Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tips Agar Sukses dan Berhasil dalam Berpuasa

 

Tips Agar Sukses dan Berhasil dalam Berpuasa

Hidayahilahi.com- Dalam terminologi fiqih, puasa diartikan sebagai menahan makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkan (seperti berhubungan badan di siang hari dan memasukkan benda ke dalam perut) dari subuh hingga matahari terbenam. Definisi ini mengandung makna bahwa siapapun yang melakukan kegiatan tersebut akan dianggap puasanya sah. Namun puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang khusus, dalam hadits qudsi mengatakan bahwa semua amalan manusia adalah untuk manusia itu sendiri, sedangkan puasa untuk Allah SWT, dan Allah akan membalasnya. 

Untuk mendapatkan pahala dari Allah seperti yang dijanjikan oleh-Nya, tidaklah mudah untuk melakukan aktivitas seperti yang disebutkan dalam definisi puasa. Ada beberapa rambu yang harus kita perhatikan dan tidak boleh diterjang. Rambu-rambu ini diisyaratkan oleh hadits Rasulullah SAW yang memberi peringatan bahwa banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja.

Puasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus bukanlah puasa yang tidak sah, melaikan puasa yang juga menahan makan dan minum dan hal-hal yang membatalkan, hanya saja pada saat berpuasa seseorang melakukan hal-hal yang tidak benar (walaupun itu tidak membatalkan puasa) seperti mengucapkan kata-kata kotor, berbohong, membesar-besarkan emosi, memfitnah orang lain, bergosip, berkelahi, mengambil sumpah palsu, melakukan korupsi, dan sebagainya.

Perbuatan seperti itu bisa menghapus semua pahala puasa, walaupun secara syar`i puasa yang dijalankan itu tidak dianggap batal. Lantas bagaimana dengan puasa yang dianggap benar dan berhasil ? Dalam menyikapi hal tersebut tentunya harus detail lagi agar bisa berhasil. Sejatinya Puasa  harus memiliki implikasi duniawi dan ukhrawi. Implikasi duniawi adalah agar puasa itu tidak hanya merupakan kegiatan ibadah yang tidak ada dampak atau atsarnya pada orang yang menjalankannya, apalagi di dunia ini, padahal manusia yang menjalankan ibadah puasa tersebut dalam saat yang bersamaan juga penghuni dunia maya ini.

Namun puasa juga harus memberikan kontribusi yang sangat efektif dalam membentuk kepribadian yang berkualitas, baik dalam keimanan maupun dalam sikap dan tindakan dalam hubungannya dengan manusia dan alam sekitarnya. Sedangkan implikasi ukhrawi tentunya akan mendapatkan pahala yang besar seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, dan diampuni atas dosa-dosanya seperti yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW : 

"Barangsiapa berpuasa atas dasar iman dan hanya berharap pada ridha Allah, maka dosa masa lalunya akan diampuni oleh Allah SWT." Oleh karena itu, suksesnya puasa harus dilihat dari dua sisi yaitu sisi dunia dan sisi akhirat. Dari sisi dunia akan melihat sejauh mana seseorang yang berpuasa dapat menghayati dan membuktikan hikmah puasa dalam kehidupan nyata setelah selesai menjalankan puasa. 

Baca Juga : Tata Cara Sholat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan

Apakah seseorang yang telah selesai berpuasa akan memiliki sikap yang positif, seperti rajin sholat, rajin berdo'a, peka terhadap penderitaan orang lain, sabar dalam menghadapi segala masalah, berdisiplin tinggi dalam jalan hidupnya, taat pada hukum yang ada, mengucapkan kata-kata yang lembut dan sopan, dapat menahan amarah, menumbuhkan kasih sayang kepada sesama makhluk Tuhan, dan sifat terpuji lainnya. Jika sifat-sifat terpuji ini dapat ditorehkan dalam diri seseorang yang berpuasa dan berdiam di dalam dirinya, sehingga membuat orang tersebut berubah menjadi lebih baik, tentu ini bisa dikatakan sebagai puasa yang sukses. 

Sebaliknya jika setelah berpuasa seseorang tetap melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sifat-sifat luhur tersebut, misalnya tetap pelit, malas beribadah, cuek pada penderitaan orang lain, menolak menolong orang miskin dan lemah, tidak memperhatikan nasib, terhadap anak yatim piatu, memeras dan mengeksploitasi orang, melakukan korupsi, tidak disiplin, bahkan melakukan perbuatan keji dan jahat, mekipun ketika dia berhenti berpuasa dari perbuatan tersebut, maka puasa tersebut belum bisa dianggap sebagai puasa yang berhasil.

Sedangkan dari sisi akhirat akan terlihat sejauh mana orang yang melakukan puasa ini dapat menahan diri dari perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa, seperti memfitnah, mengucapkan kata-kata kotor dan jorok, berdusta, bersumpah palsu, mencaci maki orang, melakukan kesalahan, menipu, mencuri, korupsi, dan perbuatan rendah dan tidak terhormat lainnya. Jika saat berpuasa seseorang bisa terhindar dari perbuatan tercela tersebut dan hanya berharap pada ridha Allah SWT saja, maka tentunya puasa tersebut bisa dianggap puasa yang berhasil. 

Sebaliknya, jika seseorang menahan makan dan minum dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sehari penuh, tetapi dia juga bergosip atau korupsi, misalnya, maka puasa orang itu tidak bisa dikatakan berhasil. Jadi sukses tidaknya puasa tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang menahan lapar dan haus serta hal-hal yang membatalkan dari subuh hingga magrib, atau tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang untuk mengontrol diri dari perbuatan tercela dan melakukan perbuatan terpuji saat berpuasa saja, Namun lebih jauh dari itu harus dilihat dampak yang mempengaruhi seseorang setelah menjalankan puasa.

Hal ini dikarenakan puasa Ramadhan dimaksudkan sebagai sarana latihan dan merupakan kawah condrodimuko untuk melatih dan membentuk pribadi yang berkualitas, baik dalam kehidupannya di dunia ini maupun di kehidupannya di akhirat. Puasa harus menjadi pusat pelatihan menjadi lebih baik dalam sebelas bulan setelahnya.

Demikianlah penjelasan mengenai sukses dan berhasilnya dalam berpuasa. Puasa seharusnya menjadi cermin bagi setiap muslim untuk introspeksi diri serta diiringi dengan komitmen untuk merubah dirinya menjadi lebih baik di masa depan. Kita berharap semoga puasa yang kita lakukan sekarang ini hampir mencapai kesempurnaan satu bulan ini benar-benar dapat berdampak positif bagi kita, terutama untuk menghilangkan sifat-sifat negatif yang selama ini melekat pada diri kita, seperti pelit, malas, sombong, suka riya, dan sebagainya, dan sekaligus menarik sifat-sifat terpuji ke dalam diri kita. Amin.. Semoga bermanfaat.. Barakallah Fikum... Wassalamu'alakum wr,wb.


Posting Komentar untuk " Tips Agar Sukses dan Berhasil dalam Berpuasa"