Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Mukjizat Rasulullah "Berkah Makanan yang Tak Kunjung Habis"

 


Hidayahilahi.com - Banyak kejadian aneh yang telah dialami para sahabat dan hal ini sangat mengherankan mereka sebab keanehan ini terjadi pada sesuatu yang mereka punyai, baik itu makanan maupun buah-buahan yang tak kunjung habis berkat Rasulullah saw. Dari Muslim meriwayatkan sebuah peristiwa dari sahabat Jabir r.a. sebagai berikut. Suatu ketika, ada seorang Arab Badui yang datang kepada Rasulullah untuk meminta sekadar makanan. Rasulullah pun memberikan permintaan orang Badui itu dengan memberinya kira-kira setengah kwintal beras merah. Setelah orang Badui itu menerima beras dari Rasulullah, ia pun langsung pulang dan sejak itu ia tidak pernah muncul lagi kehadapan Rasulullah. Dan aneh sekali  sebab beras pemberian Rasulullah setelah dimasak tidak kunjung habis walaupun orang Badui itu mengambil beras itu untuk dimasak setiap harinya. Beras merah yang ada di dalam karung seakan tidak pernah berkurang.

    Hal ini membuat orang Badui itu merasa heran dan penasaran. "Aneh sekali, Walau beras itu aku ambil setiap hari, namun tak berkurang sedikit pun", pikirnya. Rasa penasaran dalam hatinya tidak dapat dibendung lagi sehingga pada suatu hari ditumpahkannya beras dalam karung itu ke dalam tempat yang lain untuk diketahui seberapa banyak sebenarnya isi beras di karung tersebut. Maka ia mengetahui bahwa isi karung itu masih tetap setengah kwintal beras. Tanpa curiga sedikit pun, ia lalu mengembalikan kembali beras tersebut ke dalam karung. Sejak saat itu, beras itu semakin berhari semakin berkurang karena diambil satu takar demi satu takar untuk dimasak. Setelah beras itu habis, ia datang lagi kepada Rasulullah dan menceritakan apa yang dialami pada dirinya dan menyatakan keheranannya atas pemberian Rasulullah itu. Maka Rasulullah berkata, "jika beras itu tidak kamu takar ulang maka ia bisa memenuhi kebutuhan selama hidupmu."

    Kisah ini serupa namun tidak sama, yang dialami oleh seorang wanita muslimah yang bernama Ummu Malik. Ia juga mengalami keanehan seperti yang terjadi pada orang Badui tadi. Kisah ini diriwayatkan oleh Muslim dari sahabat Jabir r.a. Wanita yang bernama Ummu Malik mempunyai minyak Samin yang ditaruhnya pada sebuah tempat yang terbuat dari kulit unta. Pada suatu hari, tiba-tiba ia ingin sekali memberikan minyak samin itu kepada Rasulullah. Maka, tanpa berfikir panjang lagi, ia pun memberikan semua minyak samin yang dimilikinya kepada Rasulullah saw. Tidak berapa lama setelah kejadian itu, tiba-tiba datang anaknya yang meminta minyak samin itu untuk lauk pauk. Ummu Malik menjelaskan bahwa minyak samin itu telah habis. Namun, anaknya tidak percaya dan menangis karena keinginannya tidak terpenuhi. Melihat anaknya yang menangis, Ummu Malik menjadi kebingungan, bagaimana ia mendapatkan minyak samin lagi sedangkan minyak samin miliknya sudah dihadiahkan  semua kepada Rasulullah saw. Dengan rasa bingung, ia iseng kepada anaknya untuk mengambil minyak samin dan membuktikan bahwa minyak samin yang dimilikinya telah habis.

    Tetapi alangkah terkejutnya ia ketika melihat wadah minyak tersebut telah penuh dengan minyak samin kembali. Seakan tidak percaya dengan penglihatannya sehingga ia meyengaja mencelupkan ujung jarinya ke minyak tersebut. Ternyata minyak itu benar-benar ada, lalu ia buru-buru mengambil secukupnya untuk memenuhi keinginan anaknya. Maka, dengan penuh rasa syukur, Ummu Malik pun menggunakan minyak itu untuk keperluan sehari-harinya. Namun, ia semakin heran dan takjub saja mengalami kenyataan ini. Minyak samin yang setiap hari ia ambil, masih tetap utuh isinya seakan-akan ia tidak pernah mengambilnya. Rasa heran yang dialaminya membuatnya penasaran seberapa banyak sebenarnya isi minyak tersebut. Tanpa berfikir panjang, ditakarlah minyak itu dengan takaran lain. Setelah itu, ia taruh lagi di tempat semula. Sejak saat itu, minyak samin yang dipakai setiap hari semakin berkurang dan akhirnya habis sama sekali. Kejadian yang membuatnya merasa aneh dan menakjubkan kemudian dilaporkan kepada Rasulullah pada kesempatan yang lain. Beliau pun tersenyum demi mendengar penjelasan dari Ummu Malik dan kemudian berkata, "Seandainya engkau tidak menguras minyak samin itu maka minyak tersebut bisa engkau gunakan untuk keperluan hidupmu selamanya." 

    Kisah lain juga dialami oleh keluarga  muslim yang taat beribadah, yakni Abu Thalhah dan istrinya Ummu Sulaim. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas bin Malik, Abu Thalhah barkata pada Ummu Sulaim, "Aku mendengar suara Rasulullah  saw, sudah sangat lemah sekali dan ini menunjukkan bahwa beliau dalam keadaan lapar. Apakah engkau sekarang mempunyai makanan untuk Rasulullah?" " Ya, aku masih mempunyai sepotong roti", jawab istrinya. Lalu roti yang hanya sedikit itu dimintanya kemudian dibungkus dan diberikanlah kepada Ummu Sulaim agar diberikan kepada Rasulullah, yang pada saat itu beliau sedang berada di masjid bersama para sahabat lainnya. Setelah sampai di hadapan beliau, belum lagi Ummu Sulaim menyerahkan bungkusan yang dibawanya, Rasulullah lebih dulu bertanya, "Apakah engkau telah diperintahkan oleh Abu Thalhah ?" "Benar ya Rasulullah, aku diperintahkan oleh Abu Thalhah kemari," jawabnya.

    "Apakah engkau ke sini untuk menghidangkan makanan untuk kami?" tanya Rasulullah. "Benar, kedatanganku kemari untuk memberitahukan akan hal itu" jawab Ummu Sulaim. Tanpa diduga oleh Ummu Sulaim, Rasulullah mengajak semua sahabat untuk ikut bersama-sama ke rumah Abu Thalhah. Umu Sulaim terkejut dan merasa kebingungan karena tidak menyangka akan hal itu. Maka, cepat-cepat ia pulang untuk memberitahu kepada suaminya. Sungguh , ia merasa kebingungan karena di rumah tidak da makanan sedikit pun kecuali sepotong roti yang akan diberikan kepada Rasulullah.  Dan roti itu pun masih digenggamnya. Sesampainya di rumah maka diceritakanlah kejadian yang dia alami. "Rasulullah hendak datang kemari bersama sahabat-sahabatnya sedangkan kita tidak mempunyai makanan untuk mereka kecuali sepotong roti itu," kata Ummu Sulaim. Abu Thalhah menjawab dengan tenang, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui."

Baca Juga : Kisah Mukjizat Rasulullah Dapat Membaca Hati Orang-orang yang Akan Berbuat Kejahatan

    Tidak lama kemudian wajah gembira Abu Thalhah pun menyambut kedatangan Rasulullah dan para sahabat serta mempersilahkan mereka untuk. masuk kerumahnya. Rasulullah kemudian memanggil Ummu Sulaim dan bertanya, "Apakah engkau mempunyai makanan?" Ummu Sulaim menjawab,"hanya sepotong roti, ya Rasulullah." Lalu beliau menyuruh Ummu Sulaim untuk mengaduk roti tersebut dengan satu baskom air dengan diberi penyedap rasa secukupnya. Setelah semua siap, beliau mendekati baskom tersebut dan membacakannya dengan bacaan Masya Allah (sesuatu yang dikehendaki Allah). Kemudian Rasulullah memanggil para sahabat yang ada di rumah Abu Thalhah untuk mendekati beliau sambil membawa piring kosong. Beliau berkata, "mendekatlah ke sini sepuluh orang." Dan kesepuluh orang orang tadi mendapat jatah satu piring adonan roti yang dituangkan dari baskom. Beliau terus menyuruh sahabat yang lainnya mendekat untuk mengambil makanan tersebut hingga seluruh sahabatnya yang berkisar kurang lebih 80 orang sahabat semua mendapat jatah makanan sehingga tidak ada yang kelaparan di rumah Abu Thalhah. 

Ummu Sulaim dan Abu Thalhah merasa lega sebagai tuan rumah, ia terhindar dari rasa malu karena suguhan tidak merata dan hal itu disebabkan berkat pertolongan mukjizat Rasulullah. Wallahu a'lam Bishowab




Sumber : Kumpulan Kisah Mukjizat Rasulullah SAW (MB. RAHIMSYAH.AR)

Posting Komentar untuk "Kisah Mukjizat Rasulullah "Berkah Makanan yang Tak Kunjung Habis""