Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sahabat Nabi - Bertekad Merebut Surga Dengan Kaki Pincang, Amr Ibnul Jamuh



Hidayah ilahi.com - Amr Ibnul Jamuh merupakan seorang tokoh Madinah dan seorang pemimpin Bani Salamah. Ia telah didahului putranya masuk Islam yaitu Mu'adz bin Amr. Mu'adz pemberani dan sahabatnya yaitu Mu'adz bin Jabal adalah pemuda mukmin gagah perwira yang telah menyebarkan agama Islam di Madinah. Amr bin Jamuh yang seorang bangsawan dan sosok pemimpin mendirikan berhala di rumahnya dengan dinamai Manaf, sebab sudah menjadi kebiasaan di Madinah oleh golongan bangsawan menyediakan berhala dimasing-masing rumahnya. 

Suatu ketika Mu'adz bin Amr dan Mu'adz bin Jabal merancang ide untuk mengerjai berhala yang ada di dalam rumah ayah Mu'adz bin Amr dengan cara membuangnya ke dalam lobang pembuangan hajat. Hal ini dilakukan  agar ayahnya Amr bin Jamuh sadar dan tidak lagi menyembah berhala lagi yang merupakan perbuatan keji dan sangat berdosa. Melihat kejadian berhala yang menghilang dari rumahnya, Amr langsung marah bukan main. 

Ia langsung mencarinya hingga ditemukannya di lobang pembuangan hajat. Perbuatan tersebut tidak berhenti disitu saja, Mu'adz bin Amr melancarkan aksinya berulang-ulang kali, dan diaksi yang terakhir kali ini Mu'adz bin Amr membuang berhala Manaf dengan cara mengikatkan bangkai anjing di badan berhala dan membuangnya di lobang pembuangan hajat seperti sebelumnya. 

Mengetahui kejadian seperti itu, Amr bin Jamuh sangat merasa kecewa dan heran atas kejadian yang tidak masuk akal itu terjadi. Disaat bersamaan, ada sekelompok orang Islam yang lewat dan menyaksikan Amr bin Jamuh serta berhala yang tergeletak di lobang pembuangan hajat dengan terikat bangkai anjing. Akhirnya mereka mengajak Amr bin Jamuh untuk berdialog dengan akal Budi dan hati nurani tentang perihal Tuhan yang sesungguhnya, begitupun tentang Muhammad SAW. 

Dalam beberapa saat, Amr telah menemukan jati dirinya dan harapannya. Lalu, Ia pergi membersihkan diri, dan memakai wangi-wangian dan pergi untuk berbai'at kepada Nabi Muhammad SAW dan menempatkan diri sebagai bagaian orang Islam yang beriman. Amr bin Jamuh telah menyerahkan seluruh harta kekayaannya untuk agama dan membantu kawan seperjuangannya. Ia rela melipatgandakan kedermawanannya untuk agama Islam. Disisi lain, Amr bin Jamuh merasa kurang membaktikan diri kepada Allah yang hanya berkorban melalui jalur harta yang disedekahkan. 

Baca Juga : Kisah umeir bin wahab jagoan quraisy yang berbalik membela islam

Amr bin Jamuh ingin membaktikan dirinya dengan cara relaenyerahkan jiwa raganya, yaitu dengan mengikuti peperangan. Namun, Amr merasa masih bimbang karena cacat kaki yang dideritanya. Keempat putranya yang merupakan seorang ksatria dalam setiap peperangan, menolak keinginan ayahnya. Amr tetap mendesak agar ikut bertempur dalam peperangan Badar, walau Nabi sudah menyampaikan bahwa Islam telah membebaskan kewajiban perang karena kondisi ketidakmampuan Amr yang cacat kaki, Ia tetap memohon kepada Nabi. 

Dan akhirnya terpaksa Nabi memberikan peralatan senjata berperang kepada Amr, dengan tasa puas serta gembira, Amr berjingkat-jingkat dan dengan suara mengiba berdo'a kepada Allah, " Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk bertemu syahid, dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku". Ketika pasukan sudah bertemu di hari Uhud, mereka melakukan pertarungan yang sangat dahsyat. 

Namun, karena permintaan terhadap Tuhannya agar diberi kesempatan mati syahid, dan Ia sangat yakin jika Allah akan mengabulkannya, dan hal yang ditunggu-tunggunya itu telah tiba. Suatu pukulan dari pedang yang tajam berkelabat, memaklumkan datangnya saat keberangkatan seorang syahid yang mulia, dengan kaki cacatnya menuju surga jannatul khuldi, dan surga firdausi yang abadi. Ia begitu rindu dan sangat rindu untuk berjingkat dengan kakinya yang pincang masuk ke dalam surga bersama Rasulullah..


Posting Komentar untuk "Kisah Sahabat Nabi - Bertekad Merebut Surga Dengan Kaki Pincang, Amr Ibnul Jamuh"