Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inilah Tanggung Jawab Seorang Pemimpin Menurut Islam

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Di dalam Al-Qur'an Allah SWT telah menyebut kata khalifah. Pertama, ada dalam Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: " Sesungguhnya Aku menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : "Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padalal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan Mensucikan Engkau?" Allah berfirman : "Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Yang kedua terdapat dalam Surat Shad ayat 26 yang mengatakan, "Hai Daud, kami telah menjadikan kamu khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputuskan (perkara) diantara orang-orang dengan adil dan janaganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena itu akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya! Mereka yang menyimpang dari Jalan Allah akan mendapat hukuman dan azab yang berat, karena mereka telah melupakan Hari Pembalasan."

Jika kita melihat kedua ayat ini, kita dapat memahaminya. Pertama, kata khalifah berarti bermakna pemimpin atau seseorang yang diberi kekuasaan untuk memerintah suatu daerah, baik kecil maupun besar. Dalam hal ini, Nabi Daud As diberi wilayah untuk memerintah Palestina. Sementara itu, Nabi Adam As ditekankan untuk mengelola kawasan itu baik secara potensi atau aktual. Di seluruh wilayah bumi ini dalam sejarah awal kemanusiaan.

Kedua, kita dapat melihat bahwa dalam ayat Surat Al Baqarah ayat 30, Allah SWT menggunakan kata “Sesungguhnya Aku”. Dalam hal ini, Allah ingin menekankan bahwasannya pengangkatan Nabi Adam As, sebagai pemimpin adalah wewenang atau hak Allah SWT. Tanpa ada keterlibatan lain.

Sedangkan dalam Surat Shad ayat 26 disebutkan: “Sesungguhnya kami”. Kata “kami” tidak hanya bermakna membesarkan diri Allah SWT. Melaikan bermakna bahwasannya pengangkatan Nabi Daud As, sebagai pemimpin atau penguasa di Palestina bukan hanya wewenang Allah SWT. Namun, juga ada keterlibatan sosial didalamnya.

Baca Juga : Kisah Balasan Bagi Orang yg Suka Iri Terhadap Orang Lain

Arti dari kedua ayat ini adalah bahwa kata khalifah tidak hanya bermakan pemimpin. Namun, itu juga bermakna pengganti atau representasi Allah di bumi ini. Oleh karena itu, yang ingin ditekankan dalam dua ayat sebelumnya yaitu khalifah atau pemimpin dalam hal ini adalah orang yang menerima amanah. Pada konteks Nabi Adam dalam Surat Al Baqarah ayat 30, Adam mendapat amanah langsung dari Allah SWT.

Sedangkan dalam konteks Surat Shad ayat 26 di wilayah kekuasaan Nabi Daud, Nabi Daud tidak hanya mendapat amanah dari Allah SWT, melainkan juga dari masyarakat. Jadi pemimpin adalah orang yang menerima amanah. Orang yang menerima amanah harus menjalankan amanahnya. Pemberi amanah tersebut adalah Allah SWT dan rakyat.

Oleh karena itu, pemimpin bertanggung jawab kepada Allah SWT. Ia juga harus bertanggung jawab kepada rakyat. Seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab atau yang tidak menjalankan amanah, korupsi, zalim, yang tidak memberikan kebaikan kepada rakyat, maka pemimpin tersebut adalah pemimpin yang melanggar sunnatullah Allah. Dan juga melanggar prinsip-prinsip kepemimpinan dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.

Demikian sedikit penjelasan tanggung jawab seorang pemimpin menurut islam. Oleh karna itu, pemimpin adalah orang yang menerima amanah dan harus bertanggung jawab kepada pemberi amanah yaitu Allah SWT dan masyarakat demi kemaslahatan umat manusia. Semoga bermanfaat....

Wallahu A'lam Bishowab....

Posting Komentar untuk "Inilah Tanggung Jawab Seorang Pemimpin Menurut Islam"