Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Seorang Wanita Cerdas Menasihati Seorang Ulama

www.hidayahilahi.com


Hidayahilahi.com- Dulu pada suatu ketika Muhammad Ibnu Ka'ab Al Kurazi memberikan penghormatan kepada al-Qasim Ibnu Muhammad ketika istrinya meninggal. Di hadapan Al Qasim Muhammad Ibnu Ka'ab menceritakan kisah seorang ahli hukum dan ahli ibadah di kalangan bani Israel, yang ditinggal wafat oleh istrinya.

Sang Ulama tersebut begitu sangat terkesan dan sangat mencintai istrinya. Karena kesedihannya, ia sampai mengurung diri di rumah dan tidak mau bergaul dengan warga masyarakat. Bahkan dirinya samapai benar-benar tidak mau ingin dikunjungi oleh siapa pun. Suatu hari seorang wanita datang kepadanya yang ingin bertemu dengannya dan meminta fatwa kepadanya. Dengan sabar, Wanita itu pun menunggu di depan pintu rumahnya. 

Namun ulama yang ditunggu tetap saja menolak untuk memenuhi permintaan wanita itu. Namun, wanita itu tidak menyerah ia terus saja berdiri di depan rumahnya sampai salah satu dari mereka membantunya menyampaikan kepada Ulama, bahwa ada seorang wanita yang ingin meminta fatwa Anda, dia sangat ingin sekali bertemu dengan Anda.

Baca Juga : Kisah Ahli Ibadah Yang Kecanduan Maksiat Karena Mabuk Minum Khamr

Meskipun orang-orang telah pergi, Dia masih tidak jauh dari pintu rumah Anda. “Akhirnya, Ulama itu  mengizinkan tamu wanita itu dan berkata, kalau begitu izinkanlah ia masuk.”  Setelah mendapat izin masuk, wanita pun masuk dan menyampaikan. "aku datang kepadamu untuk meminta fawa tentang  sesuatu." Tentang Apa ?" Tanya Ulama.

Wanita itu kemudian menyampaikan pertanyaannya, “Saya telah meminjam perhiasan dari tetangga saya. Saya juga memakainya untuk sementara waktu. Tapi kemudian mereka mengirim utusan kepada dirinya untuk mengembalikan perhiasan itu.

Pertanyaannya, apakah saya harus mengembalikannya?" Ulama itu terkejut dengan pertanyaan yang sudah bisa dijawabnya. Beberapa saat ulama itu diam dan tidak berbicara, akhirnya ia berkata: "Demi Allah, tentu saja perhiasan tersebut harus dikembalikan. “Itu Lebih berhak kamu mengembalikannya kepada mereka. Apalagi mereka telah meminjamkanmu untuk sementara waktu.” Ketika dia mendapat jawaban itu, wanita itu berkata, “Semoga Allah merahmatimu. 

Lalu mengapa kamu bersedih atas apa yang telah Allah pinjamkan kepadamu?  Dulu Dia telah pinjamkan seorang istri kepadamu lalu sekarang Dia mengambilnya lagi. Padahal Dia lebih berhak atasnya." Ulama itu pun sadar atas apa yang dikatakan wanita yang ada dihadapannya itu. Pada saat yang sama, Allah pun memberikan manfaat atas apa yang dikatakan wanita itu.

Kisah ini hampir mirip dengan kisah Ummu Sulaim dan Abu Tholhah, intinya adalah bersedih jika kita ditinggal oleh orang yang sangat kita sayangi, seperti sahabat Umar bin khottab yang tidak terima jika Nabi Muhammad SAW dikatakan wafat ketika Nabi Muhammad SAW wafat, pasti sedih, tapi kita harus ingat bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT, Ingatlah filosofi tukang parkir, mereka tidak keberatan jika motor atau mobil yang mereka jaga diambil lagi oleh yang punya.

Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kesabaran atas segala musibah yang menimpa kita, termasuk ditinggalkan oleh orang yang paling kita cintai, dan Allah SWT selalu memberikan keikhlasan atas segala kehendak-Nya Amiin... Wallahu Alam Bishowab....

Posting Komentar untuk " Kisah Seorang Wanita Cerdas Menasihati Seorang Ulama"