Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Lucu Cara Abu Nawas Mengatasi Dua Maling

Abu NAWAS
Di zaman Abu Nawas ada kejadian di rumah salah seorang konglomerat baru saja dibobol komplotan maling. Ratusan koin emas semua raib digondol. Kejadian ini membuat geger warga kota Baghdad. Pemilik rumah (korban) langasung melaporkan kejadian ini kepada penegak hukum.  Penggeledahan terus dilakukan selama beberapa hari. Alhasil, aparat penegak hukum tidak menemukan pelakunya. Melihat dari hasil penyelidikan di TKP, aparat penegak hukum berkesimpulan bahwa komplotan maling ini bukan orang jauh. Tempat mereka tak jauh dari rumah si korban. 

Keesokan harinya Intel dan mata-mata disebar untuk menyelidiki kasus ini. Namu penyelidikan tersebut tak membawa hasil.  Mereka putus asa karena tak satu pun jejak atau informasi mengenai siapakah kawanan maling yang membobol rumah konglomerat. Satu seorang anggota Intel usul kepada komandannya : “Mengapa kita tidak meminta bantuan Abu Nawas untuk mengusut kasus ini?, Menurut saya dengan kecerdikannya kasus ini bisa teratasi”. Komandan Intel setuju kemudian menyuruh kepada salah satu anak buahnya agar menyampaikan kepada Abu Nawas. 

Baca Juga : kisah lucu Abu Nawas -aku lebih kaya dari Allah SWT dan menyukai fitnah

Intel pun menemui Abu Nawas lalu menceritakan semua apa yang terjadi. Abu Nawas menyimak dengan serius setiap kata yang di ucapkan dari mulutnya. “Besok pagi, semua warga desa wajib kumpul di lapangan dan bawakan aku tongkat kayu sejumlah total warga desa!” perintah Abu Nawas. “Siap”. Jawab anggota Intel. Pagi itu, semua warga dihimbau agar menuju ke lapangan tanpa terkecuali. Satu persatu mereka diberi satu buah tongkat kayu. 

Setelah semuanya kebagian tongkat. Abu Nawas lalu berbicara dengan keras : “Saudara sekalian, tongkat yang kalian pegang bukan lah sembarang tongkat, besok pagi akan ketahuan siapakah kawanan maling diantara kita semua.  karena pada malam ini, tongkat kayu yang dipegang kawanan maling tersebut akan bertambah panjang 10 cm. Malam hari, semua orang merasa lega karena besok akan ketahuan siapa sebenarnya kawanan maling itu. warga yang tidak merasa mencuri, akhirnya bisa tidur nyenyak. Sebaliknya, dua orang terlihat tidak bisa tidur karena bingung dan resah. 

Mereka berpikir bagaimana caranya mengelabui Abu Nawas dan para penegak hukum. Hingga larut malam, kedua orang itu  tidak juga bisa tidur. Lalu keduanya mempunyai ide untuk memotong tongkat kayu 10 cm. mereka lakukan hal itu dengan percaya diri. “Keniatan Abu Nawas menjebak kita akan gagal, ha..ha…ha,” ucap salah satu dari mereka berdua. Di pagi hari, semua orang sudah mengantre untuk menyerahkan tongkat secara bergiliran. Abu Nawas melihat tongkat satu persatu. Sampai pada waktu dua orang menyerahkan tongkatnya. 

Abu Nawas memanggil aparat penegak hukum. “Ikat dua orang ini, mereka adalah malingnya,” Kedua orang itu berusaha mengelak. Abu Nawas lantas berbicara keras pegang orang ini. “Saudara sekalian, tidak mungkin tongkat yang kemarin saya bagikan bisa bertambah panjang, kedua maling ini takut ketahuan, salahnya sehingga tongkat yang mereka pegang dipotong 10 cm,” ucap Abu Nawas. Kedua maling ini salah tingkah dan mati kutu dihadapan Abu Nawas beserta para warga. Terdengar bisik-bisik di antara keduanya : “Kurang ajar! Kita berdua sangat bodoh dan kalah cerdik dengan Abu Nawas.” Saat itu juga para warga membubarkan diri.

Nah, cerita diatas memberi contoh kita agar tidak sembrono hidup di dunia ini. Karena mencuri dan berbohong pasti ada hukumanya. Maka dari itu kita belajar hidup lebih baik, agar kita selamat dari siksa Allah SWT. Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum wr,wb.

Baca Juga : Kisah lucu abu nawas rela menjual rajanya sendiri

Posting Komentar untuk "Lucu Cara Abu Nawas Mengatasi Dua Maling "