Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi Muhammad dan Budak Yahudi yang Masuk Islam

www.hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Nabi Muhammad SAW adalah kekasih Allah, sosok teladan yang sangat bijaksana, dan memiliki tempat istimewa di antara para sahabatnya . Tak jarang diantara para sahabat menawarkan diri menjadi pelayan Rasulullah. Namun, Rasulullah SAW tidak merasa seperti raja di antara para sahabatnya. Hal tersebut terbukti antara lain ketika Rasulullah dan para sahabatnya membangun masjid Quba secara bersama-sama. Rasulullah tidak gengsi untuk membawa batu bata di pundaknya. Inilah salah satu bukti kerendahan hati Nabi SAW kepada para sahabatnya. Rasulullah SAW yang merupakan seorang Nabi dan rasul, tetap ingin membawa bahan bangunan masjid dan terlibat langsung dalam penggalian parit saat perang Khandaq terjadi.

Sejarah mencatat beberapa nama sahabat yang pernah mengabdikan diri kepada Rasulullah dan memiliki peran masing-masing yaitu Anas bin Malik, putra Ummu Sulaim. Beliau adalah sekretaris pribadi Rasulullah selama sekitar 10 tahun. Ibunya yang telah menitipkan Anas kepada Rasulullah saat masih usianya 8 tahunan. Kedua, yaitu Rabi'ah bin Ka'ab, salah satu anggota Ashhabus Shuffah, ia biasa membantu Rasulullah dalam mengambil air untuk wudhu dari sumur. Ketiga, Abdullah bin Mas'ud mendapat julukan shahibu na'laih, salah satu pelayan Rasulullah yang biasa memakaikan dan melepas kedua sandal Rasulullah SAW. 

Keempat, Uqbah bin Amir yang mendapat julukan shahibu baghlatihi,  khusus sebagai pelayan Rasulullah SAW. Dia bertugas untuk menuntun hewan Bigal yang ditunggangi Rasulullah saat bepergian ke mana saja. Selain itu, pelayan Rasulullah SAW yang dari kalangan wanita yaitu Ummu Aiman. Dia adalah seorang warga negara Ethiopia (Habasyah) dan merupakan budak yang dibebaskan oleh Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW. Ummu Aiman  adalah salah satu seorang wanita  yang berjasa mengasuh Rasulullah dari kecil hingga dewasa. 

Umur tidak ada yang menyangka, Rasulullah wafat lima bulan lebih awal dari Ummu Aiman. Di sisi lain, pelayan Nabi Muhammad SAW  bukan hanya dari kalagan Muslim. Pemuda Yahudi yang disebut-sebut bernama Abdul Quddus ini juga adalah pelayan Rasulullah. Tidak diketahui secara pasti apa tugas Abdul Quddus dalam mengabdi kepada Rasulullah . Namun, al-Qurthubi menyebutkan bahwa sekelompok orang Yahudi berulang kali memaksa Abdul Quddus untuk mengambil rambut Rasulullah yang rontok.

Karena belum terlalu dewasa, Abdul Quddus tanpa curiga menyerahkan rambut rontok Rasulullah kepada sekelompok orang Yahudi. Kita bisa menebak bahwa Abdul Quddus berperan sebagai orang yang menyiapkan sisir Nabi Muhammad. Belakangan ini diketahui bahwa Labid bin Al-A'sham lah yang menyihir Rasulullah dengan kerontokan rambut tersebut. Sayangnya, perbuatan tercela sekelompok orang Yahudi gagal, sisir tersebut tidak berhasil mencelakakan Rasulullah yang senantiasa dijaga oleh Allah SWT.

Baca Juga : Kisah Aisyah istri Rasulullah Saat cemburu kepada Khadijah, ini yang dilakukan Rasul...

Sikap kepedulian dan kasih sayang Rasulullah kepada para pembantunya membuat pemuda Yahudi ini tertarik untuk masuk Islam. Ketika Abdul Quddus sakit, Rasulullah SAW selalu mengunjunginya. Hal tersebut sebagaimana telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang juga merupakan salah satu pelayan Nabi Muhammad SAW: 

"Nabi memiliki seorang pelayan muda Yahudi. Suatu saat pemuda itu jatuh sakit. Nabi datang menemuinya dan duduk di dekat kepala pemuda Yahudi itu. Nabi juga menawarkan pemuda Yahudi itu untuk masuk Islam. Kemudian pemuda Yahudi itu menatap wajah ayahnya dan meminta izin."Silakan ikuti ajaran Abul Qasim, (Muhammad) (ayahku bersedia masuk Islam)," jawab ayah pemuda Yahudi itu kepadanya. Kemudian Rasulullah keluar sambil berdoa, “Alhamdulillah, semoga dia (pemuda Yahudi) selamat dari api neraka” (HR. Bukhari).

Abdul Quddus pun akhirnya masuk islam tanpa adanya paksaan, justru malah ayahnya sendiri yang menyarankan agar dirinya mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan masuk islam. Rasulullah SAW selalu bersikap baik dan menjaga bubungan kepada semua pelayannya, demikian lah Rasulullah bersikap kepada para pembantun atau budaknya. Rasulullah bahkan tidak membeda-bedakan budak atau pembantunya berdasarkan agama atau sukunya. Tidak pula memaksa pembantunya untuk masuk islam. Melainkan Rasulullah hanya menawarkan kepada pembantunya yang tidak beriman kepada Allah untuk memeluk islam. 

Beliau memperlakukan semua pembantunya dengan baik dan setara. karena, budak atau pembantu Rasulullah telah menganggapnya seperti saudara sendiri. Maka dari itu, Rasulullah memberi makan dan pakaian untuk para pembantunya seperti yang beliau makan dan beliau pakai. Tidak beda. Begitu pun dengan Abdul Quddus, pelayannya seorang Yahudi. Sebetulnya budak atau pelayan Rasulullah ada banyak, tidak hanya Abdul Quddus. Namum semua budak atau pelayan Rasulullah itu dimerkekakan di kemudian hari. Wallahu a'lam bishawab. Semoga kisah diatas bisa bermanfaat, Wassalamu'alaikum wr,wb.


Posting Komentar untuk "Kisah Nabi Muhammad dan Budak Yahudi yang Masuk Islam"