Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Turunya Nabi Nuh Dari Kapal dan Kehidupan Makhluk Setelah Banjir Bandang


Dahulu Nabi Nuh berlayar bersama pengikutnya menggunakan kapal selama 150 hari, hari itu dimulai dari tanggal 1 Rajab hingga tanggal 10 Muharram. Dalam peristiwa banjir dan tsunami dasyat itu menelan korban seluruh orang-orang kafir. Tidak ada satupun korban selamat dari pihak kaum-kaum kafir, karena waktu itu seluruh permukaan bumi rata tertutup air laut. Yang Allah selamatkan hanya orang-orang beriman yang menaiki kapal nabi Nuh As. Dari para penumpang Kapal nabi Nuh kelak akan menurunkan jutaan Manusia sampai sekarang ini. Awal mula ada perbedaan warna kulit, Bahasa dan lain sebagainya, dahulu dimulai dari masa Nabi Nuh As ini.


KEHIDUPAN SAAT MASA BERLAYARNYA KAPAL NABI NUH AS

Dahulu, Nabi Nuh as berlayar dengan kapalnya cukup lama yaitu selama 150 hari. Dalam kitab qishosul Ambiyak karya imam ibnu katsir, Ada banyak sekali peristiwa luar biasa yang terjadi ketika kapal nabi Nuh berlayar. Saat berlayar, hewan-hewan makan dan buang kotoran dikapal juga. Ketika kotoran burung bertumpuk banyak, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk mengusap-usap ekor gajah. Kemudian Nabi Nuh mengusap-usap ekor gajah, tidak disangka tiba-tiba muncullah babi jatuh dari ekor gajah tersebut. Kemudian babi itu memakan kotoran-kotoran burung itu.

Selain itu, tikus-tikus sering kali berulah memakan dan menggerogoti kayu kapal. Bahaya sekali apabila kapal sampai berlubang karena nanti bisa menyebabkan kapal tenggelam. Alhasil kemudian Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk menepuk bagian diantara kedua mata singa. Nabi nuh kemudian menepuk singa itu, Tiba-tiba keluarlah sepasang kucing besar dari hidung singa. Kucing-kucing itu kemudian menghampiri tikus-tikus itu. Alhasil tikus-tikus itu ketakutan dan tidak berani melubangi perahu lagi. Sampai sekarang pun kucing dan tikus masih saja terus bermusuhan. Muka kucing juga nggak jauh-jauh berbeda memang dengan singa.

Seluruh permukaan bumi waktu itu rata dengan lautan air. Lalu bagaimana bisa Nabi Nuh tahu kalau seluruh negeri telah tenggelam..? Jadi dahulu nabi Nuh As mengutus seekor burung gagak. Kemudian burung gagak itu datang dan menyampaikan info-info terupdate waktu itu. waktu itu burung gagak juga melihat bangka-bangkai manusia dan menghampiri bangkai itu. Nabi nuh kemudian mendoakan burung gagak itu agar dia selalu merasa takut. Sebab doa nabi Nuh As inilah hingga saat ini burung gagak tidak suka menghinggapi rumah-rumah orang.

Berbanding terbalik dengan burung gagak, Dahulu nabi nuh juga pernah mengutus Burung merpati untuk mensurvei keadaan seluruh negeri. Kemudian burung merpati itu terbang dan datang dengan membawa daun pohon zaitun  yang ia patok dan mencengkeram buah tin.  Dari sinilah nabi Nuh mengetahui kalau seluruh negeri semuanya tenggelam. Nabi nuh kemudian mengalungkan sayuran hijau di leher merpati itu dan mendoakanya agar selalu tenang dan aman. Karena sebab inilah kemudian Burung merpati menjadi burung yang suka berada di rumah-rumah orang.

Diriwayatkan bahwa dahulu ada delapan puluh orang yang ikut berlayar Bersama Nabi Nuh as di kapal. Mereka berlayar dengan kapal selama 150 hari. Kemudian Allah SWT mengarahkan Kapal nabi Nuh itu kearah Kota suci Makkah. Perahu itupun berjalan menuju Makkah dan thowaf/ memutari ka’bah selama  empat puluh hari. Setelah sekian lama memutari ka’bah, kemudian Allah SWT mengarahkan perahu itu kearah gunung Judi untuk kemudian berlabuh dan bersandar disana.


SURUTNYA BANJIR BANDANG & BERSANDARNYA KAPAL

Ketika Allah SWT berkehendak untuk menghentikan banjir bandang dan Tsunami Dasyat itu, Allah kemudian mengirimkan Angin ke permukaan bumi.  Atas kuasa Allah, air akhirnya berhenti bergerak. Sumber-sumber mata air bumi tertutup, serta membuat air kemudian surut dan menyusut. Setelah sekian lama Nabi Nuh dan pengikutnya terombang-ambing dilautan akhirnya banjir bah kian surut. Permukaan-permukaan tanah sudah mulai terlihat. Nabi nuh lalu mulai membuka penutup kapal.

Allah SWT kemudian berfirman kepada Nabi Nuh as sebagaimana penjelasan dalam Q.S Hud ayat:48 “Difirmankan, ‘Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan  dari kami, bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab kami yang pedih,”. Akhirnya tepat Pada tanggal 10 Suro/ Bulan Muharram, nabi nuh dan pengikutnya dapat kemudian bersandar dan keluar dari kapal.


KEHIDUPAN MAKHLUK SETELAH BANJIR BANDANG

Setelah itu Nabi Nuh as keluar dari perahu dan kemudian turun ke lembah gunung judi. Nah ditempat itulah perkampungan pertama mulai dibangun. Kampung itu kemudian diberi nama dengan Nama Kampung Tsamanin. Diperkampungan itulah kemudian berkembang banyak populasi manusia yang beraneka ragam. Bahkan suatu ketika Bahasa mereka bercampur-campur  menjadi delapan puluh Bahasa. Satu diantara Bahasa-bahasa itu adalah Bahasa Arab.  Namun sebagian dintara mereka  banyak yang tidak memahami Bahasa lainya. Dari permasalahan ini, kemudian Nabi Nuh lah yang berhasil menerjemahkan Bahasa-bahasa diantara meraka.

Dikisahkan, bahwa orang-orang yang ikut dalam perahu Nabi nuh tidak ada satupun yang memiliki keturunan. Hanya Nabi nuh As yang mempunyai anak, Diriwayatan dahulu ada 3 anak Nabi Nuh yang akhirnya menurunkan ratusan juta manusia hingga saat ini. Diantaranya adalah  Sam, Ham dan Yafits. Adapun sam menurunkan orang-orang bangsa arab, Adapun Ham menurunkan orang-orang bangsa Habasyah (afrika), sedangkan Yafits menurunkan orang-orang bangsa Romawi (eropa). Dari sinilah kemudian muncul keturunan dengan beraneka ragam ras hingga saat ini. Ada yang berkulit hitam, putih, coklat dan lain sebagainya.

Dikisahkan, dahulu  Ham menggauli istrinya di kapal saat sedang berlayar.  Sebab itulah kemudian Nabi Nuh as berdoa kepada Allah agar Nuthfah/ air mani ham mengeruh. Alhasil akhirnya Ham kemudian memiliki keturunan berkulit hitam. Keturunan Ham ini banyak berdomisili di Habasyah atau sekarang disebut negara Ethiopia. Lokasi negara itu berada di benua afrika. Dan dapat kita ketahui sampai sekarang ini, bahwa kebanyakan penduduk afrika lebih dominan berkulit hitam. Berbeda halnya dengan keturunan Nabi Nuh yang lain, sebagai contoh keturunan Sam dan Yafits yang menurunkan bangsa arab dan romawi. Kebanyak mereka dominan berkulit putih.

Baca Juga: KISAH TRAGEDI BANJIR & TSUNAMI TERBESAR DI ZAMAN NABI NUH AS

Setelah selesainya Peristiwa Banjir bandang dasyat yang menimpa seluruh dataran bumi, Nabi Nuh kemudian  membuat tempat penyembelihan hewan kurban. Kemudian Nabi nuh menyembelih beberapa hewan dan burung halal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWt kemudian berjanji  kepada Nabi Nuh untuk tidak lagi menimpakan banjir bandang dasyat kembali kepada penduduk bumi.  Sebagai pengingat atas janji itu, kemudian Allah SWT memberikan tanda kepada Nabi Nuh as berupa munculnya pelangi di atas awan.  Subhanallah, Semoga kisah ini bermanfaat, Wallahu A’lamu bishowab.

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Turunya Nabi Nuh Dari Kapal dan Kehidupan Makhluk Setelah Banjir Bandang"