Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Uwais Al-Qarni yang Menggendong Ibunya ke Makkah

Kisah Uwais Al-Qarni

Uwais Al-Qarni adalah salah satu pemuda yang berasal dari negeri Yaman yang ta’at, saleh dan sabar yang wajib di jadikan kisah teladan bagi umat Islam. Kisah ini telah diriwayatkan dari imam Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Tabi’in yang baik adalah Uwais Al-Qarni. Memang Uwais termasuk orang yang tidak begitu terkenal, tapi wajib kita simak. Uwais Al-Qarni setelah mendengar cerita orang di sekelilingnya tentang Nabi Muhammad SAW, ia dan ibunya ingin sekali masuk Islam. Keduanya sepakat ingin sekali bertemu dengan Rasulullah SAW di Madinah.  

Namun melihat kondisi ibu Uwais sering sekali sakit-sakitan dan memiliki penyakit lumpuh sudah lama. Dengan kesabaran dan baktinya kepada sang ibu, ia meminta izin untuk pergi mengunjungi Madinah agar bisa bertemu dengan Rasulullah SAW. Kemudian Sang ibu mengijinkannya meski dengan berat hati ditinggalkan karena ia sakit-sakitan. Uwais kemudian berangkat  ke Madinah dengan memegang pesan ibunya agar lekas kembali pulang. Sesampai di Madinah, Rasulullah SAW  tidak ada di rumah karena tengah berada di medan perang. 

Kemudian Uwais hanya menitipkan salam kepada Rasulullah lewat istrinya, Aisyah RA. Uwais Al-Qarni  yang teringat pesan ibunya untuk segera kembali akhirnya tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah SAW sampai akhir hayatnya. Karena Uwais berbakti kepada ibunya, suatu hari ia berusaha menuruti permintaan ibunya  untuk menunaikan ibadah Haji ke Makkah. Hal itu sangat lah berat mengingat perjalanan dari Yaman ke Makkah jaraknya sangat lah jauh , sementara ia adalah keluarga miskin yang tidak memiliki kendaraan. 

Baca Juga : Kisah Abu Nawas Lucu dan Kocak Rela menjual Rajanya Sendiri

Lalu Uwais mencari jalan keluar demi mewujutkan keinginan  ibunya, ia lalu membeli seekor lembu yang ditempatkan dalam  sebuah kandang di atas bukit. Setiap harinya, Uwais menggendong naik turun anak lembu sampai peliharaanya bertambah besar. Dari tingkah aneh Uwais itu lah yang membuat orang-orang sekitarnya menganggap bahwa dirinya sudah gila. Sebenarnya, apa yang telah dilakukan Uwais itu bukan tanpa alasan. Uwais bertekad melatih otot-ototnya agar bisa menggendong ibunya sampai ke Makkah. 

Uwais mewujudkan keinginan ibu tercinta untuk berhaji dengan menggendong ibunya dari tanah Yaman. Sesampainya didepan kakbah, Uwais kemudian berdoa yang ditujukan bagi ibunya. “Ya Allah ampunilah dosa-dosa ibuku,” pinta Uwais. Sang ibu keheranan mendengar do'a Uwais kemudian bertanya, “Bagaimana dengan dosamu?” Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Hanya ridha dari ibu lah yang akan membawaku ke surga”. 

Karna ketulusan dan cintanya kepada sang ibu, saat itu Allah SWT menyembuhkan penyakit kulit  Uwais dan hanya  menyisakan sedikit bulatan putih di tangannya untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah Uwais Al-Qarni. Karna, Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib pernah mendapat pesan dari Rasulullah SAW agar mencari Uwais Al-Qarni dengan ciri-ciri sebuah bulatan putih di tangannya. Pada saat itu, Rasulullah SAW berpesan kepada kedua sahabatnya, “Carilah Uwais Al-Qarni  dan mintalah kepadanya agar memohonkan ampun untuk kalian.”   (HR. Muslim). 

Baca Juga :Kisah Azab Kubur Orang Yang Suka Meninggalkan Sholat Fardhu

Pesan dari Rasulullah SAW tersebut lantaran  Uwais adalah sebaik-baik Tabi’in yang doanya dikabulkan Allah SWT. Di akhir hayatnya, orang-orang  di Yaman berebut mengurus jenazahnya mulai dari memandikan, mensholatkan hingga menguburkannya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa yang berebut itu adalah malaikat Allah yang turun ke bumi untuk mengurus jenazah Uwais Al-Qarni. Wallahu a’lam bishawab

Demikian kisah Uwais Al-Qarni pemuda yang saleh, ta’at, tulus, dan cintanya kepada sang ibu yang pantas kita contoh.  Semoga dengan cerita diatas bisa menjadi lantaran kita agar lebih baik lagi menjalani hidup di dunia ini. Semoga  bermanfaat, 

Wassalamu'alaikum wr,wb.


Posting Komentar untuk "Kisah Uwais Al-Qarni yang Menggendong Ibunya ke Makkah"