Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Lucu Santri Kyai Kholil Salah Mengamalkan Do'a

Kisah Lucu Santri Kyai Kholil Salah Mengamalkan Do'a

Apa yang terjadi jika kita mengamalkan do'a salah, namun do'a tersebut tetap manjur? Berikut cerita lucu seorang santri asal Kyai Kholil Bangkalan, Madura yang mempraktikkan do'a tetapi ternyata manjur. Syaikhona KH Kholil adalah seorang ulama besar tersohor di nusantara. Beliau adalah guru dari dua kyai pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia, yaitu KH Hasyim Asy'ari (Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah). Beliau memiliki pondok pesantren di Bangkalan, Madura.

Dahulu, Kyai Kholil yang juga dikenal sebagai wali dan memiliki banyak sekali karomah. Kyai Kholil juga mempunyai pelayan dari salah satu muridnya yang bernama Khodam. Khodam ini bertanggung jawab untuk menjaga kitab-kitab beliau. Ia bertugas membawanya saat kyai mengajar, membersihkannya, dan mengembalikannya ke tempat semula.

Do'a Berkelahi

Suatu hari, saat sedang membersihkan kitab, si khodam secara tidak sengaja melihat di halaman kitab terdapat tulisan "Do'a Aqeqet" dalam huruf Arab. "Wah, ini do'a kesukaanku," kata Khodam dalam hati. Aqeqet atau Akeket adalah bahasa Madura yang artinya 'Berkelahi. Khodam itu segera menghafal do'a yang hanya tinggal beberapa kalimat saja. Setelah merasa telah menghafalnya, dia mengembalikan kitab itu ke tempat asalnya.

Pada suatu hari, si khodam ini terlibat berselisih dengan santri lain yang merupakan ketua pengurus pondok pesantren. Khodam yang tubuhnya kurus biasanya mengalah. Namun kali ini ia ngeyel tak mau mengalah. Dia menantang ketua pengurus pondok yang tubuhnya lebih besar dan lebih berotot. Beberapa saat si khodam komat-kamit membaca "do'a aqeqet" yang telah dia hafal sambil menyingsingkan lengan bajunya. "Maju kamu!" tantang ketua pengurus pondok sambil memakai kopiahnya. "Oh, tentu saja," kata khodam dalam posisi siap tempur.

Mengamalkan Do'a Berkelahi

Pertarungan dimulai. Para santri datang untuk menyaksikan tontonan gratis itu. Sejak awal si khodam terus mendorong ketua pengurus tersebut. Sorakan sorai mulai bergemuruh. Ketua pengurus kaget sekaligus tercengang dengan kekuatan serangan khodam yang selama ini selalu dianggap remeh. Akhirnya pengurus pesantren tersebut menyerah. 

Padahal ia dikenal memiliki berbagai macam ilmu bela diri. Kejadian tersebut membuat si khodam menjadi terkenal. Pada hari berikutnya, banyak santri yang mencoba kesaktian khodam itu. Namun dalam setiap pertarungan, khodam selalu menang. Ketenaran si khodam akhirnya terdengar oleh Syekhona Kyai Kholil. Mungkin karena penasaran, beliau memanggil khodamnya.

Baca Juga : Kisah 3 Karomah Syekh Abdul Qodir Al Jailani Terbang Melayang Di udara

Ternyata Bukan Do'a Berkelahi

"Khodam, Kemari kamu!" panggil kyai. "Baik kyai," jawab khodam dengan ta'dzim menghampiri kyai. "Kudengar kamu selalu menang dalam perkelahian," selidiki Kyai Kholil dengan rasa ingin tahu. “Berkat kitab Kyai,” jawab khodam dengan rendah hati. "Kenapa begitu?" Tanya Kyai Kholil. “Saya mendapat akeket dari kitab kyai,” jelas khodam. “Coba saya mau lihat,” kata Kyai Kholil, semakin penasaran. "Ini kitabya kyai," jawab khodam sambil menunjukkan halaman kitab yang ia baca. 

Dalam huruf Arab, Aqiqah ditulis dengan  عقيقة. Di pesantren memang kebanyakan kitab-kitab bertulisan bahasa Arab tanpa haroqat atau tanda baca. Istilahnya adalah kitab gundul. Dan selain dalam bahasa arab biasanya huruf arab diberi keterangan berupa tulisan arab yang disebut juga dengan huruf pegon. 

Bedanya, meski sama-sama huruf arab, namun huruf pegon ini bukan arab tetapi merupakan bahasa daerah. Biasanya Jawa atau Madura. Karena itu, kata عقيقة yang seharusnya dibaca Aqiqah dalam bahasa Arab justru malah dibaca Aqeqet atau Akeket oleh khodam yang artinya "berkelahi" dalam bahasa Madura.

“Oh, ini do'a Aqiqah nak. Bukan Akeket,” ucap Kyai Kholil. Mendengar penjelasan Kyai tersebut, si khodam pun kaget dan kemudian terunduk malu. Do'a yang dia gunakan untuk berkelahi ternyata adalah doa untuk aqiqah. Khodam salah baca, tapi kok berhasil manjur? Itulah kekuatan doa yang disertai dengan keyakinan yang kuat di dalam hati. Wallahu A'lam Bishowab..




Posting Komentar untuk "Kisah Lucu Santri Kyai Kholil Salah Mengamalkan Do'a "