Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Syekh Abdurrahman Bajalhaban Menjadi Waliyullah Karena Memiliki Istri yang sangat Cerewet

Hiayahilahi.com


Hidayahilahi.com- Ada berbagai cara agar Allah mengangkat derajat hamba-hamba-Nya. Baik dengan perintah untuk melakukan ketaatan, atau dengan berbagai ujian. Termasuk ujian memiliki istri yang cerewet dan pemarah. Hal inilah yang dialami oleh salah satu waliyullah asal Yaman, Syekh Abdurrahman Bajalhaban. Di desanya, ia dikenal sebagai sosok yang taat, sabar, dan setia kepada istrinya.

Menariknya, sang istri justru malah dikenal sebagai sosok yang sangat cerewet. Ia sering memarahi Syekh Abdurrahman hanya untuk hal-hal sepele. Meski demikian, Syekh Abdurrahman justru menjadikan kebiasaan buruk istrinya sebagai ladang ibadah dengan tetap sabar menghadapinya. Bahkan cintanya tidak pernah pudar meski istrinya sering bersikap kasar. Dia membalas perlakuan istrinya dengan cinta.

Dalam sebuah riwayat, suatu hari Syekh Abdurrahman ingin berada di khalwat (sendirian di suatu tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah). Ia pun berpamitan dengan istrinya. Bukan do'a istri yang mengiringi kepergiannya, melainkan teguran yang didapatnya.

Singkat cerita, Syekh Abdurrahman pun menunaikan ibadahnya di sebuah bukit tak jauh dari desanya. Tapi ternyata, ada sekelompok orang yang juga melakukan apa yang ingin dia lakukan. Karena memiliki minat yang sama, Syekh Abdurrahman pun memutuskan untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Namun dengan syarat, ia harus mau piket untuk mencari makan selama masa ibadah. Syekh Abdurrahman pun setuju dan bergabung dengan rombongan tanpa memperkenalkan diri.

Saat bergabung dengan rombongan, ia sering melihat teman-temannya piket, mencari makanan yang sangat mudah didapat. Mereka hanya berdoa kepada Allah SWT, kemudian makanan turun dari surga. Jadwal Syekh Abdurrahman tiba untuk mencari makan. Ia bingung harus berdoa kepada siapa agar doanya dikabulkan seperti teman-temannya. Akhirnya, dia berdoa kepada orang suci yang didoakan oleh teman-temannya.

Baca Juga : Kisah Qarun, Orang Kaya Tapi Sombong dan Durhaka di Zaman Nabi Musa AS

Syekh Abdurrahman pun berdoa, "Ya Allah, terima kasih atas kemuliaan wali yang dipuji oleh teman-temanku, maka turunkan makanan yang enak untukku dan untuk teman-temanku." Tidak lama setelah dia berdoa, dia tiba-tiba mendapat makanan yang enak dalam jumlah yang lebih banyak dari yang biasa dilakukan teman-temannya. Melihat doanya yang begitu mudah dikabulkan setelah dia berdoa kepada wali yang biasa didoakan oleh teman-temannya, dia pun yakin bahwa wali yang didoakan itu bukanlah wali biasa.

Usai mendapatkan makanan, Syekh Abdurrahman pun menemui rombongannya. Melihat kedatangan Syekh Abdurrahman, sesaat mereka terkejut melihat makanan yang dibawanya sangat banyak, dan lebih enak dari yang biasa mereka dapatkan. Mereka juga menanyakan bagaimana Syekh Abdurrahman bisa mendapatkan makanan istimewa ini. Syekh Abdurrahman kemudian menceritakan bagaimana dia berdoa dan mendapatkan makanan yang lezat. Syekh Abdurrahman pun bertanya kepada teman-temannya, "siapa sosok wali yang biasa kalian tawasuli itu".

Mereka juga menjawab, “Tahukah Anda, di desa Bajalhaban dekat Bukit Tini, ada orang-orang yang saleh dan sabar. Dia memiliki istri yang cerewet, tetapi meskipun demikian, dia sangat menghormati dan mencintainya. Bahkan, dia tidak pernah melecehkannya. Karena kesabaran inilah, Allah mengangkat derajatnya menjadi waliyullah. Dia dikenal dengan Syekh Abdurrahman Bajalhaban. Sebelum kami berdoa kepada Allah, kami bertawasul terlebih dahulu untuknya” kata salah seorang temannya.

Mendengar cerita itu, Syekh Abdurrahman terperanjat. Bagaimana tidak, ketakwaan dan kesabarannya dalam menghadapi istrinya dibalas dengan kemuliaan yang luar biasa dari Allah.  Syekh Abdurrahman Bajalhaban kemudian bergegas meminta izin untuk pulang. Kini ia sadar, bahwa ia sabar menghadapi istri yang cerewet dan pemarah, ternyata di sisi Allah itu lebih besar nilainya daripada khalwat dengan orang yang beribadah.

Dari kisah Syekh Abdurrahman, kita bisa belajar bahwa terkadang cerewetnya seorang wanita menjadi berkah bagi pasangannya. Bahkan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa salah satu syarat menjadi waliyullah adalah bersabar menghadapi istri yang sangat cerewet. Semoga kisah ini bisa bermanfaat Amiin... Wallahu A'lam Bishowab....

Posting Komentar untuk "Kisah Syekh Abdurrahman Bajalhaban Menjadi Waliyullah Karena Memiliki Istri yang sangat Cerewet"