Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Ikrimah Bin Abu Jahal Syuhada dengan Tubuh Penuh Luka

 


Hidayahilahi.com - Kala itu pasukan muslim baru saja menaklukan Mekkah. Ikrimah bin Abu Jahal merupakan musuh pasukan kaum Muslimin. Ia merasa takut dan berniat melarikan diri dari kota Mekkah. Ikrimah mengajak istrinya yaitu Ummu Hakim, tetapi istrinya menolak. Ikrimah pun berniat pergi seorang diri menuju Negeri Yaman. Ikrimah adalah sosok yang sangat membenci Rasulallah Saw. Tak heran ia selalu memusuhi dan memerangi beliau.


Kebencianya semakin bertambah, manakala ayahnya, Abu Jahal, terbunuh dalam Perang Badar. Sementara itu, Ummu Hakim pergi menemui Rasulallah Saw. Ia mengatakan keinginannya untuk masuk Islam. Di hadapan Rasulallah Saw, Ummu Hakim juka berkata, “Wahai Rasulullah, suamiku hendak melarikan diri ke Negeri Yaman. Ia takut di bunuh olehmu. Kalau ia kembali ke Mekkah, maukah engkau menjamin Keselamatannya?”


Lalu Rasulullah menyanggupinya. Ummu Hakim berhasil meluluhkan hati suaminya. Ikrimah bersedia mengurungkan niatnya ke Yaman. Istrinya juga memberikan saran kepada Ikrimah untuk memeluk agama Islam. Dengan hidayah Allah SWT Ikrimah lalu menghadap Rasulullah untuk mengucap kalimat syahadat di hadapan Rasulallah SAW.


“Asyhadu allaa ilaaha illallah, Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah” “Selanjutnya apa yang harus saya lakukan Ya Rasulullah ..?” tanya Ikrimah. Rasulullah lalu menuntun kalimat kepada Ikrimah “Aku bersaksi kepada Allah dan aku bersaksi kepada orang yang hadir di sini bahwa aku  adalah seorang muslim muhajirin.”


Ikrimah pun mengikuti ucapan Rasulullah SAW. Kini selain mengucap syahadat, ia juga bersaksi bahwa ia seorang muhajirin, penduduk Mekkah yang hijrah ke Madinah mengikuti  Rasulullah SAW. Ikrimah lalu berujar, “ Ya Rasulallah SAW, aku meminta ampun atas segala kesalahanku. Selama ini, aku selalu memusuhimu, dan selama ini aku juga selalu memerangimu. Aku juga sering mencaci-maki dirimu, di depan maupun di belakangmu.”


Rasulullah SAW lantas berdoa,”Ya Allah, ampunilah dosa Ikrimah yang telah memusuhiku dan berusaha memadamkan cahaya Agama-Mu. Ampunilah dosa yang dilakukan lidahnya atas hinaan-hinaannya padaku.”

“Demi Allah,” Ikrimah mengucap janji. “Aku akan memberi hartaku untuk mendukung perjuanganmu Ya Rasulullah. Tidak hanya itu aku akan berjihad sampai aku terbunuh.”


Ikrimah menepati janjinya, pada Perang Yarmuk disitulah peristiwa ini menjadi saksi bagaimana garangnya singa-singa Allah menerkam musuh-musuh mereka. Dahsyatnya kekuatan dan perlengkapan pasukan Romawi, tidak mampu melunakkan tekad mereka untuk menang atau mati Syahid.

Ikrimah bin Abu Jahal sudah bersiap menembus pasukan musuh. Namun, saudara sepupunya Khalid bin Al-Walid, menahan.


“Jangan lakukan! kematianmu sangat merugikan kaum muslimin.” “Biarlah, hai Khalid,” jawab Ikrimah. ”Dulu, aku memerangi Rasulullah  di setiap pertempuran. Sekarang aku telah berjuang bersamanya. Akan kuhadapi musuh Islam dengan seluruh keberanianku.”

Bersama ratusan prajurit Muslimin lainnya, Ikrimah menerobos barisan musuh.


Ia terus maju meski tubuhnya terluka oleh sabetan pedang, tikaman ombak, dan hunjaman anak panah. Seorang kawan sampai berkata, ”Kasihanilah dirimu Ikrimah. Tubuhmu sudah penuh luka.” Namun, Ikriamah menukas, “Aku pernah berjihad demi Latta dan ‘Uzza (berhala). Bahkan, aku serahkan jiwaku untuk mereka apakah harus aku biarkan diriku tetap utuh karena membela Allah Swt  dan Rasul-Nya? Tidak! Demi Allah Swt, tidak akan pernah.”

Ikrimah bertempur bagaikan singa yang terluka. Akhirnya ia gugur sebagai Syuhada. Pada jasadnya, terdapat lebih kurang tujuh puluh luka.

Wallahu a'lam Bishowab

Posting Komentar untuk "Kisah Ikrimah Bin Abu Jahal Syuhada dengan Tubuh Penuh Luka"