Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

KISAH TRAGEDI BANJIR & TSUNAMI TERBESAR DI ZAMAN NABI NUH AS

 


Tragedi Tsunami dizaman sekarang ini belum seberapa parah dibanding zaman nabi Nuh As. Dalam islam peristiwa bencana alam berupa banjir dan tsunami terbesar diyakini dahulu terjadi dizaman Nabi Nuh As. Didalam kitab karya imam ibnu katsir juga dijelaskan, upaya nabi nuh dan pengikutnya bisa selamat berkat menaiki sebuah perahu raksasa yang dulu Allah Perintahkan untuk membuatnya. Nabi Nuh diperintah untuk membuat perahu itu dikarenakan kaumnya sudah sulit diharapkan untuk beriman kepada Allah, bahkan orang-orang kafir menantang agar Allah segera menurunkan azab. Siapapun yang ikut menaiki perahu itu, ia akan selamat dari musibah mengerikan itu. Sedangkan orang-orang kafir yang ingkar dan mendurhakai nabi Nuh As mereka semua mati dan binasa, berikut kisah perjalanan Nabi Nuh dan bahtera Besar.


PROSES PEMBUATAN BAHTERA KAPAL NABI NUH AS

Dahulu kala, sebelum proses pengerjaan pembuatan kapal dimulai, Nabi Nuh As terlebih dahulu mulai menanam pohon-pohon jati. Pohon-pohon itu nantinya akan digunakan untuk bahan dasar pembuatan kapal.  Pohon-pohon itu ditanam selama seratus tahun lamanya. 

Dalam membuat kapal raksasa memang tidak sedikit membutuhkan bahan berupa kayu. Begitu pula kapal Nabi Nuh as juga membutuhkan banyak sekali kayu-kayu besar. Kemudian setelah seratus tahun ditanam, pohon-pohon itu kemudian  siap untuk mulai ditebang. 

Setelah pohon-pohon itu di tebang, kemudian mulailah proses pembuatan kapal Nabi Nuh As. Proses pembuatan kapal itu memakan waktu yang cukup lama, butuh waktu seratus tahun untuk menyelesaikan pembuatan kapal itu. Untuk ukuran pasti kapal nabi nuh banyak pendapat yang beda. 

Ada yang mengatakan bahwa Panjang kapal nabi nuh mencapa 2000 hasta, ada yang mengatakani 1200 hasta, dan lebarnya ada 600 hasta dan tinggi 30 hasta. Tapi ukuran hasta untuk tangan orang dahulu dan sekarang tentu jelas berbeda. Manusia zaman dahulu memang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan tinggi dari pada manusia modern seperti sekarang ini.

Semasa proses pembuatan kapal itu, Nabi nuh dan pengikutnya kerap mendapatkan hinaan dan cemohan dari orang-orang kafir. Setiap kali orang-orang kafir melihat nabi Nuh sedang membuat kapal, mereka selalu saja menghina dan menganggap Nabi Nuh dan pengikutnya gila. 

Mereka bahkan berkata “Hei, Lihatlah si Nuh itu! Rupanya dia tambah gila saja, saat musim kemarau seperti ini malah dia buat kapal, lokasinay di atas gunung lagi. Sungguh sudah miring kali otaknya”.  Begitulah sikap biadab orang-orang kafir, rupanya mereka masih tidak percaya dan masih menantang azab Allah yang nyata.

Setelah seratus tahun, akhirnya proses pengerjaan perahu raksasa telah usai. Kapal Nabi nuh memiliki 3 tingkat.  Ruang tingkat bawah kelak digunakan untuk  menampung  hewan dan binatang buas. Sedangkan bagian tengah untuk manusia dan tingkat atas untuk burung-burung. 

Setiap hewan nantinya akan diambil berpasang-pasang agar kelak masih dapat berkembang biak kembali setelahnya. Selain itu Kapal itu juga memiliki pintu-pintu yang terpasang di sepanjang kapal.  Pintu-pintu itu juga memiliki penutup dari bagian atas yang bisa menutupi celah pintu dengan rapat.


TRAGEDI TSUNAMI & BANJIR TERBESAR DI DUNIA

Kemudian ketika perintah Allah telah datang dan hari yang dijanjikan Allah itu telah nyata. Maka bersiap-siaplah akan terjadinya bencana alam terdasyat sepanjang sejarah. Allah SWT berfirman “maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zhalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (Q.S. Al mukminun: 27).

Setelah Nabi Nuh mendapat perintah dari Allah, beliau kemudian menyuruh orang-orang beriman untuk memasuki kapal. Nabi nuh juga mengangkut hewan-hewan dengan berpasang-pasang jantan dan betina. Hewan-hewan yang boleh dimakan ada sebanyak 7 pasangan sedangkan yang tidak boleh dimakan hanya 2 pasangan. 

Burung pertama yang masuk ke kapal nabi nuh adalah burung parkit sedangkan hewan  terakhir masuk kapal adalah keledai. Sedangkan iblis berupaya masuk dengan bergantungan pada ekor keledai.

Dahulu para pengikut nabi nuh merasa khawatir tidak tenang jika singa dan hewan buas ikut naik ke atas kapal. Selain itu keberadaan hewan buas juga dapat mengancam hewan lainya. Kemudian Allah SWT membuat singa terserang demam. Dan itulah penyakit demam pertama yang terjadi dibumi.  

Selain itu para pengikut juga mengeluhkan tikus-tikus yang suka merusak  makanan dan barang barang. Kemudian Allah memberi ilham kepada singa untuk bersin kemudian mengeluarkan seekor kucing darinya. Dari sinilah kemudian membuat tikus-tikus itu ketakutan dan bersembunyi dari ancaman kucing.

Nabi nuh juga berkata “Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan menyebut  nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya tuhanku maha pengampun, lagi maha penyayang” (Q.S Al Hud: 41).  

Kemudian Allah SWT menurunkan guyuran hujan yang sangat deras bagaikan air yang keluar dari geriba.  Allah juga memerintahkan bumi untuk memancarkan air dari segala penjuru.  Air hujan mulai menggenangi dataran-dataran di bumi.  Semburan-semburan dan gelombang air mulai nampak bergeliat di berbagai permukaan bumi.


KISAH ISTRI & ANAK NABI NUH YANG DURHAKA

Ketika fenomena alam itu muncul. Orang-orang kafir mulai kebingungan, mereka banyak yang berlarian dan menyelamatkan diri ketempat yang lebih tinggi.  Nabi nuh waktu itu mengajak keluarganya untuk ikut menaiki kapal, namun apalah daya  istrinya yang begitu beliau cintai ternyata lebih  memilih mengikuti kaum kafir naik ke atas bukit dari pada naik ke kapal. 

Akhirnya Nabi nuh merelakan istrinya yang durhaka itu untuk tenggelam. Namun masih ada harapan untuk keluarga lainya diantaranya adalah putranya sendiri yang bernama kan’an. Nabi nuh masih berharap anaknya mau diajak. 

“Dan Nabi Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, "Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir." Dia (anaknya) menjawab, "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!" (Nuh) berkata, "Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang." Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan. (Q.S Hud:42-43).

Guyuran hujan terus mengalir dengan sangat derasnya. Inilah guyuran hujan terekstrim sepanjang sejarah manusia. Selain itu dari segala penjuru bumi terlihat menyemburkan gelombang air yang sangat dasyat. Gelombang air itu mengakibatkan tsunami yang sangat mengerikan, inilah tsunami paling dasyat yang pernah terjadi di muka bumi ini. 

Baca Juga: Kisah Nabi Nuh Dicekik Dan Dipukuli Hingga Pingsan Oleh Kaum Kafir

Diriwayatkan juga, bahwa air banjir dan tsunami itu  mampu menenggelamkan puncak gunung tertinggi di bumi setinggi 80 hasta.  Guyuran air itu akhirnya menutupi seluruh permukaan bumi baik lembah, bukit, pegunungan, padang pasir dan sebagainya. Tragedi peristiwa yang mengerikan itu akhirnya mengakibatkan seluruh orang-orang kafir tewas dan binasa.  Tidak ada makhluk hidup yang tersisa satupun baik kecil maupun besar. Hanya orang-orang yang beriman dan penumpang kapal nabi Nuh As yang selamat. Subhanallah, semoga kisah ini bermanfaat Wallahu A’lamu bishowab.

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "KISAH TRAGEDI BANJIR & TSUNAMI TERBESAR DI ZAMAN NABI NUH AS"