Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Anak Abu Bakar Ashidiq yang Menantang Ayahnya - Kisah Sahabat Nabi

Hidayahilahi.com - Abdurrahman merupakan putra Abu Bakar Shidiq r.a, Abu Bakar sendiri sosok yang pertama kali menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Lain halnya sifat anaknya sendiri yaitu Abdurrahman. Ia sangat keras kepala seperti batu hingga menentang Agama Allah bahkan selalu memerangi kaum Muslimin. Dalam suatu perang Uhud, Abdurrahman mengepalai pasukan pemanah untuk menghadapi kaum Muslimin.

Sebelum dimulai peperangan dimulai perang tanding antar lawan, Abdurrahman lalu tampil maju ke depan dan menghadapi pihak kaum Muslim. Namun tidak disangka Ayahnya sendirilah yang maju untuk melayani tantangan anaknya. Tetapi Rasulullah bertindak menahan maksut Abu Bakar dan menghalangi sahabatnya itu melakukan perang tanding dengan puteranya sendiri.


Sifat keras itulah yang dimiliki Abdurrahman, selalu mengelak atas kebenaran Allah bahkan berani menentang ayah kandungnya sendiri. Suku Arab asli memang terkeanal memiliki ciri menonjol apabila memiliki kecintaan terhadap apa yang sudah diyakininya. Tidak lain Abdurrahman, Ia telah meyakini kebenaran suatu agama atau pendapat yang sejak dahulu sudah dipercaya oleh nenek moyang terdahulu, hingga detik itu Abdurrahaman tidak mampu melepaskan diri. 

Keteguhan hati terhadap keyakinannya tetap kuat hingga tidak terpengaruh keislaman ayahnya. Ia terus membela berhala-berhala Quraisy, berusaha mati-matian di bawah bendera panjinya melawan kaum Muslimin yang telah mengorbankan jiwanya. Kuasa Allah memang tidak dapat dipungkiri, taqdir itu datang kepada Abdurrahman. Dilihatnya Allah Yang Maha Esa memberikan petunjuk hingga mengakar pada diri dan jiwanya hingga Ia menjadi Muslimin, walaupun taqdir tersebut diperlukan proses dan waktu yang lama.

Setelah diberi hidayah oleh Allah SWT, Ia bangkit melakukan perjalanan menemui Rasulullah untuk menjalankan bai'at kepada Rasulullah SAW. Maka bercahayalah Abu Bakar menyaksikan puteranya berniat teguh kembali kepada agama yang haq. Tidak ada sesuatu harapan yang menariknya, dan tidak ada kekuatan yang mendorongnya, semata-mata hal itu karunia hidayah Allah dan taufik-Nya. Setelah meninggalkan agama yang sesat, di masa Rasulullah, Abdurrahman selalu mengambil bagian dalam peperangan. 

Ketika dalam peperangan Yamamah, peran jasanya begitu besar hingga mampu merebut kemenangan dari tentara Musailamah dan orang-oranv yang murtad. Ia juga telah menaklukkan Mahkam bin Thufeil, sosok yang menjadi otak perencanaan bagi Musailamah. Abdurrahaman merencenakan dengan mengepung benteng terpenting yang digunakan oleh tentara Murtad sebagai tempat pertahanan mereka. Mahkam dipukul oleh Abdurrahman hingga rubuh, sedangkan orang-orang yang menyaksikan langsung kabur tunggang langgang, sehingga prajurit Muslimin dapat masuk ke dalam benteng pertahanan musuh.

Ketika dalam situasi darurat, yakni ketika Mu'awiyah hendak memutuskan bai'at sebagai khalifah bagi Yazid, Abdurrahman spontan menolak. Dalam perlawanannya Ia berkta, "Demi Allah, bukan kebebasan memilih yang kalian berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi kalian hendak menjadikannya kerajaan seperti Romawi hingga apabila seorang kaisar meninggal, muncullah kaisar lain sebagai penggantinya...".

Baca Juga:  Kisah Sahabat Rasulullah yang Berpura-Pura Berbuka Puasa

Abdurrahman sudah mengetahui maksud dari Mu'awiyah yang menginginkan perubahan demokrasi dalam Islam. Yang mana rakyat boleh memilih kepala negara secara bebas, yang bertujuan rakyat akan diperintah oleh raja-raja dan kaisar-kaisar yang akan mewarisi kekuasaan secara turun menurun. Saat itu Mu'awiyah berencana untuk menyogok Abdurrahman dengan memberikan seratus ribu dirham. Namun, Abdurrahman melemparkan harta tersebut jauh-jauh dan berkata, "katakan kepada mereka, aku tidak bermaksud menjual agama dengan dunia..!."

Itulah sifat-sifat utama Abdurrahman yang bertambah tajam dan lebih menonjol. Rasa cinta kepada keyakinannya dan kemauan yang dianggap haq dan benar.

Wallahua'lam bishowab

Sumber : Buku 60 Sahabat Rasulullah


Posting Komentar untuk "Kisah Anak Abu Bakar Ashidiq yang Menantang Ayahnya - Kisah Sahabat Nabi "