Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Seorang Pemuda Durhaka wafatnya Husnul Khatimah

hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Dulu, ada seorang pemuda bernama Dzin Nun Al-Mishri. Suatu hari ia sedang berjalan-jalan di pasar Basrah, ia melihat sesosok jenazah muslim dipikul oleh empat orang laki-laki. Tak satu pun dari para peziarah menyertai mereka. Ia pun penasaran dan mengikuti jenazah itu dengan empat orang yang memikulnya.

Setelah sampai di depan musholla, empat orang tersebut menurunkan keranda  jenazah dari pundak mereka. Dzin Nun Al-Mishri  bertanya: “Wahai saudara-saudaraku! Di mana keluarga dan tetangga jenazah ini, agar menjadi imam dalam sholat jenazah? ”. Salah satu orang menjawab: “Kami berempat hanya buruh memikul jenazah dengan janji mendapat ongkos. Tak ada satu pun orang yang mengetahui ihwa apa saja tentang jenazah ini.

Dzin Nun Al-Mishri  pun bingung dan kaget dengan jawabannya. Karena tidak ada orang lain selain kami berlima, maka Dzin Nun Al-Mishri lah yang menjadi imam sholat jenazah. Setelah jenazah dibawa ke kuburan dan dikubur sampai selesai, dan Dzin Nun Al-Mishri bertanya kepada mereka: “Bagaimanakah perangai dan berita dari jenazah ini? Tolong beritahu aku! ”. “Kami tidak tahu, ada seorang wanita yang menyewa kami untuk membawa jenazah ini, dia mengikuti kami di belakang.

Ketika Dzin Nun Al-Mishri  sedang berbicara dengan empat orang setelah pemakaman, seorang wanita tiba-tiba datang kepada Dzin Nun Al-Mishri. Dari penampilan dan perawakannya, pertanda bahwa dia adalah wanita yang baik dan sholihah. Dia menangis, hatinya begitu sangat susah hingga meneteskan air mata. Ketika berdiri di atas makam, dia membuka wajahnya dan mengangkat tangannya ke langit. Dia berdoa sambil menangis, sesaat kemudian jatuh ke tanah dan pingsan. Setelah sadar, dia tersenyum dan terlihat sangat bahagia.

Dzin Nun Al-Mishri sangat terkejut dan penasaran dengan kejadian itu dan kemudian ia memberanikan diri untuk bertanya, bagaimana kisah pemuda yang meninggal ini? Dan apa yang membuat Anda menangis dan pingsan? , lalu tersenyum bahagia?.  Wanita itu menjawab, “Pemuda yang meninggal itu adalah anakku, dia masih sangat muda, suka melakukan perbuatan keji dan maksiat, dia selalu melakukan maksiat dan selalu menunjukkan maksiat dan dosa di hadapan tuhannya., kemudian dia mendapat penyakit serius dan komplikasi selama beberapa hari.

Baca Juga : Kisah Wanita Yang Ikhlas Kehilangan Penglihatanya Demi Terhindar Dari Fitnah

Menjelang kematiannya, dia berkata kepadaku: “Wahai ibuku! Saya mohon kepadamu agar ibu melaksanakan wasiat saya. Pertama: Ketika saya mati, jangan beri tahu siapa pun tentang kematian saya, karena sebenarnya mereka akan mencaci maki dan mencera saya karena keburukan perbuatan saya dan banyaknya dosa saya.

Kedua: Tulislah di cincin saya ini kalimat "La ilaaha Illa Allah Muhammad Rasulullah" dan letakkan cincin itu di kain kafan saya agar Allah merahmati saya karena di cincin itu tertulis kalimat itu. Ketiga: Ketika aku mati, letakkanlah pipiku di atas debu dan letakkanlah telapak kakimu di atas wajahku dan katakan: “Ini adalah pembalasan bagi orang yang mendurhakai tuhannya dan meninggalkan perintahnya dan menuruti hawa nafsunya.

Keempat: Bila engkau telah menguburkanku, maka berdirilah di atas kuburku dan angkat tanganmu ke langit dan katakan: “Ya Tuhanku, aku telah meridha’i anakku. Ya Tuhanku, ridla’ilah anakku”. Ketika anak saya meninggal, saya melakukan semua yang menjadi wasiatnya, ketika saya mengangkat tangan saya ke langit, saya mendengar suara anak saya dengan fasih berkata: “Wahai ibuku, pulanglah!. Aku telah tiba di hadirat tuhanku yang agung. , Dia tidak marah padaku bahkan meridha'iku".

Wanita itu melanjutkan perkataannya: “Wahai Dzin Nun! Karena mendengar suara anakku, aku tersenyum dan merasa senang. Begitulah kisah aku dan anakku”.  Kisah ini ada dalam buku 101 Kisah Menegakkan Iman Leluhur Budi karya KH. Moch. Djamaluddin Ahmad (pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras) Jombang Jawa Timur, terbitan Pustaka Al-Muhibbin. Wallahu A'lam Bishowab.....


Posting Komentar untuk "Kisah Seorang Pemuda Durhaka wafatnya Husnul Khatimah "