Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Mu'adz bin Jabal Sahabat Rasulullah SAW sang Pelita Ilmu

Hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Mu'adz bin Jabal adalah sahabat Rasulullah SAW dari kaum Anshar yang mengikuti Baiat Aqaba, sehingga Mu'adz termasuk salah satu sebagai Sabiqunal al Awalun, sahabat Rasulullah yang pertama kali memeluk Islam. Mu'adz yang memiliki nama panjang Mu'adz bin Jabal bin Amr bin Aus al Khazraji dan memiliki nama panggilan Abu Abdurahman adalah sahabat Nabi yang memiliki kelebihan wawasannya yang luas, pemahaman fiqih yang mendalam serta seorang ulama terkenal. .

Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa Mu'adz adalah sahabat yang paling mengerti antara halal dan haram. Mu'adz bin Jabal lahir di Madinah. Ia datang bersama rombongan 72 orang datang ke Mekkah untuk mengikuti Baiat Aqaba Nabi yang kedua. Saat itu, dia baru berusia 18 tahun ketika dia masuk Islam. Seorang pemuda yang menarik dengan penampilan yang kuat, tinggi, kulit putih dan wajah berseri-seri.

Setelah itu, Mu'adz kembali ke Madinah dengan membawa amanat dari Nabi untuk menyampaikan risalah Islam ke Madinah. Meski usianya saat itu masih cukup muda, namun dengan kelebihan yang dimilikinya serta tekad dan komitmennya yang kuat, Mu'adz mampu menyampaikan dakwah bahkan mampu membawa para sahabat terkemuka untuk memeluk agama Islam. Rasulullah SAW menggambarkan kecerdasan dan keberanian Mu'adz mirip dengan Khalifah Umar bin Khattab.

Baca Juga : Kisah Jenazah Utuh dan Wangi Sahabat Abu Thalhah Al Anshari

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW memerintahkan Mu'adz untuk pergi ke Yaman untuk berdakwah. Sebelum mengantarkannya, Rasulullah bertanya kepada Mu'adz. "Apa pedomanmu dalam menilai sesuatu?" tanya Nabi SAW. "Kitabullah" jawab Mu'adz dengan singkat. "Bagaimana jika kamu tidak menemukannya dalam Kitab Allah?" “Saya memutuskan dengan sunnah Nabi”. “Jika tidak menemukannya dalam Sunnah Nabi?”

"Saya akan menggunakan pikiranku untuk ijtihad, dan saya tidak akan sia-sia". Mendengar jawaban seperti itu dari Mu'adz bin Jabal membuat hati Nabi lega. Wajah Rasulullah berseri-seri seraya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufiq kepada Rasulullah sebagai orang yang diridhai oleh Rasulullah”. Sebagai orang yang berilmu tinggi, Mu'adz dikatakan mampu meraih kekayaan dengan ilmunya.

Selama tinggal di Yaman, Mu'adz mendakwahkan Islam dengan otoritas penuh. Jika salah satu dari mereka memiliki masalah, maka mereka akan datang ke Mu'adz untuk bertanya. Bahkan, seorang Amirul Mukminin Umar bin Khatab tak luput dari menanyakan pendapat Mu'adz bin Jabal. Mu'adz bin Jabal digambarkan sebagai orang yang pendiam, tidak berbicara jika tidak ditanya. 

Bahkan seorang teman menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang keluar dari mulutnya seolah-olah cahaya dan mutiara keluar. Mu'adz bin Jabal wafat pada usia 33 tahun pada tahun 18 H pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Mu'adz wafat di Suriah karena wabah penyakit yang melanda daerah itu parah.

Demikianlah Kisah Mu'adz bin Jabal Sahabat Rasulullah SAW yang sangat luar biasa dalam memperjuangkan islam demi mencari ridho Allah SWT. Kisah diatas memberikan contoh untuk kita sebagai umat Islam agar selalu setia mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Dengan mengikuti ajarannya, Ingsa Allah, Allah SWT akan meridhoi kita Amiin... Semoga bermanfaat ... Barakallah Fikum.. Wassalamu'alaikum wr,wb.

Posting Komentar untuk " Kisah Mu'adz bin Jabal Sahabat Rasulullah SAW sang Pelita Ilmu"