Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Halimah As Sa'diyah, Ibu Susu Rasulullah

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Halimah As Sa'diyah, ibu perawat Nabi Muhammad SAW mengisahkan tentang tradisi warga desa di luar kota Mekkah yang memberikan layanan Asi kepada bayi-bayi warga kota. Penduduk desa Badui mengajarkan tradisi dan bahasa Arab asli yang masih dilestarikan.

Salah satunya adalah Halimah binti Abu Dzuaib As-Sa'diyah. Dia berasal dari Bani Sa'ad bin Bakr. Nama perempuan desa ini menjadi terkenal dan melekat selamanya dalam cerita sejarah, karena satu bayi yang disusui adalah laki-laki hebat sepanjang masa. Sebenarnya Tsuwaibah, budak Abu Lahab juga merupakan ibu menyusui Nabi selama empat bulan. Tapi nama Halimah sebagai Sa'diyah adalah yang paling terkenal.

Kisah Halimah sebagai Sa'diyah dikisahkan dalam kitab Sirah Ibnu Hisham. Suatu hari Halimah dan suaminya meninggalkan desa bersama sekelompok wanita Bani Sa'ad ke kota Mekkah mencari anak untuk disusui. Para wanita ini juga membawa anak kecil yang masih disusui. Termasuk Halimah.

Saat itu musim kemarau. Dia dan suaminya berangkat dengan keledai putih dan unta tua. Pada perjalanan malam, anak-anak kecil dibawa rewel karena lapar. Susu tidak membuatnya kenyang. Orang dewasa juga merasa lapar karena persediaan menipis. Unta tua yang dibawa hanya menghasilkan sedikit susu.

Sesampainya di Mekah mereka berharap segera punya bayi agar bisa membawa upah untuk pulang ke desa. Mereka umumnya mencari keluarga kaya karena imbalannya lumayan besar. Keluarga Abdul Muththalib juga menawarkan untuk menyusui bayi Rasulullah saw. Namun wanita Badui menolak karena bayinya yatim piatu. "Anak yatim? Apa yang bisa diberikan ibu dan kakeknya? " mereka berkata.

Bayi Penuh Berkah

Hari itu semua wanita Bani Sa'ad melahirkan bayi kecuali Halimah. Mereka memutuskan untuk pulang. Tetapi Halimah berkata kepada suaminya, “Demi Tuhan, saya tidak pulang bersama teman-teman saya tanpa membawa bayi yang bisa saya Asi. Saya akan pergi ke yatim piatu. " Suaminya berkomentar, "Kamu tidak salah ingin melakukan itu. Semoga Tuhan memberkati kita dengan yatim piatu. "

Pasangan suami istri tersebut menemui keluarga Abdul Muththalib untuk menerima tawaran menyusui bayinya yang yatim piatu. Kemudian Halimah dan suaminya membawanya ke gubuk peristirahatannya. Di sini Halimah menyusui anak yatim piatu itu sampai kenyang dan tertidur.

Baca Juga :  Peristiwa Dasyat Sebelum Raslulullah Dilahirkan dan Ini Penyebab Sang Ayah Meninggal Dunia

Malam itu suaminya memeriksa unta tuanya sebagai persiapan untuk kembali ke desa keesokan harinya. Yang mengejutkan, susu unta tua yang telah dikempiskan itu tampak penuh. Dia juga tersipu. Dia minum bersama istrinya sampai kenyang. Mereka menghabiskan malam itu dengan perasaan bahagia. Keesokan paginya kabar tentang unta tua ini mengejutkan teman-temannya. "Demi Tuhan, Halimah, kamu telah memiliki anak yang penuh berkah," kata mereka. “Saya juga berharap demikian,” jawab Halimah.

Dalam perjalanan pulang, keledai dan unta tua Halimah bisa berjalan cepat di depan rombongannya. Teman-temannya berteriak, hai putri Abu Dzuaib, berjalanlah perlahan. Bukankah ini keledai yang sama yang kamu bawa kemarin? ” Halimah dan kawan-kawan kaget karena keledai ini merasa berbeda saat dibawa pulang. Menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan gesit. 

Sesampainya di Desa Bani Sa'ad, keluarga Halimah menemukan berkah kembali. Kambing peliharaannya menghasilkan banyak susu dan perutnya membengkak karena kenyang. Padahal, di musim kemarau seperti ini, sulit mendapatkan daun dan rumput untuk pakan kambing.

Warga kaget dan menyuruh penggembala mereka mengikuti kambing Halimah untuk mencari rumput. Begitulah pemberkatan ini berlangsung selama dua tahun. Bayi Muhammad tumbuh besar, sehat, dan kuat. Kemudian saatnya untuk menyapih.

Peristiwa Mengkhawatirkan

Namun ada peristiwa yang membuatnya khawatir. Saat itu, Muhammad kecil dan saudara-saudara angkatnya sedang menggembalakan kambing di halaman belakang. Tiba-tiba kakaknya berlari untuk melaporkan sesuatu yang serius.

“Kakak saya dari Quraish dibawa oleh dua orang berpakaian putih. Kemudian keduanya berbaring. Belah perutnya, "kata anak laki-laki itu. Halimah dan suaminya segera pergi mencari Muhammad. Dia menemukan anak laki-laki itu berdiri dengan wajah pucat. Dia segera memeluknya. "Apa yang terjadi padamu, Anakku?" Tanya Halimah.

Muhammad menjawab, "Dua orang berpakaian putih mendatangi saya. Mereka berdua membaringkan saya, membelah perut saya, dan mencari-cari sesuatu yang tidak saya ketahui di perut saya. " Suaminya berkata, “Halimah, saya khawatir anak ini sakit. Kami membawa anak ini ke keluarganya. " Keesokan harinya Muhammad diserahkan kepada ibunya, Aminah, di Mekkah. Ibunya berkata, "Mengapa kamu membawanya kepadaku, padahal sebelumnya kamu memintanya untuk tinggal bersamamu?"

Halimah menjawab, "Tuhan telah membesarkan anakku. Saya telah menyelesaikan tugas saya. Saya takut karena banyak yang telah terjadi padanya. Jadi aku mengembalikannya padamu. " Kemudian Halimah menceritakan kejadian dua orang yang membawa putranya.

Ibunya berkata, "Apakah kamu takut setan akan mengganggunya? Tidak, demi Tuhan. Setan tidak menemukan cara untuk memasukinya. Memang, putraku akan menjadi orang hebat di masa depan. " Ibunya kemudian memberi tahu dia bahwa ketika dia hamil, dia melihat sinar keluar dari perutnya. Dari cahaya itu dia bisa melihat istana Busra, Syam menjadi bersinar. Saat hamil, terasa ringan dan mudah melahirkan. Subhanallah...

Demikianlah kisah seorang wanita yang pernah menyusui Rasulullah saat masih bayi. Semoga kisah diatas bisa kita ambil hikmahnya Amiin. Semoga bermanfaat Barakallah Fikum, Wassalamu'alaikum wr,wb.

Posting Komentar untuk "Kisah Halimah As Sa'diyah, Ibu Susu Rasulullah"