Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Wajib Tahu, Cara Wudhu Yang Sah Menurut Syariat Islam Lengkap

Hidayahilahi.com - Wudhu adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap yang akan melaksanakan sholat lima waktu, thawaf dan segala kegiatan ibadah yang disyaratkan untuk bersuci dari hadas kecil. Allah telah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Q.S Al-Maidah:6). Berdasarkan sabda Nabi MUhannad SAW : “Allah tidak akan menerima sholat seseorang di antara kamu yang telah berhadats hingga dia berwudhu”



Lalu Bagaimana Tata Cara Berwudhu ? 


Wudhu memiliki yarat sah dan rukun yang wajib dilakukan agar wudhu tersebut sah dan termasuk sesuai menurut aturan atau syariat. 


Apa Saja Syarat Wudhu ?


Berikut syarat-syarat sah wudhu yang sah dilakukan :

  1. Beragama Islam
  2. Tamyiz. Tamyiz di sini berarti mampu membedakan baik dan buruknya suatu perbuatan yang dilakukan.
  3. Tidak hadas besar. Artinya seseorang tidak sedang mengalami haid, nifas dan lainnya.
  4. Ketika berwudhu menggunakan air suci, tidak boleh memakai air yang sudah digunakan atau terkena najis.
  5. Air yang digunakan tidak boleh menggunakan air yang haram atau hasil curian
  6. Air haarus Mengenai kulit yang diusap atau dibasuh, kulit tidak boleh terhalangi bekas cat, make up dan lainnya. Apabila masih terhalangi suatu yang menghalagi air wudhu wajib dibersihkan.


Lalu Apa Saja Rukun Ketika Berwudhu ?


Rukun wudhu atau biasa disebut fardhunya wudhu ada enam yaitu :

  1. Berniat. Niat yaitu menyengaja untu berwudhu.
  2. Membasuh Wajah. Seluruh wajah wajib dibasuh, mulai dari membasuh dahi hingga dagu, termasuk janggut. Batasan lainnya yaitu dari tepi kanan yang membatasi telinga kanan hingga tepi perbatasan telinga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku tangan. Wajib membasuh kedua tangan hingga siku tangan.
  4. Mengusap sebagian kepala. 
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Wajib membasuh kedua kak, membasuhi kaki dimulai dari ujung jari dan kuku kaki hingga mata kaki.
  6. Tertib. Maksut dari tertib yaitu Harus berurutan, dimulai dari niat hingga membasuh kedua kaki.


Bagaimana tata cara berwudhu menurut Rasulullah SAW ?


Adapun tambahan wudhu seperti yang dikerjakan Rasulullah sebagai berikut :

  1. Membasuh kedua telapak tangan 3x
  2. Kumur-kumur 3x
  3. Memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya kembali 3x
  4. Berniat
  5. Membasuh seluruh wajah 3x
  6. Membasuh kedua tangan hingga siku tangan 3x. Dianjurkan dimulai dari tangan kanan dahulu.
  7. Mengusap sebagian kepala.
  8. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sampai 3x
  9. Berurutan


Untuk kesunahan wudhu terdapat setidaknya 20 sunah, yaitu :

  1. Membaca basmalah terlebih dahulu
  2. Bersiwak
  3. Membasuh kedua telapak tangan
  4. Berkumur-kumur
  5. Membersihkan hidung stau menghirup air ke hidung dan dikeluarkan lagi
  6. Apabila memiliki jenggot bagi laki-laki, maka dianjurkan untuk menyela-nyela jenghot dengan jari
  7. Mengusap atau menyapu seluruh bagian kepala
  8. Menyela jari-jari tangan dan jari kaki
  9. Mengusap kedua telinga pada nagian dalam dan luar
  10. Melakukan fardhu maupun sunah wudhu sebanyak tiga kali
  11. Mendahulukan bagian yang kanan daripada bagian yang kiri
  12. Menggosok-gosok bagian nggota wudhu yang wajib dibasuh
  13. Membasuh anggota wudhu tanpa dijeda 
  14. Melebihkan membasuh bagian tangan hingga melebihi siku tangan
  15. Melebihkan basuhan kedua kaki hingga melebihi mata kaki
  16. Tidak boros air
  17. Ketika berwududhu menghadap kiblat
  18. Ketika berwudhu tidak berbicara
  19. Berdo’a setelah selesai wudhu
  20. Melaksanakan sholat 2 rakaat setelah selesai wudhu


Niat Berwudhu


Niat menurut bahasa merupakan menyengaja, sedangkan menurut syariat adalah menyengaja suatu perbuatan ynag lamgsung dikerjakan setelahnya. Para ulama telah sepakat jika niat ketika wudhu di dalam hati.Namun, menurut jumhur ulama apabila melafadzkan niat disunahkan, dengan tujuan untuk membantu hati menghadirkan niat dalam hati. Sedangkan menurut madzhab Imam Maliki adalah niat wudhu tidak dilafadzkan karena Rasulullah sendiri tidak mencontohkan. Berikut lafadz niat ketika berwudhu:




Perlu dicatat, dalam fikih manhaji telah dijelskan bahwa niat ketika berwudhu dibaca bersamaan ketika membasuh wajah, sebab wajah merupakan anggota wudhu atau rukun wudhu yang pertama kali dibasuh.


Niat Setelah Berwudhu


Selain kesunahan yang telah dijelaskan di atas, kesunahan lainnya yaitu berdo’a setelah mengerjakan wudhu. Ketentuan dalam pelaksanaannya yaitu, menghadap kiblat dan kedua tangan diangkat.  Berikut bacaan do’a setelah berwudhu:




Posting Komentar untuk "Wajib Tahu, Cara Wudhu Yang Sah Menurut Syariat Islam Lengkap"