Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Ulama Dan Wanita Cantik Yang Rela mencukil Matanya Sendiri

Di kalangan tasawuf mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Hasan Al-Basri. Seorang ulama yang zuhud dan sufi dari kalangan Tabi'in. Ada sebuah kisah menarik yang mana ketika Hasan Al-Basri masih remaja, sebelum menjadi alim dan menjadi wali yang zuhud, ia adalah seorang yang tampan dan senantiasa memakai pakaian yang mahal-mahal. Ia juga senang sekali ngeluyur seperti halnya anak-anak muda sekarang yang tidak memiliki tujuan hidup yang teguh. 

Suatu hari ketika ia sedang berjalan-jalan di tengah kota Basrah, dia bertemu dengan seorang wanita yang cantik dengan sepasang mata yang sangat  menarik. Seketika itu, dirinya timbul rasa ghairah yang sangat luar biasa sehingga tanpa sadar kakinya terus mengikuti wanita cantik itu. Wanita itu sadar ada orang mengikutinya. Lalu ia menoleh kepada Hasan Al-Basri, "Tuan mengapa selalu terus mengikuti saya, apakah tuan tidak malu?"  Hasan Al-Basri sambil mengamati di sekitaran situ.

Baca juga : Kisah 5 Karomah Sakti Syekh Khona Kholil Bangkalan

"Hendak malu kepada siapa? Kata Hasan Al-Basri. "Apa tuan tidak tahu, sebenarnya Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Melihat." Kata wanita itu. Hasan Al-Basri tertegun mendengar perkataan wanita itu, namun karena tak mampu melawan nafsunya, dia tetap mengikuti wanita itu. "Mengapa tuan masih saja mengikuti saya?"  "Saya tertarik dengan kedua matamu yang begitu cantik" kata Hasan Al-Basri. "Baik, tuan tunggulah di sini saja.

Biarlah saya pulang terlebih dahulu dan akan saya hantarkan apa yang tuan mau," kata wanita itu. Hasan Al-Basri pun menunggu dengan rasa berdebar-debar. Tak lama kemudian, dari dalam rumah keluarlah seorang pembantu wanita tadi dengan memberikan sesuatu bungkusan yang berbalut sapu tangan. "Maaf tuan, tujuan saya kesini disuruh oleh atasan saya untuk mengantar ini kepada tuan."  Dengan rasa senang dan bahagianya, Hasan Al-Basri kemudian membuka bungkusan tersebut. 

Alangkah terkejutnya apabila dia dapati dua biji mata yang belumuran darah. "Wanita yang tuan ikuti tadi adalah majikan saya. Beliau berpesan, bahwa dia tidak mau memiliki mata yang membawa fitnah atas orang lelaki. Dia mengirim mata ini agar tuan boleh menikmati dan bebas dari godaan itu. Ambillah ini tuan." kata pembantu.  Menggigil tubuh Hasan Al-Basri dengan peristiwa yang menyayat hati ini. 

Baca juga : Kisah Nyata Karomah Mbah Priuk

Ia pun lalu pulang dan semalaman dia menangis bertaubat kepada Allah. Keesokan harinya, Hasan Al-Basri pun pergi kerumah wanita itu untuk meminta maaf. Namun, kata tetangga sekitaran situ, wanita itu telah meningal dunia karena terlalu banyak bersedih akan dosanya. Bergetar hebat hati Hasan Al-Basri mendengarnya, rasanya bagaikan hendak tumbang. Selama tiga hari menangislah dia dirumahnya. 

Pada saat malam ketiga, Hasan Al-Basri telah bermimpi melihat wanita itu sedang duduk di taman surga. "Saya sudah lama memaafkan semua prilaku tuan itu, dan dari prilaku tuan itu saya bisa mulia di Pangkuan Allah SWT." kata wanita tersebut.  "Jika dirimu benar sudah memaafkan prilaku saya, maka tolong lah kasih saya sedikit nasehat supaya saya bisa menjadi orang yang baik dan saleh." Kata Hasan Al-Basri.

"Bertaubatlah waktu tuan sendirian atau ketika banyak orang. Selalu ingat lah kepada Allah dan berzikir serta beristigfarlah dengan sungguh-sungguh setiap pagi dan malam." Hasan Al-Basri kemudian mengamalkan nasehat-nasehat dari wanita tersebut. Beliau akhirnya dikenal sebagai wali yang zuhud, taat dan termashur karena memiliki budi pakerti yang mulia. Baca juga : Kisah Syekh Bissri Ketika Sandalnya Hilang

Begitulah kisah ulama yang bertaubat karena lantaran wanita cantik yang mencukil matanya sendiri. Itulah bukti kehebatan wanita yang beriman. Beliau begitu takut untuk menampakkan kecantikan dirinya kepada lelaki yang bukan muhrim yang mampu mengundang seribu fitnah. Lebih lebihnya lagi di zaman yang penuh kerusakan ini. Allah SWT telah mengingatkan untuk tundukan lah pandanganmu terhadap yang bukan muhrim karena rering berlaku ( panahan syaitan ) di mata. Semoga dengan kisah yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin... Wallahu a'lam bishawab, wassalamu'alaikum wr,wb.

Posting Komentar untuk " Kisah Ulama Dan Wanita Cantik Yang Rela mencukil Matanya Sendiri"