Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inilah Kunci Kesuksesan Rasulullah dalam Menjalankan Bisnisnya

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Dalam menjalankan bisnis, seseorang tentunya harus memiliki seorang guru atau panutan untuk dijadikan sebagai inspirasi dan sumber belajar. Salah satu contoh teladan dalam Islam adalah Nabi Muhammad SAW yang merupakan Nabi dan Rasul terakhir. Dulu awal mula Rasulullah SAW menjalankan bisnisnya, yaitu tanpa modal materi seperti uang. Nabi hanya memiliki sifat yang jujur dan dapat dipercaya (amanah). Berkat sifat ini, Beliau bisa menjalankan bisnisnya sampai ke luar negeri. Saat menjalankan bisnis ini, Nabi bertemu dengan Khadijah yang pada saat itu adalah seorang pedagang yang biasa berdagang dengan negara lain.  

Ketiadaan kedua orang tua membuat Rasulullah dididik oleh pamannya, Abu Thalib. Hal inilah yang membuat Rasulullah SAW memiliki kepribadian yang mandiri dan pantang menyerah. Sebelum menjadi pedagang, Rasulullah menggembala kambing-kambing milik warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk meneladani kisah sukses berdagangnya, mari kia intip kisah dan gaya bisnis Rasulullah berikut ini.

Proses Nabi Muhammad SAW Menjalankan Bisnisnya

Beberapa literatur sejarah menjelaskan bahwa pada masa kecil Nabi Muhammad, pada usia 12 tahun, Beliau sering mengikuti pamannya untuk berdagang ke tanah Syam (Suriah). Ketika Rasulullah tidak punya modal, beliau menjadi manajer perdagangan para investor (shohibul mal) berdasarkan berbagi hasil.

Saat Rasulullah menginjak dewasa, Beliau telah menjadi seorang pengusaha/pedagang hingga berhasil mengembangkan usahanya ke 17 negara. Hal ini membuat Nabi Muhammad disebut sebagai pemimpin (khilafah) perdagangan. Pada saat itulah Rasulullah bertemu dengan Khadijah, seorang wanita yang dewasa dan berbudi pekerti, dan dia memiliki kekayaan yang melimpah karena dia adalah seorang pedagang yang biasa berdagang ke negara lain. 

Baca Juga : Kisah Wanita Terbebas dari Siksa Kubur Karena Berkat Sholawat Nabi

Khadijah kemudian tertarik untuk menitipkan dagangannya untuk dijual oleh Beliau. Pada saat usia pertengahan tiga puluhan, Rasulullah pun banyak terlibat dalam bidang perdagangan separti kebanyakan pedagang-pedagang lainya. Tiga dari perjalanan dagang Nabi Muhammad setelah menikah, telah tercatat dalam banyak literatur sejarah.

Bersikap Jujur dan Amanah

Keahliannya sebagai pengusaha telah membawa keuntungan besar bagi dirinya dan para investornya. Tak satu pun dari jenis bisnis yang beliau tangani mendapat kemerugian. Beliau juga memimpin empat ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Suriah, Jorash dan Bahrain di sebelah timur Semenanjung Arab. 

Dengan hal tersebut bisa beliau capai karena kejujuran dan amanah yang telah ditanamkan padanya sejak kecil. Beberapa contoh sikap Rasulullah adalah tidak pernah mengurangi takaran atau timbangan, selalu mengatakan dengan jujur tentang kondisi barang, baik kekuranagan maupun kelebihanya. Tak jarang, Rasulullah juga melebihkan takaran timbangan, agar para pembeli senang. 

Demikianlah kunci kesuksesan Rasulullah dalam menjalankan bisnisnya yang patut kita amalkan. Semoga kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW bisa mengamalkannya agar kita bisa sukses dalam berbisnis Amiin... Semoga bermanfaat...

Wallahu A'lam Bishowab...

Posting Komentar untuk " Inilah Kunci Kesuksesan Rasulullah dalam Menjalankan Bisnisnya"