Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Seorang Wali yang Tidak Lancar Membaca Surat Al-Fatihah

Kisah Seorang Wali yang Tidak Lancar Membaca Surat Al-Fatihah

Hidayahilahi.com- Dulu Ada seorang Ustadz muda yang ingin bersekolah dengan Syekh Abu Said Abul Khair, seorang tokoh sufi yang terkenal dengan karomahnya. Rumah guru sufi terletak di tengah padang pasir. Ketika ustadz muda tiba di rumahnya, Syekh Abul Khair sedang mengaji. Pada saat Syekh Abul Khair membacakan Surat Al-Fatihah, saat itulah ustadz muda ini merasa tidak puas dengan pembacaan Alquran makhraj Abul Khair, yang menurutnya kurang fasih.

"Bagaimana dia bisa menjadi sufi yang terkenal, bacaan makhrajnya tentang Al Fatihah saja tidak baik, bagaimana saya bisa menjadi muridnya?" guman si ustadz muda yang berniat menahan niatnya untuk belajar dengan Syekh Abul Khair.

Setelah itu, ustadz muda pergi tanpa izin. Namun, begitu dia keluar, dia langsung dihentikan oleh seekor singa gurun yang ganas. Singa itu meraung keras seolah hendak memangsa ustadz muda. Karena ketakutan, ustadz muda itu mundur. Tapi di belakangnya juga ada singa gurun lain yang menghalanginya. Ustadz muda terjebak di tengah tanpa bisa berbuat apa-apa.

Akhirnya ustadz muda itu berteriak keras ketakutan. Begitu mendengar teriakan dari luar, Syekh Abul Khair segera turun dan meninggalkan majelis. Dia memandang ke dua singa gurun yang ganas dan berkata kepada mereka: "Wahai singa, apakah aku tidak menyuruhmu untuk tidak mengganggu tamuku?" Sungguh ajaib, kedua singa yang awalnya terlihat liar kemudian duduk di depan Syekh Abul Khair.

Sufi Abul Khair kemudian membelai telinga kedua singa itu dan menyuruh mereka pergi. Setelah kedua binatang itu benar-benar lenyap, ustadz muda itu tercengang. "Bagaimana Anda bisa menaklukkan singa liar seperti itu?" tanya ustadz muda.

Baca Juga : Kisah Karomah Waliyallah yang Sholat Di Atas Air

“Anak muda, selama ini saya sibuk memperhatikan urusan hati saya. Bertahun-tahun saya mencoba untuk mengontrol hati saya agar saya tidak punya waktu untuk berprasangka buruk terhadap orang lain. Untuk kesibukanku menaklukkan hatiku, Allah SWT telah menaklukkan seluruh jagat raya bagiku. Semua satwa liar di sini, termasuk singa gurun yang ganas, tunduk pada saya, ”ucap Abul Khair.

Ustadz muda hanya diam karena malu. Namun di sisi lain, ia mengagumi karomah yang dimiliki Syekh Abul Khair. "Anda tahu kekurangan Anda, anak muda?" kata Abul Khair. "Tidak, Guru," jawab ustadz muda itu.“Selama ini kamu sibuk memperhatikan hal-hal eksternal hingga hampir lupa memperhatikan hatimu, oleh karena itu kamu takut dengan seluruh alam semesta,” ucap Abul Khair. Ustadz muda akhirnya mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia menetapkan hatinya untuk menjadi murid Syekh Abul Khair.

Demikialah Kisah Seorang Wali yang Tidak Lancar Membaca Surat Al-Fatihah. Walaupun Syekh Abul Khair tidak fasih membaca surat Al-Fatihan, tetapi beliau lebih memperhatikan urusan hatinya. Bertahun-tahun Syekh Abul Khair terus mencoba untuk mengontrol hatinya agar tidak punya waktu untuk berprasangka buruk terhadap orang lain. Semoga kisah ini bisa menjadikan pelantara kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi Aminn.. Wallahu A'lam Bishawab..


Posting Komentar untuk "Kisah Seorang Wali yang Tidak Lancar Membaca Surat Al-Fatihah"