Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Ibnu Hajar Al-Asqalani, Awalnya Santri bodoh bisa Mengarang puluhan Kitab

kisah ibnu hajar

Ibnu Hajar Al-Asqalani  adalah seorang ahli hadits dari mazhab Syafi’i yang termuka. Nama lengkapnya adalah  Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad Ali bin Hajar, dikenal dengan sebutan Ibnu Hajar Al-Asqalani. Beliau berasal dari Mesir yang kemudian menetap di Makkah. Pada zaman dahulu sebelum Ibnu Hajar  menjadi seorang ahli hadits, beliau semula adalah santri yang bodoh belajar kepada kiyainya sampai beberapa tahun  namun tak kunjung bisa hingga akhirnya berputus asa. 

Ia pun izin kepada kiyainya supaya di perbolehkan pulang. Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan, turun hujan dengan lebat, ia terpaksa berteduh dalam sebuah gua. Karena hujan tak kunjung reda, ia pun memutuskan masuk lebih dalam ke gua sehingga dapat duduk-duduk di dalamnya. Pada saat itulah terdengar  suara  gemericik  air. Karna penasaran, ia mendatangi  sumber suara tersebut. Ternyata sumber suara itu berasal dari gemericiknya air yang  menetes pada sebuah batu yang sangat besar. 

Batu besar itu berlubang karena telah bertahun-tahun terkena tetesan air. Melihat batu berlubang tersebut, akhirnya Ibnu Hajar  merenung. Ia lalu berpikir, “batu yang keras dan besar ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air ini. Kenapa aku kalah dengan batu ini, padahal akal dan pikiranku tidak sekeras batu. Berarti aku kurang lama belajar”. 

Baca Juga : Kisah Tragis Anak Durhaka Kepada sang Ibu

Setelah berpikiran demikian, akhirnya  Ibnu Hajar tidak jadi pulang kerumah. Ia memutuskan  untuk kembali ke pondok lagi. Kali ini, di pondok ia belajar dengan tekun dan rajin serta tidak mengenal putus asa. Hingga ia jadi orang alim, bahkan dapat mengarang beberapa kitab. Karya beliau yang cukup popular adalah Kitab Tuhfatul Muhtaj, as-Shawa’iq, al-Muhriqah, al-Fatawa, al-Fiqhiyyah, al-Kubro, al-Fatawa, al-Haditsiyyah dan lain sebagainya. 

Sebenarnya,  Ibnu Hajar  yang nama Hajarnya dijelaskan asal usulnya  adalah nisbah ke salah satu kakeknya. Alaydrus dalam kitab Nurus Safir menjelaskan : “Hajar adalah nisbat ke salah satu kakeknya karena sangat pendiam tidak bicara kecuali dhorurot atau hajat, akhirnya di juluki hajar (batu)”. Dari cerita batu di dalam gua, inilah kemudian beliau diberi nama Ibnu Hajar ( anak batu ). Wallahu a’lam bishawab

Demikian lah sedikit cerita Ibnu Hajar yang  awalnya santri bodoh menjadi  pengarang puluhan kitab. Semoga cerita diatas bisa menjadi  pendorong semangat kita untuk mencari ilmu yang lebih banyak lagi Amiin.. semoga bermanfaat, Wassalamu’alaikum wr,wb.

Posting Komentar untuk "Kisah Ibnu Hajar Al-Asqalani, Awalnya Santri bodoh bisa Mengarang puluhan Kitab"