Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Subhanallah ... Salman Al-Farisi Putra Persia Kaya Raya Yang Setiap Hari Hidup Tidak Lebih Dari 1 Dirham Saja

Hidayah Ilahi.com  Sosok tinggi dan jangkung, berambut lebat, seorang yang disayangi dan dihormati oleh Rasul. Dialah Salman al-Farisi. Seorang putera Persi dari negeri terkenal dengan segala kemewahan, kehidupan yang bergelimpangan harta. Berasal dari golongan orang kaya dan berkelas tinggi. Namun, dari segala kenikmatan duniawi yang dilimpahkan, Salman justru menolak harta kekayaan dan kesenangan tersebut. Bertahan dengan kehidupan yang bersahaja yang tidak lain setiap hari hanya menghabiskan tak lebih 1 dirham saja, yang diperoleh dari hasil jerih payahnya sendiri. Sifat teladan yang membuat seluruh umat pada masa itu mengaguminya. Ia telah memenuhi Zuhud dunia dalam kalbunya.

Salman Al-Farisi Sang Pembela Kebenaran


Diriwayatkan dalam menyisakan umur tuanya untuk berbakti kepada negara, Salman sebenarnya memperoleh tunjangan yang diperoleh senilai 4 sampai 6 ribu dirham dalam setahun. Namun, semua sumbangan yang diperolehnya, habis untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang, satu dirhampun tidak diambil untuk dirinya sendiri. Pekerjaan untuk nafkah hanyalah menganyam daun kurma yang dijadikan bakul atau keranjang, lalu dijuallah ke pedagang kurma. Bahan anyaman daun kurma senilai 1 dirham, lalu dibuatlah anyaman dan dijual senilai 3 dirham. Uang tersebut oleh Salman digunakan untuk kebutuhan keluarga 1 dirham, shodaqoh 1 dirham dan 1 dirham lagi digunakan untuk modal membeli bahan anyaman lagi. Pekerjaan tersebut sangat dicintainya, bahkan Salman pernah mengatakan, "Seandainya Umar bin Khattab melarangku berbuat demikian, sekali-kali tidak akan dihentikan".


Suatu ketika Salman pernah ditanyai seseorang, " Apa sebabnya engkau tidak menyukai jabatan sebagai Amir ?" Jawab Salman, "Karena manis waktu memegangnya tetapi pahit waktu melepaskannya". Kisah lain menceritakan keadaan Salman dahulu. Pada suatu hari, ketika Salman sedang bertugas sebagai Amir atau kepala daerah Madain, Ia berjalan sendirian di jalan raya. Saat itu Salman didatangi seorang laki-laki dari negeri Syiria yang membawa pikulan buah kurma dan buah tin yang berat, sehingga laki-laki tersebut cepat merasa kelelahan. Di waktu bersamaan laki-laki tersebut melihat seorang yang berpenampilan biasa dan seperti orang yang tidak berpunya. Akhirnya, laki-laki tersebut meminta Salman untuk membawakan barang bawaannya dengan diberi imbalan jika nanti sudah sampai di tujuan. Laki-laki tersebut memberi isyarat kepada Salman untuk membawakan barangnya, lantas Salman menurutinya. Barang tersebut dipikul oleh Salman dan merekapun berjalan bersama-sama. 

Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan rombongan, Salmanpun  memberikan salam dan dijawab oleh rombongan, "Juga kepada Amir, kami mengucapkan salam", lantas laki-laki Syria tersebut kaget dan bertanya, " Amir mana yang kalian maksudkan?" tanya laki-laki tersebut di dalam hati. Semakin bertambah heran lagi ketika Ia menyaksikan banyak lagi orang atau rombongan yang lewat untuk menawarkan diri menuju beban pikulan yang dibawa Salman sambil berkata, "berikan  kepada kami saja wahai Amir !". Lantas, mengertilah laki-laki Syria itu bahwa laki-laki yang memikul barangnya tidak lain Salman al-Farisi kepala daerah kota Madain. Orang Syria tersebut lalu gugup, dan segera meminta maaf, menyatakan penyesalan dan meminta barang yang dipikul Salman untuk diberikan, namun Salman langsung menolak dan berkata, "Tidak, sebelum barang ini kuantarkan sampai ke rumahmu".

 Tak satupun barang dalam kehidupan di dunia Salman yang berharga kecuali satu barang yang dipentingkan dan diharapkan yaitu hanya seikat kesturi yang dititipkan kepada istrinya untuk disimpan baik-baik. Suatu ketika Salman sakit yang pada akhirnya membawa ajalnya. Pada hari meninggalnya, Ia memanggil isterinya untuk mengambil bunga kesturi yang pernah dititipkan dahulu. Bunga tersebut akan digunakan Salman sebagai wangi-wangian. Sang istri disuruh untuk mengambil secangkir air untuk menaburkan disekeliling Salman, " Percikkan air tersebut ke sekelilingku, karena sekarang telah hadir makhluk Allah (malaikat) yang tidak makan dan hanya menyukai wangi-wangian.." Setelah selesai, Salman menyuruh istrinya untuk menutupkan pintu yang ada dibawah, menurutkan istri Salman dan Ia pergi turun. Tak lama istrinya kembali masuk, namun ruh sang suami sudah pergi dan berposah dari jasadnya. Salman telah pergi ke alam yang tinggi dibawa terbang sayap kerinduan, kerinduan yang memenuhi janjinya untuk bertemu lagi dengan Rasulullah SAW dan sahabatnya Abu Bakar dan Umar, serta tokoh lainnya para golongan syuhada.

Semoga Ridha dan Rahmat Allah menyertainya... Aamiin


Posting Komentar untuk "Subhanallah ... Salman Al-Farisi Putra Persia Kaya Raya Yang Setiap Hari Hidup Tidak Lebih Dari 1 Dirham Saja "