Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Jin yang Masuk Islam

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Alkisah, dulu ada sekelompok jin yang melakukan perjalanan ke Tihamah, sebuah daerah di pesisir Laut Merah, Arab Saudi. Mereka berangkat dari rumah mereka di Nasibain, daerah yang dikenal sebagai tempat tinggal jin. Lokasinya berada di sekitar perbatasan antara Irak dan Suriah. Di antara kelompok itu ada hantu yang bertindak sebagai penasihat. Ketika dia berada di dunia manusia, dia berperilaku seperti seorang sarjana atau dai.

Entah apa tujuan perjalanan mereka. Ada yang bilang mereka hanya pergi jalan-jalan. Yang lain mengatakan mereka terbiasa bepergian seperti manusia. Yang lain mengatakan mereka mencari siapa yang telah menutup rahasia langit. Mengingat bahwa pascadiutusnya Nabi Muhammad SAW, rahasia langit dijaga oleh para malaikat dari curi dengar jin. Apapun tujuan mereka, perjalanan itu menjadi sejarah besar bagi jin. 

Jumlah mereka tidak jelas angkanya. Dikatakan bahwa ada sembilan jin. Cerita lain mengatakan bahwa hanya ada tujuh jin dalam kelompok. Selain jumlah tersebut, ada satu jin yang menjadi ulama atau khatib di antara kaumnya. Ada juga jin yang bernama Zauba'ah. Mungkin dia adalah ulama jin.

Di tengah perjalanan, tepatnya di daerah Nakhla Arab Saudi, para jin tiba-tiba mendengar sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. "Nikmat Tuhan yang manakah yang akan kamu ingkari?!" Sebuah ayat Alquran yang dibacakan dari Surah Ar Rahman menarik perhatian mereka. Ketika mereka mendengarnya, tubuh mereka merinding. Mereka segera mendekati sumber suara. 

Ternyata orang yang mulia itu adalah imam sholat yang dimakmumi oleh sekelompok manusia. Itu adalah Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi dan para sahabat melaksanakan shalat Subuh. Nabi membacakan Surah Ar Rahman saat memimpin jamaah dalam sholat. Jin kemudian bergabung dan duduk di belakang orang-orang. Mereka ingin mendengar syair-syair yang dilantunkan Nabi.

“Diamlah, perhatikan ceramahnya,” ulama jin itu meminta rombongan untuk diam mendengarkan ceramah Nabi. Rombongan jin yang tadinya berbisik-bisik dengan keras kemudian terdiam, sambil menghayati ayat-ayat Al-Qur'an. 

Seperti halnya manusia, jin adalah makhluk ciptaan Allah. Al-Qur'an telah diturunkan ke seluruh alam, Rasulullah telah diutus untuk umat manusia dan jin. Maka ketika mereka mendengar firman Allah dari lisan Rasulullah, tergugahlah hati para jin itu. 

Baca Juga : Kisah Lucu Jin Bodoh yang Dikibuli oleh Seorang Santri

Setelah sholat berjamaah selesai, ulama jin itu mendatangi Nabi. Dia mewakili sekelompok jin itu dan mengatakan dia ingin mendengar lebih banyak ayat dari Al-Qur'an. Maka Nabi pergi bersama jin ke suatu tempat. Nabi Muhammad membacakan ayat-ayat Al-Qur'an kepada sekelompok jin. Ulama jin itu juga sempat berdialog dengan Nabi. Dia belajar Islam darinya. Sampai saat itu, ulama jin menyatakan bahwa ia ingin masuk Islam. Kelompok jin itu ingin menjadi mualaf.

Kemudian mereka bersaksi langsung di hadapan Rasulullah. Mereka pun resmi menjadi Muslim dan bersumpah setia kepada Nabi. Masuk islamnya para jin terjadi di sebuah masjid di Ma'lala, dekat pemakaman Muslim di Mekah. Belakangan, bahkan hingga saat ini, masjid tersebut masih berdiri dan disebut Masjid Al Jin atau juga Masjid Al-Baiah karena kisah jin yang memeluk Islam.

Setelah masuk Islam, jin kembali ke desa mereka. Ulama jin yang langsung belajar dari Nabi Muhammad kemudian memulai dakwahnya. “Wahai umatku, sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang indah. Bacaan itu menuntun ke jalan yang lurus dan itulah yang kami yakini dan kami tidak akan mempersekutukan Tuhan kami,” katanya di hadapan para jin. 

Kemudian gemparlah dunia jin. Dakwah Islam mulai menyebar di dunia jin. Beberapa jin kemudian memeluk Islam dan menghadiri majelis Nabi. Mereka menyembah dan menauhidkan Allah. Sebagian yang lain, seperti halnya manusia, menolak dakwah Islam. Mereka kafir atau tidak memeluk agama lain. Ada juga jin kafir yang berkontribusi membuat manusia menjadi kafir. Beberapa jin lain menjadi tuhan yang dimuliakan oleh sekelompok manusia.

Kisah masuknya jin ke Islam tertuang dalam surah ke-72, yaitu surah al-jin. "Katakanlah (Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadamu bahwa kamu telah mendengar sekelompok jin (akan Al-Qur'an), sesungguhnya mereka mengatakan bahwa kami telah mendengar Al-Qur'an yang indah,  mengarah ke jalan yang lurus, maka kami mengimaninya. Dan kami sekali-kali tidak akan menyekutukan Tuhan kami," Surah al-Jin, ayat 1 dan 2.

Banyak hikmah di balik kisah ini, termasuk dianaranya kabar bagi manusia bahwa jin pun sebagaimana manusia, ada yang beragama islam dan ada juga yang kafir. Jin adalah makhluk Allah, jadi mereka tidak layak disembah. Wallahu A'lam Bishowab.....

Posting Komentar untuk " Kisah Jin yang Masuk Islam "