Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Insiden Jatuhnya Pesawat Jamaah Haji Nigeria Boeing 707-300 Tahun 1973


Dahulu pernah ada beberapa kali insiden dalam dunia penerbangan jamaah haji. Salah satunya adalah insiden jatuhnya pesawat Boeing 707-300 milik maskapai penerbangan Royal Jordanian Aislines.  Dalam sejarahnya Perusahaan itu adalah sebuah perusahaan besar dalam dunia jasa penerbangan. Kantor pusatnya ada di  Amman Yordania. Dahulu perusahaan itu memiliki focus layanan penerbangan di 4 benua.  Pernah pesawat Boeing 707-300 digunakan untuk mengangkut para Jemaah haji Nigeria setelah pulang dari berhaji. Berikut kisah naas meledaknya pesawat Jamaah haji ini.


INSIDEN JATUHNYA PESAWAT BOEING 707-300

Maskapai Royal Jordanian merupakan maskapai besar yang berdiri pada tanggal 9 Desember tahun 1963 dan kantornya berbasis di Bandara Ratu Alia International Airport Yordania. Dahulu perusahaan maskapai Penerbangan Nigeria Airways, pernah  menyewa Pesawat Boeing 707-300 milik maskapai Royal Jordanian.

Rencananya pesawat ini akan digunakan untuk mengangkut pulang para Jemaah haji asal Nigeria dari bandara king Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi menuju Nigeria.  Nigeria sendiri adalah sebuah negara yang berada di afrika barat yang menghadap ke teluk Guinea.

Seperti halnya para Jemaah haji dari seluruh dunia, apabila mereka telah selesai menunaikan serangkaian ritual haji di arab Saudi, mereka kemudian bertolak pulang menuju negaranya masing-masing. Para Jemaah haji Nigeria juga melakukan hal sama, mereka kemudian mengkemasi barang-barang dan mulai menaiki pesawat yang disedikan. 

Rencananya, dengan pesawat Boeing 707-300 ini, para Jemaah haji Nigeria akan di berangkatkan pulang dan terbang menuju Bandara Lagos  international Airport di Nigeria.Dalam penerbangan itu, diketahui ada sekitar 202 orang penumpang , yang terdiri dari 6 awak pesawat  dan 196 penumpang Jemaah haji. Rasa syukur Jemaah haji tampak terlihat sedih dan Bahagia. 

Rasa sedih ketika harus berpisah dengan suasana rindu saat ibadah di baitullah. Dan Rasa Bahagia ketika telah diberi kesempatan Oleh Allah untuk menyempurnakan Rukun Islam yang ke Lima yaitu Berhaji Ke Baitullah bagi yang mampu. Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan haji dan umroh, dikarenakan ibadah itu harus membutuhkan ongkos yang besar dan memerlukan badan yang kuat serta  sehat.

Ketika semua penumpang telah menaiki pesawat, sang pilot kemudian mulai memegang kendali. Kemudian suara mesin pesawat mulai berbunyi kencang, kemudin melakukan take off terbang dari bandara king abdul aziz Jeddah arab Saudi menuju Bandara Mallam Aminu Kano Nigeria. 

Pesawat boing 707-300 waktu itu dikendalikan oleh seorang pilot amerika serikat yang bernama John Waterman. Pesawat itu lepas landas dari jedah pada tanggal 22 Januari tahun 1973. Awalnya penerbangan berjalan lancar seperti halnya penerbangan pada hari-hari biasa, dan sang pilot masih bisa mengendalikan laju pesawat boieng itu.

Namun saat pesawat mengudara terjadi fenomena alam yang cukup buruk. Alhasil karena cuaca ekstrim kemudian penerbangan dialihkan menuju bandara kano. Namung sayang, kota kano yang lokasinya dekat gurun sahara waktu itu tengah dilanda musim dan angin harmattan. 

Angin yang bercampur debu berhembus dengan membentuk kepulan debu padang pasir. Cuaca dingin seperti ini cukup mengganggu pandangan sang pilot saat berada di udara.  Kemudian akibat badai angin debu yang berhembus cukup kuat, mengakibatkan pandangan mata sang pilot sangat terbatas untuk melakukan pendaratan.


MELEDAKNYA PESAWAT & JATUHNYA KORBAN

Ketika siburung besi hendak mendarat , tiba-tiba roda pesawat/ landing gear  mengalami kerusakan. Akibat kerusakan roda pesawat yang masih melaju di landasan dengan cepatnya itu, kemudian mengakibatkan pesawat tergelincir dan terbalik hingga 180 derajat. kecelakaan ini lantas mengakibatkan pesawat terbakar dan meledak dengan kerasnya. 

Namun penyebab lain kecelakaan itu disebabkan karena masalah landasan yang bergelombang  sehingga menyebabkan roda pesawat bermasalah saat menyentuh runway. Namun alasan lain diduga karena pesawat membawa muatan dan bahan bakar yang berlebihan.

Suasana bandara Mallam Aminu kano International Airport kemudian berubah dengan jeritan dan kepanikan. Para penumpang banyak yang terpental saat tergulingnya pesawat boeing 707-300 itu.  Insiden kecelakaan pesawat maut itu lantas mengakibatkan setidaknya 170 jemaah haji dan 6 awak pesawat meninggal dunia. 

Dari 202 penumpang hanya ada 26 penumpang yang berhasil menyelamatkan diri. Banyak pula para Jemaah haji yang juga ikut terbakar hangus didalam pesawat naas itu.  Bagaimana tidak pesawat yang juga membawa minyak bahan bakar juga menjadi factor menambah lebatanya kepulan api yang sangat panas itu.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Insiden Jamaah Haji di Mina Tahun 1990 Sampai 2015

Para petugas bandara kemudian terlihat lalu Lalang menyemprotkan air kearah bangkai pesawat boeing yang terbakar. Lautan api dan asap hitam mencuat di bandara kano waktu itu. Peristiwa mematikan ini lantas banyak menghantarkan penumpangnya menjadi syuhada haji yang insya Allah Syahid. 

Mungkin saat itu adalah jadwal ajal mereka dan harus  kembali ke hadapan Allah SWT dalam kondisi Syahid. Meskipun venomena itu terlihat mengerikan, tapi yakinlah mereka semua adalah para Ahli Surganya Allah SWT.

Para keluarga yang awalnya hendak menyambut dan tengah menanti kepulangan orang tua dan sanak kerabatnya, akhirnya pecah menjadi tangisan yang sangat histeris. Tanggal 22 Januari tahun 1973 ternyata adalah hari perpisahan mereka dengan orang tua dan sanak kerabat tercinta. 

Air mata nampak berlinang dengan derasnya ketika menyaksikan keluarganya hangus menjadi insiden jatuhnya pesawat mematikan itu. Semoga arwah para korban syuhada haji ini diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya, dan Semoga kita semua kelak dapat berhaji dan umroh ke baitullah Amin. Wallahu A’lamu Bishowab.


Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Insiden Jatuhnya Pesawat Jamaah Haji Nigeria Boeing 707-300 Tahun 1973"