Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Karomah Waliyullah Kyai Raden Santri yang belum diketahui banyak orang

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Dalam sejarah kehidupan, Kyai Raden Santri dikenal sebagai waliyullah yang menyebarkan agama Islam di wilayah Kedu dan sekitarnya. Beliau memiliki banyak karomah dan terkadang bertingkah seperti wali jadzab. Salah satu karomah Raden Santri adalah ketika Beliau meminta Sultan Agung membangun masjid sebagai pusat kegiatan dakwah di dusun Santren sebagai tempat tinggalnya. 

Konon bangunan masjid Santren itu telah disiapkan oleh Sultan Agung di Kotagedhe, ibu kota Mataram. Dan dipindahkan oleh Mbah Raden Santri ke dusun Santren, dibawa dan dibungkus dengan sapu tangan. Masyarakat Santren dihebohkan dengan adanya masjid yang dengan sangat cepat dengan mengibaratkan bahwa pada malam hari bedug belum terdengar dan adzan tiba-tiba terdengar suara bedug dan adzan subuh, sehingga masjid santri disebut masjid Tiban. 

Karomah Raden Santri yang lain, yang didasarkan dari cerita masyarakat Gunungpring, dikisahkan bahwa ketika Mbah Raden Santri pulang dari kholwatnya di Gunungpring, ia kebetulan melewati Sungai Lamat Lama yang mengalir dari barat dusun Nepen ke arah dusun Bintaro yang sedang banjir karena membawa lahar dingin dari Gunung Merapi, berkat karomah Beliau, banjir itu dihentikan sehingga beliau bisa menyebrangi sungai itu menuju dusun santren tempat tinggalnya. 

Berhentinya banjir itu menghentikan material lahar dingin Merapi sehingga tampak bebatuan besar kelihatan menonjol. Tempat itu kemudian dikenal dengan nama Watucongol. Belakangan tempat ini menjadi terkenal sebagai tempat berdirinya Pondok Pesantren Darussalam Watucongol pada zaman Simbah Kyai Abdurrauf yang memindahkan pondok tersebut dari kawasan Tempuran dekat pertemuan sungai Lamat dan Blongkeng di Dusun Bintaro. Pindahnya pondok tersebut karena rusak dan dibakar, dibombardir dengan meriam pada Era Perang Diponegoro (1825).-1830).

Baca Juga : Kisah Waliyullah, Jenazahnya Dibuang di Tempat Sampah

Dikisahkan pula bahwa Mbah Raden Santri pernah memindahkan Sungai Lamat lama yang mengalir di sisi barat dusun Santren, dan memindahkannya ke sisi timur dusun Santren untuk menuju Masjid Santren. Pemindahan jalur sungai Lamat dilakukan oleh Ibu Raden Santri dengan membuat jalur baru sungai Lamat dengan tongkatnya. Pemindahan alur sungai di depan masjid untuk memudahkan jemaah masjid dalam berwudhu dan bersih-bersih. Inilah karomah yang lain dari mbah Raden Santri.

Dan tentunya masih banyak lagi kejadian luar biasa terkait kewalian beliau untuk mengenalkan wujud kebesaran Allah SWT. Seperti saat Mbah Raden bertemu dengan warga dusun yang belum sholat. Desa ini sangat tandus dan kering. Kemudian Mbah Raden mengajari mereka sholat dan ketika hendak mengambil air, dia tidak menemukan air. 

Kemudian Mbah Raden berdoa dan meminta kepada Allah untuk memberinya air, lalu seketika itu ada sumur yang memancarkan air yang sangat jernih, kemudian dijadikan sendang. Anehnya, sumur itu sampai sekarang tidak pernah kering, walaupun di saat musim kemarau. Wallahu A'lam Bishowab...

Posting Komentar untuk "Kisah Karomah Waliyullah Kyai Raden Santri yang belum diketahui banyak orang"