Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Qais bin Shirmah Sahabat Rasulullah yang Pingsan saat Puasa Ramadhan

Kisah Qais bin Shirmah Sahabat Rasulullah

Hidayahilahi.com- Dulu saat pertama kali diwajibkan puasa Ramadhan, batas waktunya adalah mulai ketika seorang tidur hingga matahari terbenam keesokan harinya. Hal ini membuat sahabat Rasulullah pingsan saat berpuasa. Kisah Qais bin Shirmah, Seorang Petani yang Pingsan Saat Puasa Ramadhan pertama kali di wajibkan. Pada awalnya pelaksanaan puasa bagi umat Islam ditandai dengan tidur hingga matahari terbenam. 

Mereka dibolehkan makan, minum, berhubungan dengan suami istri di malam hari hanya sebelum tidur. Hingga ada yang pingsan saat berpuasa. Suatu hari salah satu sahabat Nabi, Qais bin Shirmah pulang dari sawah. Saat itu adalah bulan suci Ramadhan. Seperti laki-laki lainnya, ketika matahari akan terbenam, mereka mendatangi istrinya untuk berbuka puasa. "Istriku, apakah sudah ada makanan untuk berbuka puasa hari ini?" Tanya Qais kepada istrinya. “Belum ada suamiku, tapi tenanglah aku akan mencarikan makanan untukmu,” jawab sang istri. 

Istri Qais pergi mencarikan makanan untuk suaminya. Tak lama kemudian, sang istri kembali dan memelihat suaminya sedang tertidur. Melihat ini, sang istri kaget dengan rasa iba dan kasihan. “Sungguh, kasihan sekali suamiku! Kamu tertidur dan belum membatalkan puasa!” Kata sang istri. Kemudian sang istri membangunkan suaminya, memintanya untuk makan dan jangan berpuasa dulu keesokan harinya. Tapi Qais menolak tawaran itu, dia tidak mau melanggar perintah Allah. Karena tertidur, maka saat itu ia juga tidak boleh makan dan harus melanjutkan puasanya hingga matahari terbenam pada keesokan harinya.

Qais tetap melanjutkan puasa dan melanjutkan aktivitasnya sebagai petani di sawah. Tiba-tiba di siang hari, Qais bin Syirmah pingsan, karena lelah dan ia juga belum makan. Akhirnya para sahabat melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah SAW dan turunlah Surah al-Baqarah [02]: 187 pada saa itu.

Dihalalkan bagimu pada malam hari bulan puasa bekumpul dengan istrimu; Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah Maha Tahu bahwa kamu tidak dapat menahan hawanafsumu, oleh karena itu Allah mengampuni dan memberi maaf ke padamu. Maka dari itu kumpullah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu.

Baca Juga : Kisah Lucu Sahabat Rasulullah Yang Berhubungan Badan Saat Puasa Ramadhan

Saat itu umat Islam berbahagia, mereka percaya hanya suami istri lah yang diperbolehkan berhubungan, maka tentu saja makan dan minum juga akan diperbolehkan. Kemudian turunlah ayat selanjutnya yang menegaskan bahwa makan dan minum diperbolehkan sampai subuh. "Dan Makanlah, minumlah sampai terbinya fajar, “Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar.”

Kisah di atas diriwayatkan oleh beberapa mukharrij, seperti Imam Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi dan sebagainya. Mereka memiliki pendapat yang berbeda di bagian redaksi, salah satunya pada penjelasan riwayat bahwa Qais bin Shirmah membawa kurma dan meminta istrinya untuk mengolah kurma tersebut. Dalam riwayat lain diceritakan bahwa sebelum kejadian yang menimpa Qais bin Shirmah, terdapat cerita lain yaitu Umar bin Khattab bersetubuh dengan istrinya pada malam hari setelah tertidur, kemudian turunlah ayat tersebut.

Terlepas dari itu semua, kisah ini menghapus ketentuan puasa yang dimulai sejak tidur, menjadi berawalnya terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Memang dalam riwayat Abu Daud disebutkan bahwa “Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ketika orang-orang telah menjalankan sholat Isya', maka diharamkan bagi mereka untuk makan, minum dan berhubungan dengan istrinya”.

Hadits ini mengindikasikan bahwa waktu puasa dimulai setelah Isya'. Menurut Ibnu Hajar al-'Atsqalani disebutkan waktu isya', karena saat itu adalah waktu orang akan tidur. Sedangkan pada hakikatnya waktu berpuasa sebelum turunnya ayat di atas ditandai dengan tidur. Selain itu, kisah di atas merupakan awal mula di syari'atkannya sahur bagi umat Islam, sekaligus untuk membedakan pelaksanaan puasa yang dilakukan oleh orang Yahudi dengan ditandai tidur. 

Demikianlah Kisah Qais bin Shirmah Sahabat Rasulullah yang Pingsan saat Puasa Ramadhan. Semoga kisah diatas bisa menambah wawasan sehingga kita bisa tahu awal mula puasa Ramadhan di wajibkan untuk umat islam. Wallahu Alam bishowab...

Posting Komentar untuk "Kisah Qais bin Shirmah Sahabat Rasulullah yang Pingsan saat Puasa Ramadhan"