Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Sholat Witir Yang Terbaik & Paling Utama

cara sholat witir

Pada prinsipnya umat islam bisa mengerjakan sholat witir itu di waktu kapan saja dari waktu malam. Boleh di waktu awalnya, di tengahnya, atau di akhirnya. Yang penting kita sudah sholat Isya dan belum masuk waktu Subuh. Begitu pula, kita bisa kerjakan sholat witir itu dengan beragam cara. Seperti yang dahulu pernah dipraktekkan Nabi SAW. 

Namun, ada kaifiyah atau cara mengerjakan sholat witir yang terbaik dan paling utama. Sebagaimana yang ditunjukkan sunnah Nabi SAW. Bagaimana caranya ? berikut kami sampaikan penjelasannya.

Waktu Terbaik Sholat Witir

Kapan waktu terbaik sholat witir ? Waktu terbaik mengerjakan sholat witir adalah di akhir malam atau di sepertiga malam yang terakhir sampai waktu sahar. Yakni kira-kira waktu pukul 01:00 malam sampai dengan waktu menjelang Subuh. Demikian keterangan sabda Nabi SAW : "Siapa yang yakin terbangun di akhirnya, maka hendaklah ia sholat witir di akhir malam, karena sholat malam disaksikan ( para Malaikat ) dan itu lebih utama." ( HR. Muslim ). 

Baca juga : Tata cara sholat qabliyah subuh atau sholat sunnah fajar

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan, "Perbedaan waktu witir itu kemungkinannya karena perbedaan keadaan. Bila beliau witir di awalnya kemungkinanya karena beliau sakit, bila di tengahnya barang kali beliau tengah bepergian, dan adapun witir beliau di akhirnya maka seakan itu terjadi kebanyakan prilaku beliau." 

Raka'at Terbaik Sholat Witir

Sholat witir boleh dikerjakan dengan jumlah raka'at berapa saja, yang penting ganjil. Yakni antara 1 raka'at sampai dengan 11 atau 13 raka'at. Namun yang paling sempurna atau yang paling utama adalah mengerjakan sholat witir ini 11 raka'at, lalu 9 raka'at, 7 raka'at, 5 raka'at, kemudian 3 raka'at. 3 raka'at ini adalah kesempurnaan yang terendah. 

Catatan : Penting diingat, bahwa dalam mengamalkan amalan apapun, di samping hitungan jumlah, yang tak kalah penting adalah istiqamah. Sebab, amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang istiqamah, meski ia sedikit. Jadi, kerjakan semampunya.Tidak harus banyak , tapi yang penting istiqamah. Sebagaimana Nabi SAW yang dahulu selalu istiqamah mengerjakan sholat witir, baik ketika di rumah atau pada saat bepergian. 

Baca juga : Tata cara sholat taubat lengkap sesuai sunnah Rasulullah SAW

Cara Pelaksanaan Sholat Witir Yang Terbaik & Paling Utama

1. Dikerjakan setelah semua sholat malam

Yang terbaik dan yang paling utama adalah mengerjakan sholat witir ini setelah sholat-sholat malam yang lainnya. Dalam arti kita jadikan sholat witir ini sebagai penutup dari semua sholat malam. Demikian ini didasarkan pada keterangan hadits : "Jadikan akhir sholat malam kalian adalah sholat witir." ( HR. Bukhari dan Muslim ). 

Keterangan : Mengerjakan sholat witir di akhir semua sholat malam ini sifatnya hanya sunnah saja. Jadi jika misalnya kita mengerjakan sholat witir di awal, maka itu tetap boleh. Dan kita tetap boleh mengerjakan sholat sunnah yang lainnya setelah witir tersebut. Imam Nawawi dalam al-Majmu' menjelaskan, "jika ia berwitir, lalu ingin mengerjakan sholat sunnah atau lainya di waktu malam, maka itu boleh dengan tanpa kemakruhan dan ia tidak perlu mengulangi witirnya."

2. Dikerjakan dengan 2 raka'at salam, lalu 1 raka'at salam

Maksudnya, sholat witir itu dikerjakan dengan 2 raka'at salam- 2 raka'at salam, lalu ditutup dengan 1 raka'at salam. Hikmahnya, dengan model 2 raka'at salam- 2 raka'at salam, kita akan lebih ringan dalam mengerjakannya, tidak gampang lupa dan mudah menghitung raka'atnya. 

Keterangan : Pilihan model ini tidak harus selalu dilakukan. Karena Nabi SAW juga pernah memberi contoh sholat witir dengan 3 raka'at sekali salam, 5 raka'at sekali salam, atau 7 raka'at salam sekali salam.

Baca juga : Tata cara sholat istikhoroh yang harus di ketahui

 3. Dikerjakan dengan berdiri

Pada asalnya, sholat sunnah boleh dikerjakan dengan berdiri atau duduk. Rasulullah SAW pernah memberi contoh mengerjakan sholat witir sambil duduk, seperti yang diceritakan sahabat Ibnu Umar Ra, ia berkata, "Nabi SAW mengerjakan sholat ketika berpergian di atas kendaraannya. Beliau menghadap sesuai arah kendaraannya. Beliau rukuk dan sujud dengan isyarat. Beliau melakukan sholat di atas kendaraan untuk sholat malam, selain sholat wajib." ( HR. Bukhari dan Muslim )

Namun yang terbaik dan yang lebih utama adalah mengerjakan sholat witir ini dengan berdiri. Kalau melakukan sholat  sambil duduk, maka pahalanya separonya sholat berdiri.

4. Dikerjakan dengan sendirian, atau tidak berjama'ah

Baiknya sholat witir ini dikerjakan dengan sendiri, tidak berjama'ah. Sebab, sholat witir termasuk bagian dari sholat sunnah yang tidak dianjurkan dilakukan secara berjama'ah. Kecuali sholat witir di bulan Ramadhan, maka disunahkan dilaksanakan secara berjama'ah. Demikian pendapat yang diikuti madzhab Syafi'iyah dan Hanabilah.

Catatan : Jika di bulan Ramadhan seseorang yakin bisa bagun di akhir malam, maka yang lebih utama baginya adalah mengerjakan sholat witir ini di akhir malam. Syaikh Wahbah az-Zuhaili dalam al-Fiqhul Islam wa Adillatuhu berkata, " Disunnahkan berjama'ah dalam melaksanakan sholat witir setelah melaksanakan sholat Tarawih secara berjama'ah, kecuali jika seseorang yakin akan bangun di akhir malam, maka mengakhirkan sholat witir baginya adalah lebih utama."

5. Bacaan Terbaik Sholat Witir

Disunnahkan membaca surat mana saja dari Al-qur'an setelah Al-Fatihah di tiap raka'at sholat witir. Jadi, bacaan surat yang terbaik dalam sholat witir adalah : 

- Untuk raka'at genap, baiknya membaca surat Al-A'ala di raka'at pertama, dan surat Al-Kafirun di raka'at kedua. 

- Kemudian untuk raka'at ganjil, baiknya membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidzatain ( surat Al-Falaq dan An-Naas ).

Baca juga : Tata cara mandi wajib lengkap dan urut sesuai sunnah Rasulullah SAW

6. Dzikir & Doa Terbaik Sholat Witir

Selesai sholat sunnah, kita dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Dan berikut adalah dzikir dan doa terbaik setelah sholat witir, sebagaimana yang ma'tsur dari Nabi SAW. 

1. Membaca tasbih : "Subhanal malikil quddus" ( 3x )  "Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari segala kekurangan." ( HR. Abu Daud ).

Bacaan tasbih ini 3 kali. Dengan suara yang pelan di kali yang pertama dan kedua. Dan dengan suara yang keras di kali yang ketiga. Mengikuti keterangan hadits dari Abdurrahman Abzi Ra., bahwa Rasulullah SAW ketika uluk salam (dalam sholat witir ), beliau membaca "subhaanal malikil quddus" 3 kali, dimana beliau mengeraskan suaranya di kali yang ketiga. ( HR. Abu Daud dan Imam Ahmad )

2. Membaca do'a : ( Alloohumma innii a'uudzu biridhooka min sakhotika, wa bimu'aafatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka laa uhshii tsanaa-an anta kamaa atsnaita nafsik ). 

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung kepdamu dengan ampunan-Mu dari hukuman siksa-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu." ( HR. Abu Daud, Tirmdzi, Nasa'i dan Thabrani ).

Demikian penjelasan tentang cara sholat witir yang terbaik & paling utama. Semoga dengan penjelasan diatas bisa bermanfaat untuk kita semua Amiin..

Wallahu a'lam bishawab, wassalamu'alaikum wr,wb.


Posting Komentar untuk " Tips Sholat Witir Yang Terbaik & Paling Utama"