Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inilah !! Kebenaran Ciri-ciri Mimpi Bertemu Rasulullah SAW Menurut Ulama


Hidayahilahi.com - Alam arwah lebih luas dibanding alam jasad, dan lebih tak terbatas. Demikian itu karena arwah tidak terbatas oleh ruang maupun waktu. Di alam arwah ini, tidak ada tabir-tabir maupun hijab yang memisahkan di antara ruh. Karena alam ruh itu bersih, sehingga Rasulullah SAW mendorong para sahabat agar dapat bermimpi yang baik. Serta menganjurkan untuk memberi kabar mimpi baik itu kepada Rasulullah SAW.

Para sahabat Nabi seringkali berharap supaya memperoleh mimpi yang baik, bahkan mereka berdo'a kepada Allah SWT agar mendapatkannya. Lantas mereka menceritakan mimpi itu kepada Nabi supaya beliau menafsirkan mimpi tersebut. Begitu juga ketika Rasulullah bermimpi suatu hal, beliau pun menuturkan mimpi itu kepada mereka, ketika Rasulullah bermimpi didatangi malaikat dan membawanya. Lalu malaikat menunjukkan isi neraka kepada beliau.

Tidaklah masuk akal jika seseorang berusaha untuk membahagiakan diri, memberi kesenangan pada ruh dan jasadnya dalam waktu yang ia lalui dalam keadaan terjaga. Kemudian meninggalkan begitu saja waktu yang panjang dalam hidupnya, yang ia habiskan dalam tidur, tanpa memberi makna apa pun, lalu menjadi orang yang bahagia.

Sesungguhnya Allah SWT memberikan kemampuan terhadap jin dan setan untuk menjelma dalam wujud yang baik maupun buruk. Allah menganugerahkan mereka kemampuan menampakkan diri dalam mimpi-mimpi manusia menurut kehendak mereka dan dalam sosok-sosok yang mereka inginkan.

Jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia, dan mengetahui seluk beluk dalam diri manusia yang tidak diketahui oleh manusia itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri manusia mengikuti aliran darah.” Akan tetapi Allah mencabut keistemawaan bangsa jin dan setan untuk menjelma ke dalam mimpi manusia itu dalam rupa Rasulullah SAW.

Mereka tidak akan sanggup menjelma dalam wujud Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau: “Barang siapa melihatku dalam mimpi, ia benar-benar telah melihatku. Sebab, setan tidak bisa menyerupai wujudku." (HR. Bukhari)

Maka dari itu, barang siapa bermimpi bertemu Rasulullah SAW, berarti ia benar-benar telah melihat beliau, dan tidak aka ada keraguan sedikit pun. Lain halnya dengan bermimpi melihat sosok selain Rasulullah SAW. Karena bisa jadi, setanlah yang menampakkan diri dalam wujud orang tersebut. Karena setan ingin menjerumuskan manusia dalam fitnah dan kesesatan.

Lalu Bagaiamana Agar Kita Mengetahui Rasulullah SAW dalam Mimpi?

Para ulama menjelaskan bagaimana orang yang bermimpi dapat mengetahui bahwa sosok yang ia lihat dalam mimpinya itu benar-benar Nabi Muhammad SAW, atau bukan melalui tiga cara, yaitu :

1. Sosok yang ia lihat dalam tidur itu berkata kepadanya, misalnya, “Aku adalah Rasulullah” atau “Aku adalah Muhammad bin Abdullah” atau “Aku adalah Nabimu” atau ungkapan-ungkapan lain yang mengandung makna yang sama.

2. Terbesit dalam hati orang yang bermimpi, dan ia sangat yakin bahwa pribadi yang ia lihat dalam mimpi itu adalah Nabi Muhammad SAW, tanpa ada seorang pun yang memberitahunya.

3. Dalam mimpinya ia bertemu seseorang yang mengatakan kepadanya, “Sungguh, orang yang kaulihat ini…” atau “Orang yang telah berbicara kepadamu …” atau “Orang yang akan kau lihat atau akan berbicara kepadamu…” atau “Orang yang akan menemuimu atau yang akan kau temui adalah Nabi Muhammad SAW” baik orang yang berkata itu terlihaat oleh orang yang bermimpi atau hanya terdengar suaranya.

Melihat cara di atas, orang yang bermimpi bisa meyakini bahwa sosok yang ia lihat dalam mimpi itu benar-benar Nabi Muhammad SAW, tanpa keraguan mimpi yang dialaminya.



Sumber : Abdul Aziz Ahmad Abdul Aziz (Ulama Asal Mesir)


Posting Komentar untuk "Inilah !! Kebenaran Ciri-ciri Mimpi Bertemu Rasulullah SAW Menurut Ulama"