja sangat kelelahan dengan pekerjaan tersebut. "Sebenarnya saya ini adalah Rajamu, Harun Al Rasyid," kata sang Raja sambil menunjukkan bukti kerajaannya. Pembeli budak itu kaget dan ia pun langsung menjatuhkan diri sembari menyembah Raja Harun. Sang Raja mengampuni pembeli budak itu karena dirinya memang tak tahu dan tak bersalah. Tetapi terhadap Abu Nawas, Raja sangat lah murka dan gemas. Ingin sekali rasanya beliau meremas-remas tubuh Abu Nawas.

Itulah kisah Abu Nawas yang konyol, lucu dan cerdik, rela menjual Rajanya sendiri ke tukang pembeli budak. Bahkan tak hanya Raja yang jadi sasaran Abu Nawas, tapi siapa saja orangnya pasti tak luput kena imabasnya Abu Nawas. wallahu a'lam bishawab

Baca Jauga : Kisah azab syekh anak yang durhaka kepada ibu

Posting Komentar untuk "Kisah Abu Nawas lucu dan kocak Rela Menjual Rajanya Sendiri - Part 1"