Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Tobatnya Orang yang Ahli Maksiat

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Cerita ini diambil dari majalah "Al-Ummah Al-Qatriyyah" No 70, dari kolom yang berjudul "TOBAT" yang ditulis oleh Husein Uwais Mathar. Memang sahabaku telah berubah, senyumnya yang lembut dan cerah menyapa setiap telinga, seperti fajar yang menyapa pagi. Padahal, sebelumnya tawanya sering menumpulkan perasaannya dan sakit hati. Kini tatapannya dingin penuh tawadhu. Sementara yang sebelumnya penuh dengan pandangan destruktif. 

Kata-kata yang keluar dari mulutnya kini penuh dengan perhitungan, padahal sebelumnya ia menyombongkan diri disana-sini dan suka menjakiti hati orang, tak peduli dan tak ada beban dosa. Wajah tenangnya diselimuti cahaya hidayah setelah sebelumnya merasa garang dan tanpa belas kasihan. Saya melihat wajahnya, dia mengerti apa yang saya inginkan, dan kemudian dia berkata, "Sepertinya Anda ingin bertanya kepada saya. Apa yang mengubah Anda?" “Ya, aku ingin menanyakan itu padamu”, kataku, wajahmu yang kulihat beberapa tahun lalu berbeda 180 derajat dengan wajah yang kulihat sekarang.

Maha Suci Allah SWT yang telah mengubah keadaan,” ujarnya penuh syukur. Hmm, pasti ada cerita menarik di baliknya," kataku. "Ya cerita seperti yang saya ingat selalu menambah keyakinan saya kepada Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, ceritanya melampaui khayalan, namun fakta yang mengubah arah hidup saya, sekarang saya akan menceritakan semua cerita ini".

"Ketika saya di perjalanan menuju kota Kairo, di salah satu jembatan yang menghubungkan kota tersebut, tiba-tiba seekor sapi dan seorang anak kecil melintas didepan saya, saya kaget dan tidak bisa mengendalikan kendaraan. Tanpa sadar mobil saya terjun ke sungai dan saya kaget sudah berada di dalam air. Saya angkat kepalaku agar saya bisa bernafas, tetapi mobil terus tenggelam dan air hampir memenuhi mobilku, tangan saya langsung menyentuh handle pintu tetapi pintu terkunci. 

Baca Juga : Kisah Taubatnya Sya’wanah Sang Wanita Sufi

Saat itu saya merasa akan mati, yang saya bayangkan adalah perjalanan hidup saya yang penuh dosa dan noda. Semuanya seperti gelap, seolah-olah benar-benar di dalam terowongan yang dalam dan gelap. Kepanikan mencengkeramku dan hatiku berteriak, "Ya Tuhan, selamatkan aku, bukan dari kematian yang akan segera aku alami, tetapi selamatkan aku dari segala dosa yang telah menyelimutiku, saya merasa jiwa saya melayang dan memohon pengampunan kepada Allah sebelum saya bertemu dengan-Nya, ketika saya mengucapkan dua kalimat syahadat, saya mulai merasa seperti sedang sekarat.

Saya mencoba menggerakkan tangan saya untuk meraih sesuatu, tiba-tiba tangan saya mengenai sesuatu yang berlubang, saya ingat!, lubang itu berasal dari kaca depan, yang pecah sejak tiga hari yang lalu, tanpa berpikir lama, saya mendorong begitu keras seperti tubuh saya keluar dari kaca terebut, saya melihat cahaya terang, saya melihat orang-orang menonton dari tepi sungai seraya berteriak agar ada orang yang membantu saya, kemudian dua orang melompat ke sungai dan membawa saya ke tepi sungai. 

Dengan fisik yang lemah saya masih merasa tidak yakin untuk bertahan dan hidup kembali, dari kejauhan saya melihat mobil saya tenggelam perlahan ke dalam air. Sejak saat itu aku merasa benar-benar ingin meninggalkan masa laluku yang penuh dosa, hal itu langsung saya buktikan sesampainya di rumah, aku langsung merobek foto dan poster selebriti idola dan foto wanita setengah telanjang yang sengaja aku pasang di dinding rumahku, lalu aku masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhku di atas kasur sambil menangis.

Baru pertama kali saya merasa menyesal atas dosa-dosa yang telah saya lakukan, semakin keras saya menangis dan semakin banyak air mata mengalir saat tubuh saya gemetar. Kemudian saya mendengar adzan, seperti baru pertama kali mendengarnya. Aku segera bangkit dan segera bergegas mengambil air wudhu. Di masjid, setelah saya sholat, saya menyatakan taubat dan mohon ampun kepada Allah SWT; Sejak saat itu, seperti yang kamu lihat sekarang, wajahku berubah karena pertobatanku."

Aku tercengang mendengar ceritanya dan aku berkata kepadanya, "Berbahagialah saudaraku, segala puji bagi Allah atas keselamatanmu, sungguh Allah telah menghendaki kebaikan untukmu, Allah akan selalu melindungi dan menjagamu, dan menguatkan langkahmu di atas kebenaran”. Amiin.... Wallahu A'lam Bishowab....

Posting Komentar untuk "Kisah Tobatnya Orang yang Ahli Maksiat"