Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Ashabul Ukhdud Episode 2 - Wafatnya Pemuda Beriman


Kisah tentang ashabul ukhdud memang sangat menyedihkan. Melanjutkan kisah pada episode sebelumhya, bahwa setelah wafatnya Sang rahib dan juga teman raja yang beriman, Penderitaan selanjutnya kembali dirasakan oleh Ghulam/ sang pemuda.

Pemuda itu kemudian dihadapkan kepada baginda Raja, ia lalu dibujuk dan dipaksa oleh sang Raja untuk meninggalkan agamanya, menurut sang raja Pemuda itu bisa diandalkan untuk memperkuat kekuasaan kerajaanya karena memiliki banyak sekali kelebihan dan sifat yang luar biasa.

Sang Raja berkata “Tinggalkanlah Agamamu..!” Namun bujukan dan paksaan Sang raja, Ditolah mentah-mentah oleh pemuda itu. Ia lebih memilih tetap beriman kepada Allah SWT. Hal ini lantas membuat sang baginda Marah, ia lalu merencanakan pembunuhan terhadap pemuda itu.

Sang Raja lalu memerintahkan prajuritnya “Bawalah dia kegunung ini dan itu. kemudian bawalah dia naik ketasnya. Setelah kalian semua di puncaknya, jika dia bersedia meninggalkan agamanya maka lepaskan dia untuk pergi. Akan tetapi jika dia tak mau meninggalkan Agamanya, maka lemparkan saja dia”.

Setiap si Pemuda hendak di bunuh, Sang raja selalu berpesan kepada prajuritnya agar memberikan kesempatan bebas jika pemuda itu mau meninggalkan Agamanya. Namun  sang Pemuda tetap teguh pada Agamanya. Akhirnya prajurit kerajaan membawa pemuda itu keatas gunung untuk dilemparkan dari puncak kedalam jurang curam.

 Si Pemuda lalu berdoa “ Ya Allah, Lindungilah diriku dari (kejahatan) mereka dengan sesuatu yang engkau kehendaki”. Atas kekuasaan Allah, gunung itu lalu bergetar dan bergoncang kuat sehingga membuat para perajurit berjatuhan kedalam jurang.

Pemuda itu akhirnya selamat, dan pergilah ia menemui sang Raja dengan berjalan kaki. Setelah menghadap sang Raja, pemuda itu lalu menceritakan peristiwa yang telah menimpa dirinya dan juga para prajurit. Sang Raja bertanya “Bagaimana kondisi rekan-rekanmu..?” Pemuda menjawab “ Allah telah melindungiku dari kejahatan mereka”.

Mendapati berita itu, sang raja masih tetap marah ia lalu berkata kepada prajuritnya “Bawa dia menuju kapal, kemudian bawalah dia menuju tengah lautan. Jika dia bersedia meninggalkan Agamanya maka lepaskanlah dia. Tetapi kalau tak bersedia meninggalkan Agamanya, Lemparkan saja ia ke laut”.

Sang Raja terus menakut-nakuti pemuda itu Agar mau murtad dari agamanya. Namun Pemuda itu masih tetap kukuh beriman kepada Allah SWT. Kemudian para prajurit membawa pemuda itu ke tengah laut dengan menggunakan sebuah kapal, Para perajurit lalu berlayar menggunakan kapal sesuai intrruksi yang diberikan sang Baginda Raja.

Pemuda beriman itu nantinya akan dijeburkan dan dilempar kedalam air laut apabila masih keras kepala dan tidak mau meninggalkan Agamanya itu.Meskipun di paksa dan disiksa seribu kalipun, keimanan pemuda itu tidak akan pernah luntur dan rontok. Pemuda itu masih memiliki tuhan yaitu Allah yang akan selalu melindunginya dari bahaya dan kejahtan manusia.

Si Pemuda lalu berdoa kepada Allah “ Ya Allah, Lindungilah diriku dari (kejahatan) mereka dengan sesuatu yang engkau kehendaki”. Atas kekuasaan Allah, kapal yang ia tumpangi akhirnya terbalik dan hanya dialah yang selamat. Para prajurit kerajaan semuanya tenggelam kedalam laut.

Setelah itu, kembalilah si Pemuda untuk menghadap sang Raja dengan berjalan kaki. Peristiwa itu benar-benar membuat Sang Raja mlongo, Bisa-bisanya dirinya yang mengaku Tuhan tidak bisa membunuh pemuda itu.

Raja bertanya “Bagaimana kondisi rekan-rekanmu..?” Pemuda menjawab “ Allah telah melindungiku dari kejahatan mereka”.  Pemuda melanjutkan “Kamu tidak akan mampu membunuhku sebelum kamu melaksanakan seseuatu yang aku perintahkan”. Perkataan pemuda itu sungguh membuat sang Raja penasaran

Sang Raja lalu bertanya “ Apa itu..? “ “Kamu kumpulkanlah seluruh orang-orang ditanah lapang, dan saliblah aku diatas batang kurma, sesudah itu ambillah sebilah anak panah dari sarung panah milikku,. Sesudah itu letakkan anak panah itu dibusur, lalu bacalah ‘ Dengan Menyebut Nama Allah, Tuhan si Pemuda. Sesudah itu baru panahlah aku, kalau kamu melaksanakan itu, maka Kamu baru bisa membunuhku” jawab Si Pemuda.

Sang Raja menyadari memang ia tidak bisa membunuh pemuda itu secara sembarang, pemuda itu sebelumnya terkenal akan kesaktiannya yang luar biasa. Sudah banyak upaya yang diluncurkan untuk menghabisi nyawa pemuda itu, Namun tetap saja ia selalu kembali dengan kondisi selamat. Namun kesempatan kali ini tidak disia-siakan, Sang Raja lalu mencoba membunuh Pemuda itu dengan beberapa cara yang sudah di jelaskan oleh Pemuda itu. Pemuda itu benar-benar tidak bisa dihabisi kecuali dengan caranya sendiri.

Setelah mengetahui cara membunuh pemuda itu, Sang Raja lalu mengmpulkan rakyatnya di tanah lapang. Tubuh si pemuda lalu disalib diatas batang pohon kurma. Selanjutnya alat yang digunakan Raja untuk membunuh pemuda itu, diambilkanlah sebilah anak panah dari sarung panah milik pemuda itu.  Anak panah yang telah didapat, lalu di pasang pada busur panah.

 Kemudian sang Raja berucap “ Dengan menyebut Nama Allah, Tuhan pemuda ini “, Lalu sang raja melesatkan anak panah ke arah tubuh pemuda itu. Setttt bug, Anak panah akhirnya mengenai tepat sasaran. Lesatan anak panah akhirnya mengenai pelipis pemuda itu, Pemuda itu lalu meletakkan tanganya pada luka dibagian pelipisnya, Seketika itulah Pemuda itu akhirnya Wafat meninggal Dunia.

Pemuda itu bukan berarti bodoh mencari kematian, melainkan ia menginginkan orang-orang yang menyaksikanya agar beriman kepada Allah dan tidak mempercayai seorang raja yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan.

Dan Akhirnya benar, Semua orang lalu mengucapkan “Kami beriman kepada Tuhan pemuda itu, Kami beriman kepada Tuhan pemuda itu, Kami beriman kepada Tuhan pemuda itu”. Subhanallah…Lalu bagaimana kisah selanjutnya  Orang-orang beriman itu..? Simak artikelnya di episode selanjutnya ya..! Wallahu A’lamu bishowab.

Sumber: Shahihul Qoshos An-Nabawy

Baca Juga: Kisah Ashabul Ukhdud Episode 1 - Wafatnya Sang Rahib di Gergaji Raja kafir

Baca Juga: Kisah Ashabul Ukhdud Episode 3 - Wafatnya Wanita dan Bayi Terakhir Yang Beriman

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Ashabul Ukhdud Episode 2 - Wafatnya Pemuda Beriman"