Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sahabat Nabi - Khubaib Menjadi Pahlawan Pertama Di Arab, Meninggal Dengan Cara Di Salib

Pahlawan Syahid Di Kayu Salib


Hidayah Ilahi.com - Khubaib bin 'Adi, seorang yang sangat dikenal di Madinah, dan termasuk salah satu sahabat Anshar. Seorang yang berjiwa bersih, bersifat terbuka, beriman dan berhati mulia. Khubaib merupakan prajurit yang berani mati, gagah perkasa dalam mengibarkan bendera ketika perang Badar. Setelah meraih  kemenangan dari perang Badar, Khubaib sangat dikenal oleh orang-orang Quraisy yang menanam kedendaman akibat tewasnya ayah dan keluarga dalam perang Badar. 

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud menyelidiki rahasia orang-orang Quraisy untuk mengetahui kemana tujuan gerakan serta langkah persiapan mereka untuk suatu peperangan yang baru. Rasulullah memilih 10 orang dari sahabatnya yang diantaranya yaitu Khubaib, rombongan tersebut dipimpin oleh 'Ashim bin Tsabit.

Rombongan tersebut berangkat ke tujuan sampai diauatu tempat antara Osfan dan Mekah. Namun, garakan tersebut tercium oleh orang kampung Hudzail yang didiami oleh suku Bani Haiyan. Orang-orang tersebut membawa seratus orang pemanah mahir mengikuti rombongan 'Ashim bin Tsabit dari belakang. Dengan petunjuk biji-biji kurma yang berceceran di tanah, mereka terus berjalan hingga mereka melihat rombongan kaum Muslimin. 'Ashim merasa rombongannya diikuti oleh musuh, lalu diperintahkanya kawan-kawannya untuk menaiki suatu puncak bukit yang tinggi. Para pemanah musuhitu sudah semakin dekat dan langsung mengelilingi lalu mengepung kaum Muslimin dengan ketat. 

Para pengepung meminta agar kaum Muslimin menyerahkan diri dengan jaminan bahwa mereka tidak akan menganiaya. Tetapi 'Ashim berkata, " Demi Allah aku tak akan turun, mengemis perlindungan orang musyrik !". Mendengar kata-kata 'Ashim, pengepung dengan 100 pemanah menghujani mereka dengan anak panah. 'Ashim sebagai pemimpin kaum Muslimin beserta tujuh orang lainnya menjadi sasaran dan gugur sebagai syahid. Lalu, para pengepung meminta Khubaib dan satu kawannya untuk turun dan akan dijamin keselamatannya lalu Khubaib menurutinya. 

Baca Juga : Kisah sahabat Nabi bertekad merebut surga dengan kaki pincang

Pengepung langsung mendekati Khubaib dan mengikatnya, alhasil mereka dikhianati. Satu kawan lain yang melihat kejadian tersebut akhirnya nekad mengikuti jejak 'Ashim yang mati dengan dihujani panah. Keduanya dibawa ke Mekah, nama Khubaib langsung tersiar ke telinga orang-orang Quraisy. Mereka segera berebutan untuk membeli Khubaib sebagai budak dengan tujuan untuk melampiaskan seluruh dendam kebencian yang mereka rasakan akibat kehilangan keluarga dalam peperangan Badar. Akhirnya mereka sepakat untuk menyiksa Khubaib dan Zad bin Ditsinnah demi melampiaskan kemarahannya akan kekalahan yang terjadi. Zaid akhirnya meninggal dengan siksaan yang sangat keji dengan cara menusukkan benda dari dubur hingga tembus ke bagian dadanya.

Khubaib hanya mampu berpasrah kepada Allah SWT. Keberanian yang tangguh disertai sakinah atau ketenteraman yang telah dilimpahkan Allah, kekuasaan Allah menyertainya yang seakan-akan jari-jemari kekuasaan itu membarut dadanya hingga terasa sejuk dingin. Sebelum kematiannya seorang putri menjenguk tahanan Khubaib dan terkejut mendapati Khubaib menggenggam setangaki besar buah anggur sambil memakannya. Padahal Khubaib terikat besi kuat, juga di Mekah tidak ada sebiji pun anggur. Subhanallah.. benarlah keajaiban yang diberikan kepada hambanya yang Sholeh. 

Ketika para orang musyrik menghasut Khubaib agar mengingkari Muhammad serta akan dibebaskan, maka Khubaib tak berubah sedikitpun merasa takut. Tatkala orang musyrik berputus asa, lantas mereka menyeret pahlawan tersebut ke tempat kematian yang bernama Tan'im dan disanalah Khubaib menemui ajalnya. Dan mungkin inilah peristiwa pertama dalam sejarah Arab, pembunuhan seorang laki-laki dengan cara disalib. Orang-orang musyrik menjadi buas dengan segala kekejamannya yang membuat naik bulu roma setiap yang menyaksikannya. Para pemanah yang durhaka bergiliran melepaskan anak panah mereka.

Namun, Khuabib tetap tidak memincingkan matanya, dan tidak pernah kehilangan sakinah yang menakjubkan cahaya pada wajahnya. Bertubi-tubi anak panah berterbangan menancap tubuhnya serta pedang yang menyatu dagingnya. Setelah orang musyrik puas meluapkan dendam kesumat dan permusuhan, tinggallah Khubaib dengan sekelompok algojo yang bersenjata. Khubaib diangkat dan diletakkan di atas pelepah kurma, Khubaib dalam menghadapkan mukanya ke langit berdo'a kepada Allah SWT : " Ya Allah kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon sampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami" do'a Khubaib diperkenankan Allah, sewaktu Rasul di Madinah, tiba-tiba beliau diliputi perasaan yang sangat kuat, seakan memberitahukan bahwa sahabatnya dalam bahaya, serta terbayang kepada beliau tubuh salah seorang dari mereka yang tergantung diawang-awang. 

Lantas, beliau memerintahkan sahabatnya Miqdad bin Amar dan Zubair bin Awwam. Mereka segera menaiki kuda dan memacu kencang, dengan perunjuk Allah, sampailah mereka di tempat yang dimaksud. Mereka lantas menemukan mayat Khubaib dan menguburkannya, sementara tempat suci di bumi telah menunggu untuk menutupi dan memeluknya dengan tanah lembab penuh berkah. Tidak ada yang mengetahui dimana sesungguhnya makam Khubaib sampai sekarang. Mungkin ini lebih pantas untuknya, agar senantiasa ia menjadi kenangan dalam kehidupan sebagia pahlawan yang meninggal secara syahid di atas kayu salib.


Posting Komentar untuk "Kisah Sahabat Nabi - Khubaib Menjadi Pahlawan Pertama Di Arab, Meninggal Dengan Cara Di Salib"