Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Ahli Ibadah Masuk Neraka Sedangkan Ahli Maksiat Masuk Surga

Dahulu kala, Rasulullah SAW pernah mengisahkan tentang dua orang teman yang juga bersaudara tetapi memiliki nasib yang berbeda. Saudara yang satu, dia adalah Ahli maksiat, ia suka sekali melakukan berbagai macam dosa dan kemaksiatan. Kewajiban sebagai seorang hamba juga banyak yang ditinggalkan. Seperti yang kita tahu balasan bagi para pendosa adalah azab dan siksa Allah yang sangat pendih dan menyakitkan. Namun, meskipun ia suka bermaksiat, tetapi Allah SWT malah memasukkannya kedalam surga. 

Berbeda halnya dengan saudara yang kedua, ia adalah Seorang yang taat kepada Allah dan gemar beribadah kepadanya. Ia juga pantas disebut sebagai Ahli ibadah. Seperti yang kita tahu, balasan untuk orang-orang Ahli ibadah adalah Kemuliaan dan Kenikmatan untuk menjadi Ahli Surga.

Namun kenyataanya, Allah SWT malah memasukkan Ahli ibadah itu kedalam neraka. Lho kenapa bisa begitu, berarti Allah SWT tidak adil, masak ahli ibadah dimasukkan neraka sedangkan ahli maksiat masuk surga. Keputusan Allah itu bukan semena-mena tanpa Alasan, Berikut kisah Artikel selengkapnya:

Dimasa lalu, hiduplah dua orang dari golongan bani Israel. Mereka berdua adalah teman sekaligus bersaudara. Namun ada yang membedakan diantara mereka, Yaitu yang satu Ahli ibadah sedangkan yang satunya Ahli maksiat yang suka lalai terhadap kewajibanya. 

Sering sekali Orang Ahli ibadah menjumpai dan menyaksikan kawanya melakukan banyak perbuatan dosa dan kemaksiatan. Si Ahli ibadah juga sering mengingkari, menasihati, dan melarang aksi kemaksiatan kawanya itu.

Karena sering terus-terusan diingkari dan dilarang bermaksiat, Si Ahli Maksiat merasa gelisah atas tidakan temanya yang Ahli iBadah itu. Suatu ketika, Pengingkaran Ahli ibadah semakin keras dan menjadi-jadi, Sontak saja Si Ahli Maksiat berkata kepada Ahli iBadah “Biarkan saja aku Bersama Tuhanku, Emangnya kamu itu diutus untuk mengawasi diriku..?” 

Mendengar penuturan kawanya yang Ahli maksiat itu, Sang Ahli Ibadah lantas bersumpah dan berkata “Sumpah Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, atau tak akan memasukkanmu ke dalam Surga selamanya..?

Si Ahli iBadah merasa bahwa perbuatan Kawanya yang Ahli maksiat itu sudah kelewatan batas hingga tak kunjung bertaubat. Oleh sebab itu ia berani bersumpah dan berkata kepada temannya itu bahwa Allah tidak akan memaafkan perbuatan maksiatnya dan tidak pula memasukkanya kedalam Surga.

 Padahal tidak pantas seorang hamba berkata seperti itu, itu sama saja membatasi kehendak Allah, karena sebenarnya semua keputusan ada ditangan Allah. Hanya Allah yang mampu memutuskan apakah seorang hamba masuk surga atau masuk neraka.

Kemudian suatu hari, Allah SWT mencabut nyawa Ahli ibadah dan Ahli maksiatt itu, keduanyapun akhirnya meninggal dunia. Kemudian keduanya dihadapkan kepada Allah SWT. Allah SWT lantas berfirman kepada Orang Ahli ibadah “ Apakah kamu mengetahui tentang Ku, ataukah kamu mampu terhadap (Rahmat) yang ada di tangan-Ku?” 

Allah SWT lalu berfirman kepada si Pendosa Ahli Maksiat “Pergilah Kamu lalu Masuklah kamu kedalam Surga dengan Rahmat-Ku”. Allah SWT lantas memasukkan Ahli Maksiat itu kedalam Surga sedangkan Ahli Ibadah dimasukan kedalam Api Neraka.

Betapa malangnya Ahli ibadah itu, ia kini harus mendekam didalam neraka yang sangat panas dan mengerikan. Inilah balasan untuk orang-orang yang gegabah dan suka memvonis sesat saudaranya sendiri yang suka bermaksiat. Seharusnya sebagai seorang hamba, ia harus senantiasa berhati-hati terhadap ucapanya itu dan jangan sekali-kali mendahului kehendak Allah SWT, karena hal itu bisa memancing Murka Allah. 

Karena Rahmat dan ampunan Allah SWT itu sebenarnya sangat luas bagi para hamba-hambanya. Hendaklah seorang Hamba bersabar saat mengajak kebaikan kepada saudaranya, dan jangan mudah memvonis buruk kepada meraka.

Berbalik beruntung bagi Ahli Maksiat yang mendapat ampunan dan Rahmat Allah SWT, ia bisa memasukki surga Allah yang sangat penuh dengan kenikmatan. Kisah ini menjadi bukti betapa besar RAhmat dan kasih sayang Allah kepada Umat-umatnya. Allah bisa saja mengampuni dosa-dosa seorang pendosa tanpa taubat jika Allah sudah berkehendak. 

Dari kisah ini, bukan berarti kita disuruh bermaksiat saja dan tidak perlu beribadah, melainkan kita harus menjaga ucapan kita dari murka Allah SWT. Adapun ibadah adalah sebuah kewajiban seorang hamba kepada Tuhanya. Semoga kita semua kelak dimatikan dalam kondisi husnul khotimah dan menjadi penghuni surganya Allah SWT Amin. Wallahu Alamu bishowab.

Baca Juga: Kisah Ashabus Sabti - Penduduk Desa Yang Dikutuk Allah Menjadi Kera

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Ahli Ibadah Masuk Neraka Sedangkan Ahli Maksiat Masuk Surga"