Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sahabat Abu Bakar Dan Nenek Tua Buta

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Siapa yang tidak mengenal sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia adalah salah satu orang yang sangat dicintai oleh Nabi. Hidupnya dihabiskan untuk selalu menemani Rasulullah dalam menyampaikan risalah kepada umat manusia. Setelah Wafatnya Rasulullah SAW, ia menjadi khalifah pertama yang menggantikan Rasulullah. Begitu banyak kisah baik yang dilakukan Abu Bakar, bahkan ia tidak segan-segan memberikan seluruh hartanya untuk dibelanjakan di jalan Allah.

Abu Bakar ash-Siddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu 'anhuma adalah para sahabat Rasulullah yang suka berlomba-lomba dalam kebaikan. Mereka berlomba-lomba untuk kebaikan di dunia dan pahala yang besar di akhirat. Ketika Umar bin Khattab melihat apa yang dilakukan Abu Bakar, dia melakukan lebih dari apa yang dilakukan Abu Bakar, sehingga dia menjadi baik dan melakukan lebih dari apa yang dilakukan Abu Bakar. 

Dia mengikuti Abu Bakar ke pinggiran Madinah setelah sholat subuh. Abu Bakar pergi ke pinggiran Madinah mengunjungi gubuk kecil, Umar hanya melihat apa yang dilakukan sahabatnya itu. Setelah beberapa saat, Abu Bakar kemudian meninggalkan gubuk kecil itu. Umar tahu semua perbuatan baik Abu Bakar kecuali apa yang dia lakukan di gubuk kecil itu.

Baca Juga : Kisah Seorang Pemuda yang tidak Pernah Sholat semasa hidupnya, tetapi masuk surga?

Seiring berjalannya waktu, Umar semakin penasaran dengan apa yang dilakukan sahabatnya di dalam gubuk kecil itu. Ia kembali mengikuti Abu Bakar ke pinggiran Madinah. Dia ingin melihat dengan matanya sendiri apa yang dilakukan Abu Bakar di gubuk itu. Setelah Abu Bakar pulang, dia langsung masuk ke tempat itu.

Saat Umar memasuki tempat itu, ia melihat seorang nenek tua yang terbaring lemah tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Nenek itu juga buta kedua matanya sehingga tidak bisa melihat. Tapi Umar melihat tidak ada apa-apa di dalam gubuk kecil itu. Umar pun terkejut dengan apa yang dilihatnya, ia ingin tahu apa yang dilakukan Abu Bakar di rumah nenek tua yang buta itu.

Umar pun bertanya kepada sang nenek, “Apa yang dilakukan orang ini di sini?” Sang nenek menjawab, "Demi Tuhan, dia datang setiap pagi untuk membersihkan dan menyapu rumahku, lalu dia menyiapkan makan malam untukku, lalu dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun padaku."

Mendengar perkataan sang nenek , Umar pun menangis. Ia sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya, seorang khalifah muslim yang rela memberi makan dan membersihkan rumah nenek tua itu setiap pagi.

Dari cerita di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa meskipun seorang pemimpin besar harus memperhatikan orang lain, kepemimpinannya tidak menghalangi dia untuk berbuat baik kepada orang lain. Semua perbuatan baik yang dia lakukan adalah bentuk kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Wallahu A'lam Bishowab...

Posting Komentar untuk " Kisah Sahabat Abu Bakar Dan Nenek Tua Buta "