Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Asal Usul Orang Yahudi Bani Israel Dan Leluhurnya Menurut Islam

 


Sudah dijelaskan dalam Kitab suci Alqur’an Bahwa Bangsa Yahudi atau Bani Israel adalah kaum yang suka berperilaku negative dan gemar memusuhi umat islam, hal ini dijelaskan pula dalam Alquran Surah Al Maidah ayat 82. Sampai sekarang kita bisa menyaksikan banyak konflik antara yahudi Israel melawan umat islam palestina. Meraka tak belas kasih dalam menyengsarakan umat islam disana. Lalu sebenarnya siapa nenek moyang Asal Usul bangsa yahudi Bani Israel..? Simak Artikelnya sampai selesai ya.


ASAL USUL BANGSA YAHUDI BANI ISRAEL DAN NENEK MOYANGNYA

Dahulu bani Israel adalah sebuah bangsa dan kabilah yang berasal dari keturunan Israil atau Nabi Ya’kub As. Nabi Ya’kub As adalah Putra Nabi Ishaq As atau cucu Nabi Ibrahim As, beliau dibesarkan diwilayah bangsa ka’nan di jazirah arab. Awalnya beliau tinggal di palestina, kemudian hijrah ke pedalaman padang pasir selatan palestina tak jauh dari sinai.  

Selama hidup Nabi Ya’kub As memiliki empat istri dan dikaruniai dua belas anak diantaranya: Rawiyin, Syam’un, lewi, Yehudza, Yesakir, Zebloun, Nabi Yusuf As, Bunyamin, Dan, Naftali, Jad dan Asher.

Setelah terjadinya kisah pilu Nabi Yusuf As yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya,  Nabi Ya’kub beserta anak cucunya kemudian memilih berpindah tempat ke mesir. Setelah itu beliau kembali lagi ke palestina, lalu wafat dan dimakamkan disana. 

Sementara anak cucunya atau dikenal dengan sebutan bani israil tetap tinggal dimesir. Setelah wafatnya Nabi Ya’kub As, tonggak kenabian diteruskan oleh Nabi Yusuf As. Nabi Yusuf As berupaya berjuang mendakwahkan ajaran Allah SWT. Namun setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, perjuang Nabi Yusuf As lantas berakhir ketika beliau wafat.

Setelah wafatnya nabi Yusuf As kehidupan Bani israil di mesir kian berubah menjadi buruk. Nasib mereka kian hari kian merana dan menyedihkan. Apalagi ketika dibawah kepemimpinan Raja Fir’aun, orang-orang bani Israel banyak yang mengalami penindasan dan pelecehan oleh Fir’aun. 

Tidak hanya itu mereka juga banyak yang dijadikan budak oleh fir’aun. Kedzaliman fir’aun kepada orang-orang bani israil semakin menggila ketika ia mendengar berita dari tukang ramal bahwa akan lahirnya seorang bayi laki-laki yang kelak akan menghancurkan kerajaan fir’aun.


KISAH NABI MUSA DAN FIR’AUN

Awalnya raja fir’aun pernah bermimpi melihat kobaran api dari Baitul maqdis palestina yang kemudian menghanguskan kota mesir. Para Tukang ramal fir’aun menjelaskan arti mimpi itu, bahwa memang kelak akan ada seorang laki-laki keturunan bani Israel yang akan menghancurkan kerajaanya, mendengar berita itu emosi fir’aun menjadi memuncak. Ia kemudian gencar mencari bayi-bayi laki-laki yang baru lahir dari kalangan bani Israel untuk disembelih.  

Bayi laki-laki yang baru lahir semuanya lantas fir’aun bunuh dan disembelih dengan keji, sedangkan untuk bayi perempuan akan tetap dibiarkan hidup. Itulah ambisi kekejaman fir’aun hanya untuk melindungi kerajaanya dari kehancuran. Selain itu Fir’aun juga mengaku-ngaku kalau dirinya adalah tuhan yang wajib disembah.

Namun Allah SWT maha Penyayang, waktu itu lahirlah Nabi Musa dan Allah selamatkan beliau dari pembantaian fir’aun.  Dimasa dewasanya Allah mengutus Nabi Musa As untuk menyelamatkan dan mengeluarkan bani Israel dari negeri mesir. Nabi musa juga berusaha berdakwah kepada fir’aun untuk mengajaknya bertaubat, menghentikan kezalimanya dan beriman kepada Allah SWT. 

Namun usaha Nabi Musa selalu saja gagal, Fir’aun dengan tegas selalu menolak ajakan dan dakwah nabi Musa As.  Padahal sudah banyak mukjizat-mukjizat  Nabi Musa yang Allah tunjukkan kepada fir’aun, Namun tetap saja fir’aun membangkang.

Dari sinilah awal mula munculnya yahudi yang dijadikan sebagai agama serta syariat. Peristiwa ini disertai dengan adanya perlawanan, pernghianatan, dan kedurkahaan  terhadap Nabi Allah. Nabi Musa kemudian membawa bani israil untuk meninggalkan mesir untuk menuju tanah sinai , namun fir’aun dan bala tentaranya mengetahuinya dan kemudian mengejar mereka. 

Sesampainya ditepi laut, Allah memberikan mukjizat kepada Nabi musa untuk membelah laut merah guna menyelamatkan kaumnya. Nabi Musa dan kaumnya lantas menyeberangi lautan dan selamat, sedangkan Fir’aun dan tentaranya mati tenggelam di lautan.


PEMBANGKANGAN KAUM YAHUDI TERHADAP AJARAN NABI MUSA AS

Kata Yahudi diungkapkan untuk  semua pengikut Syariat kitab taurat yang dibawa oleh nabi Musa As, baik sebelum dan sesudah kitab taurat di ubah-ubah.  Setelah Menyaksikan peristiwa dasyat tenggelamnya fir’aun dan bala tentaranya dilautan ,  orang-orang yahudi kemudian kufur kepada Nabi Musa As. 

Padahal mereka dengan jelas telah menyaksikan banyak mukjizat luar biasa dari Nabi Musa As. Rupanya orang-orang yahudi sudah terpengaruhi paham rezim fir’aun  sehingga membuat akidah mereka hancur. Orang-orang yahudi bani Israel  juga hidup dengan bermalas malasan.

Setelah itu, nabi musa meninggalkan orang-orang bani Israel untuk bermunajat kepada Allah dan mengambil kitab Taurat di bukit  Thur Di wilayah Sinai. Nabi Musa meninggalkan bani Israel selama 40 hari dan menunjuk saudaranya untuk memimpin  bani Israel. Namun setelah bani Israel ditinggal nabi Musa, mereka malah kemudian menyimpang dari ajaran Nabi Musa As. 

Baca Juga: Kisah LUCU Nabi Idris As Prank Malaikat Maut Disurga Hingga Menjerit

Orang-orang bani Israel kemudian membuat berhala patung yang menyerupai anak sapi. Patung anak sapi itu terbuat dari emas dan perhiasan mewah, kemudian mereka lalu menyembahnya sebagai tuhan. Naudzubillah min Dzalik. Itulah kisah asal usul kekufuran orang-orang yahudi bani Israel. Semoga kisah ini bermanfaat. Wallahu A’lamu bishowab.

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Asal Usul Orang Yahudi Bani Israel Dan Leluhurnya Menurut Islam"