Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ancaman Bagi Orang yang Melalaikan Shalat Subuh

 

"Rasulullah menjadikan shalat Subuh sebagai tolak ukur keimanan seseorang, sekaligus pembeda antara orang yang beriman dan orang yang munafik"



Hidayahilahi.com - Shalat Subuh merupakan ujian keimanan bagi setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah swt. Jika ia melaksanakan shalat Subuh berjamaah secara konsisten dengan penuh keikhlasan, maka ia adalah mukmin sejati. Namun jika ia malas menjalankannya, atau menjalankan tetapi selalu kesiangan atau bahkan meninggalkannya sama sekali, hal ini justru menjadi pertanyaan iman orang tersebut kepada Allah swt. Allah swt menegaskan  pada ayat berikut :

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah swt akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah swt kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa': 142)

Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata :

"Ada seseorang diadukan kepada Nabi saw bahwa ia masih tertidur hingga pagi hari tanpa mengerjakan shalat. Maka Nabi saw bersabda, "Setan telah mengencingi telinganya.." Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang lalai dari mengerjakan shalat Subuh akan mendapatkan kerugian berupa :

1. Dicap sebagai orang yang munafik

2. Dihinggapi rasa malas dan kegundahan

3. Terlepas dari jaminan Allah Swt dan Rasul-Nya

4. Akan memperoleh siksa kubur




SHALAT SUBUH MERUPAKAN UJIAN TINGKAT KEIMANAN KEPADA ALLAH SWT


    Ujian adalah sunah ilahiyah yang sudah berlaku sejak NabiAdam diciptakan. Allah Swt menjadikan ujan sebagai standar keimanan seseorang. Dengan ujian, menjadi nyatalah keimanan seseorang, apakah ia seorang mukmin sejati atau hanyalah pembohong. Salah satu bentuk ujian yang dimaksud salah satunya yaitu shalat Subuh. Mengapa shalat Subuh disebut ujian ? Karena dengan shalat Subuh akan terlihat ragam kualitas keimanan seseorang yang mengaku beriman kepada Allah swt. Ada yang mengerjakan tepat waktu di masjid, ada yang mengerjakan tepat waktu di rumah, ada yang terlambat waktu mengerjakannya, ada yang malas-malasan, dan ada yang kadang mengerjakan kadang tidak dan lain-lain. Bagi orang mukmin pasti ia akan mengerjakan shalat wajib berjamaah  secara berjamaah di masjid pada awal waktu. 

Rasulullah menjadikan shalat Subuh untuk membedakan antara orang mukmin dengan orang munafik. Bahwa orang munafik sangat berat untuk menjalankan shalat Isya' dan Subuh. Demikianlah, apabila Rasulullah saw meragukan keimanan seseorang, beliau akan menelitinya pada shalat Subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati. Ubay bin Ka'ab r.a berkata, "Suatu ketika saat Rasulullah saw shalat Subuh, beliau bertanya, "Apakah kalian menyaksikan bahwa si Fulan shalat ?" Mereka menjawab, "tidak." Beliau berkata lagi, "Si Fulan?" Mereka menjawab, "tidak." 

Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya') adalah shalat yang berat bagi orang orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada di dalam shalat Subuh dan Isya', maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak." (HR Ahmad dan Nasa'i). Saking besarnya permasalahan ini sampai-sampai Rasulullah saw sosok yang dikenal sangat kasih sayang dan lemah lembut terhadap umatnya, hendak membakar rumah-rumah umatnya yang melalaikan shat Subuh. Seseorang yang lulus ujian shalat Subuh, yaitu yang konsisten menjalankannya tepat waktu dengan berjamaah di masjid (bagi laki-laki), dan tepat waktu di rumah bagi perempuan, sungguh Allah swt akan melimpahkan kepadanya karunia dan anugerah yang luar biasa. 


Posting Komentar untuk "Ancaman Bagi Orang yang Melalaikan Shalat Subuh"