Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Sedekah Luar Biasa Untuk Hasil Istimewa

sedekah

Assalamu’alaikum wr,wb.  Jika kita ingin mendapatkan hasil dan panen yang bagus, banyak dan berlimpah, maka tentu kita perlu tahu dan mengerti bagaimana cara menanam yang baik dan benar. Maka begitu pula dengan infaq  dan sedekah yang kita tanam,  alias kita berikan.  Jika kita ingin memperoleh hasil dan pahala yang berlipat ganda, maka kita perlu mengetahui caranya.  Allah SWT berfirman :

 

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ , وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ, وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan harta benda mereka di jalan Allah, adalah seperti biji yang membutuhkan cabang/tandan, yang di tiap cabang/tandan itu (tumbuh ) seratus biji (lainya). Dan Allah akan melipat gandakan  (infaq tersebut) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas serta Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh :261)

Di sini Allah SWT mengumpamakan infaq itu dengan biji tanaman yang kita tanam. Biji tanaman itu akan menghasilkan bisa tujuh, sepuluh, seratus, tujuh ratus, seribu, bahkan bisa lebih bergantung pada tiga hal. Pertama, dari kualitas benihnya. Kedua, dari media tanamnya. Ketiga, bagaimana cara menanam dan merawatnya. Pada perinsipnya, setiap benih infaq atau sedeka yang kita tanam, alias kita berikan, berpotensi menghasilkan buah pahala dan kebaikan. Selama sedekah itu berasal dari benih yang halal. Jika ia tidak halal, alias haram, maka otomatis ia akan tertolak tidak bisa tumbuh dan berbuah  pahala. 

Baca Juga : Tips Rahasia Bisnis yang Berkah Menurut Ajaran Islam

Rasulullah SAW bersabda :

إنَّ اللهَ تَعَالىَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّبًا    “Sesungguhnya Allah SWT itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu, kecuali dari yang baik.” (HR. Muslim)

Jadi Syarat yang pertama agar sedekah itu bisa tumbuh dan berkembang adalah ia harus berasal dari harta yang halal. Syarat yang kedua jika kita ingin sedekah itu tumbuh dan berkembang dengan pesat menghasilkan pahala yang berlipat-lipat, maka kita harus pilihkan sedekah itu dari bibit yang unggul dan berkualitas. Lalu dari mana kita mendapatkan bibit itu ? Yaitu dari harta terbaik yang paling kita cintai. Lalu apa kriteria harta terbaik ? Yang paling baik untuk disedekahkan ada empat tandanya.

Pertama, yang kamu benar-benar miliki dan kuasai, dimana kamu bebas mentasarufkan dan berbuat apa saja dengan harta itu, karena kamu masih sehat, kuat dan semangat. Kedua, yang kamu merasa berat untuk melepaskannya, karena ia begitu bernilai dan berharga. Ketiga, hartamu, yang kamu takut jatuh miskin saat kamu kehilangannya. Keempat, hartamu, yang kamu membutuhkannya, karena kamu sangat berambisi ingin kaya dan mengejar cita-cita.

Empat tanda ini, sebagai mana yang diisyaratkan hadits  Nabi SAW  berikut : Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, “Ada seseorang yang menemui  Nabi Muhammad SAW, lalu ia bertanya, “Wahai  Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya ?” Maka beliau menjawab , “bersedekah lah kamu pada saat kamu sehat, kamu berat melepaskanya, kamu khawatir miskin, dan kamu berangan-agan menjadi kaya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi sedekah yang paling besar pahalanya adalah sedekah dari harta yang paling besar nilainya. Dan yang paling besar nilainya itu belum tentu yang paling besar jumlahnya. Sebab, kadang ada sesuatu yang kecil dan sedikit tapi besar dan tinggi nilainya bagi yang bersedekah. Sebaliknya, ada sesuatu yang besar dan banyak tapi kecil dan rendah nilainya bagi yang sedekah. Maka yang terbaik itu adalah yang paling besar dan paling tinggi nilainya. 

Rasulullah SAW  juga pernah menjelaskan kepada para sahabat bahwa, “Satu dirham bisa mengungguli seratus ribu dirham. Sahabat bertanya, “Bagaimna itu bisa terjadi wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab, “Ada seseorang  punya dua dirham lalu ia mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Dan seseorang  lagi pergi menuju harta bendanya yang berlimpah, lalu ia mengambil dari hartanya itu seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” Dalam catatan kisah sahabat Nabi SAW. Ada seseorang sahabat bernama Abu Tholhah yang hanya dengan memberi kenyang kepada tamunya ia lantas membuat Allah takjub. Sehingga Rasulullah SAW Bersabda : “Sungguh Allah telah takjub dengan apa yang kalian berdua  lakuan kepada tamu kalian tadi malam.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Baca Juga : Memahami Tata Cara Sholat Dan Batasan Waktu-Waktu Sholat Fardhu 5 Waktu YangBenar Sesuai Hukum Fiqih

Apa yang membuat Allah takjub pada sedekahnya itu ? Tentu bukan dari besarnya bukan ? Tapi karena nilainya. Sebab,  waktu itu Abu Tholhah dan keluarganya tengah menderita kelaparan, tapi bersamaan dengan itu ia bersedia mengutamakan tamunya. Itulah yang membuat Allah takjub. Subhanallah….

Nah, dari sini setiap orang entah yang kaya atau yang miskin yang berpunya atau yang tidak berpunya, semua memiliki kesempatan yang sama untuk bersedekah. Dengan sedekah yang terbaik bagi dia yang kaya. Jagan bangga dulu dengan sedekahnya, selama ia belum bisa memberi harta kesayangannya. Dan bagi dia yang miskin jagan berkecil hati, karena ia tetap bisa bersedekah dengan apa yang paling berharga baginya. Akhirnya, kita tidak akan bisa meraih kebaikan tertinggi di dunia dan di akhirat. Kita tidak akan bisa meraih impian terindah, yakni surga Allah SWT. Sampai kita bersedia menginfaqkan harta terbaik yang kita punya. Wallahu a’lam bishawab.. Semoga bermanfaat, Wassalamu’alaikum wr,wb.


Posting Komentar untuk "Tips Sedekah Luar Biasa Untuk Hasil Istimewa"