Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Empat Ciri-ciri Orang Yang Mendapat Nikmat Dari Allah SWT

www.hidayahilahi.com

Hidayahilahi.com- Dalam Al-Qur'an surat Ar-Rahmaan ayat 13 dengan jelas disebutkan, "Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?". Begitu banyak nikmat dari Allah untuk kita hamba-Nya yang ternyata masih sering kita lupakan untuk bersyukur. Ketika Allah memberi kita berkat tubuh yang sehat, misalnya, kita malah menggunakan kesehatan tubuh kita untuk berfoya-foya, royal atau melakukan kejahatan dan perzinahan. Hingga kala Allah mencabut nikmat kesehatan tubuh dari kita, barulah kita sadar bahwa kita telah benar-benar menyia-nyiakan segala nikmat Allah yang amat besar kepada kita.

Salah satu nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita adalah HIDAYAH. Ya, hidayah untuk menjadi seorang muslim atau muslimah, hidayah untuk menutup diri dengan hijab, dan hidayah dari masa jahiliyah yang dulunya banyak melakukan dosa dan zina kemudian hijrah menjadi sosok yang bertaubat dan bertekad mengabdi kepada-Nya di jalan dakwah. 

Dalam Al-Qur'an, Surat Ibrahim ayat 34 disebutkan, “Dan Dia telah memberimu (kebutuhanmu) dari semua yang kamu minta kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan bisa menggapainya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim, dan sangat ingkar (dari nikmat Allah)”. Ayat tersebut sudah jelas untuk terus mengingatkan kita bahwa nikmat Allah itu sungguh besar, namun seringkali kita sendiri yang jarang mensyukurinya.

Berikut ini adalah empat ciri orang yang memperoleh nikmat Hidayah dari Allah. Dan ketika keempat hal tersebut ada dalam diri seseorang, maka dapat dipastikan hidupnya tidak akan pernah lepas dari kebahagiaan karena ia selalu dekat dengan Allah SWT.

Keikhlasan

Orang yang ikhlas adalah orang yang selalu mencari keridhaan Allah SWT. Apapun yang dia lakukan hanyalah demi mengharap keridhaan Allah, agar dia meninggalkan apa yang dibenci Allah dan menjalankan semua yang Allah perintahkan tanpa kecuali. Dia akan sangat takut jika Allah marah karena cintanya kepada Allah SWT melebihi cintanya pada dunia dan seisinya.

Orang-orang yang tulus atau ikhlas adalah orang yang langka. Karena kita tahu bahwa ketulusan itu mudah di mulut tetapi sulit di konsep. Allah akan terus menguji hamba-Nya yang sangat Dia cintai dengan berbagai ujian kesabaran hingga hamba itu menjadi manusia yang mukhlasin, yang ikhlas dan ridha dengan segala sesuatu yang Allah kehendaki untuknya. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

Hal ini dijelaskan dengan sangat jelas dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6, "Dengan kitab itu Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti kehendak-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan ke jalan yang terang bersinar dengan izin-Nya, dan mengarahkan mereka ke jalan yang lurus”.

Baca Juga : Kisah MUALAF MASUK ISLAM SETELAH MENDALAMI KITAB INJIL BIBEL

Iman dan Cinta kepada Allah SWT

Iman yang didasari dengan cinta yang sebenar-benarnya kepada Allah, melebihi segala cintanya kepada dunia dan isinya, tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Allah SWT selalu mencintai kita. Sehingga ketika kita merasa bahwa Allah jauh dari kita, sebenarnya bukan Allah yang jauh, tetapi kita sendiri yang jauh dari-Nya. 

Imam Syafi'i berkata, "Ketika hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah akan timpakan kepadamu sakitnya harapan karenanya. Agar kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain-Nya. Maka Allah melarang kamu dari hal itu, agar kamu kembali berharap hanya kepada-Nya”. Jangan sampai kita menjadi seorang hamba yang terjerumus melupakan Allah hanya demi makhluk fana bernama manusia.

Bagi mereka yang mencintai dan mengimani kepada Allah SWT melebihi dari dunia dan seisinya, sudah pasti hidup mereka akan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Karena ia percaya bahwa Allah selalu bersamanya, dalam keadaan suka maupun duka. Dan Allah akan selalu menjadi penolongnya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Amal kebaikan

Salah satu ciri nikmat hidayah yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia cintai adalah kemudahan seorang hamba dalam melakukan perbuatan amalan-amalan keabaikan demi selalu dekat dengan-Nya. 

Tidak mudah untuk terus istiqomah atau terus menerus dalam amal kebaikan. Karena setan tidak akan pernah bosan menggoda Anak Adam agar mereka menjadi sahabatnya kelak di neraka. Na'udzubillah.

Untuk itu, bagi seorang hamba telah mampu istiqomah dalam amal baiknya, bersyukurlah, karena itu berarti nikmat hidayah yang telah Allah berikan. Agar kesinambungan itu tidak dirusak oleh kekufuran atau rasa tidak puas kita yang membuat kita terjerumus ke dalam godaan setan untuk lebih mementingkan dunia dan segala isinya daripada Allah.

Bersabar

Orang yang sabar adalah orang yang pantang menyerah, tidak putus asa, tidak mengeluh, dan tidak berhenti walaupun ada hambatan atau kegagalan yang menghalangi langkah hidupnya untuk mencapai impian atau harapannya. Ia akan terus berusaha untuk mewujudkan harapan dan impiannya dalam upaya mencari keridhaan Allah SWT dalam setiap langkah hidupnya.

Segala kesulitan hidup tidak membuatnya takut. Maka bagi hamba yang telah mencapai titik ini, bersyukurlah dengan rasa syukur yang sebanyak-banyaknya. Karena itu berarti Allah telah menempatkanmu pada kedudukan yang tinggi sebagai hamba tercinta yang telah Dia berikan rahmat hidayah dan kasih sayang dari-Nya yang tak terhingga.

Itulah empat ciri yang ada pada seorang hamba yang telah diberikan hidayah oleh Allah SWT dalam hidupnya. Jika kita menemukan diri kita belum seperti itu, maka banyaklah istighfar, mohon ampun kepada Allah, karena bukan Allah yang menjauh, tetapi karena kita sering lupa bahwa hanya Dialah yang selalu ada di dekat kita. Wallahu Alam Bishowab....

Posting Komentar untuk "Empat Ciri-ciri Orang Yang Mendapat Nikmat Dari Allah SWT"