Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Kematian Sahabat Anshar di Pangkuan Rasulullah SAW

 


Hidayahilahi.com - Dikisahkan dalam buku tarikh dan sirah, bahwa ketika terjadi Perang Uhud, ada salah seorang sahabat Rasulullah yang mati syahid ketika membela beliau. Sehingga, ia akhirnya wafat di pangkuan Rasulullah saw.

Dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hasyim, Ibnu Ishaq menuturkan bahwa ketika pasukan musyrikin telah mengepung Rasulullah dan para sahabatnya di Perang Uhud, beliau menyeru, “Siapa yang mau mengorbankan jiwanya untuk membela kami ?” Maka, Ziad bin Sakan bangkit bersama lima orang sahabat Anshar yang lain. Perawi lain menyatakan bahwa ia adalah Amarah bin Yazid bin Sakan. Mereka bertempur satu persatu untuk melindungi Rasulullah saw. Ketika mereka terbunuh, majulah Ziad bin Sakan melawan kaum musyrikin sampai ia terluka parah.

Kemudian datanglah sekelompok pasukan muslim yang menghalau musuh dan menyelamatkan Ziad dari serangan mereka. Rasulullah saw bersabda, ”Dekatkan ia padaku” Mereka pun mendekatkannya kepada Rasulullah saw, lalu beliau memangkunya. Kemudiaan ia syahid di pangkuan  Rasulullah saw.  Subhanallah.. Betapa baik dan indah kematian sahabat ini.

Perhatian Sa’ad bin Rabi’ Ketika Sakaratul Maut Terhadap Rasulullah saw

    Seorang yang mencintai Rasulullah sejati, yang terluka parah dengan luka kurang lebih 70 luka tusuk sabetan pedang di Perang Uhud. Ketika ia tinggal beberapa saat saja di dunia yang fana ini, apakah yang ada dalam pikiranyna serta apa yang menyibukkan benaknya?

Diriwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit r.a berkata, “Rasulullah saw mengutusku untuk mencari Sa’ad bin Rabi’. Beliau bersabda,  “jika engkau berjumpa dengannya, maka sampaikanlah salamku untuknya dan katakan bahwa Rasulullah  saw menanyakan bagaimana kondisimu sekarang ?”

Maka, aku berkeliling mencarinya. Akhirnya, aku menemukannya dan ia dalam keadaan sakaratul maut dengan 70 puluh luka di sekujur tubuhnya, lalu aku katakana padanya, “Wahai Sa’ad, sesungguhnya Rasulullah saw mengucapkan salam kepada anda dan menyuruhku untuk menanyakan keadaanmu?” ia menjawab, “Sampaikan kepada Rasulullah salam dariku dan juga untukmu. Katakan kepada beliau bahwa aku telah mencium baunya surga. Katakan juga kepada saudara-saudaraku kaum Anshar, “Tidak ada uzur bagi kalian di sisi Allah SWT untuk tidak berjuang membela Rasulullah selagi kalian masih bisa mengedipkan mata (masih hidup)” Kemudian ia pun wafat.

Sungguh mulia hidupnya, ia telah memikirkan keselamtan kekasihnya yang tercinta, Rasulullah saw, kekasih Allah SWT. Ia juga mewasiatkan kepada kaumnya supaya masing-masing dari  mereka untuk siap  mati guna membela dan melindungi Rasulullah saw.

Abu Dujanah Menjadi Perisai untuk Melindungi Rasulullah 

    Dalam Sirah Ibnu Hisyam dan Jawni' Sirah Ibnu Hisyam, Imam Ibnu Ishaq meriwayatkan, "Lalu Abu Dujanah menjadikan  dirinya sebagai perisai Rasulullah. Sehinga, punggungnya terkena  panah ketika melindungi Rasulullah dengan cara membungkukkan badannya. Akibatnya, ia dihujani panah musuh dan anak panah pun memenuhi punggungnya." Dalam riwayat  lain, ia tidak bergeming dari tempatnya.

    Allahu Akbar !! Apa yang mendorong Abu Dujanah sehingga menjadi perisai Rasulullah dengan tubuhnya sendiri, dan menahan rasa sakit  yang luar biasa akibat ditembus puluhan anak panah, serta tidak bergeming dari tempatnya? Tidak lain itu adalah karena kecintaan yang tulus terhadap Rasulullah saw. Sehingga, ia sangat berkeinginan agar bisa mengorbankan dirinya demi membela beliau.

Abu Thalhah Menjadi Tameng untuk Melindungi Rasulullah

    Seorang pecinta Rasulullah lainnya yang menjadikan dadanya sebagai perisai untuk melindungi Rasulullah saw. Sehinga, ketika panah-panah musuh menyerang, maka akan mengenai tubuhnya dan tidak mengenai Rasulullah saw. Dalam hadist Anas bin Malik r.a berkata, "Ketika terjadi perang uhud, terdesaklah pasukan muslim dan sebagian lari meninggalkan Rasulullah. Sedangkan, Abu Thalhah  berada di depan Rasulullah saw, untuk melindungi beliau dengan perisainya.

    Abu Thalhah adalah seorang pemanah yang sangat jitu sampai-sampai ia mematahkan dua busur panah. Dikatakan oleh Rasulullah ketika Rasulullah memeriksa kaum muslimin, "Berikan ke Abu Thalhah ," Abu Thalhah berkata, "Wahai Nabi Allah, demi Allah jangan muncul untuk melihat musuh. Tidak akan mengenaimu sebilah panah pun dari panah-panah musuh dan leherku akan kupertaruhkan untuk melindungimu"

    Allahu Akbar !! Apa yang telah dilakukan dan diharapkan  oleh pecinta Rasulullah saw ? Al-Allamah al-Aini menafsirkan kata-kata," Leherku kupertaruhkan untuk melindungimu" maksudnya adalah bahwa ia akan berdiri di depan Rasulullah saw. Sehingga, ketika datang panah musuh menyerang maka akan mengenai lehernya dan tidak mengenai leher Rasulullah saw" Syekh Muhammad Fuad Abdul Baqi mengatakan bahwa maksudnya adalah doa semoga Allah mendekatkan leherku ke panah musuh sehingga tidak mengenai leher Rasulullah saw. (diambil dari catatan kaki Shahih Muslim) Wallahu a'lam bishowab


Posting Komentar untuk "Kisah Kematian Sahabat Anshar di Pangkuan Rasulullah SAW"