Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Benarkah Setan di Belenggu Selama Bulan Ramadhan? Ini Fakta Sebenarnya

 


Dahulu Kata Rasulullah, selama bulan Ramadhan Setan dibelenggu, tetapi kenapa masih ada setan yang berkeliaran dan maling dibulan Puasa?. Benarkah Setan di Belenggu Selama Bulan Ramadhan? Ini Fakta Sebenarnya. Selama bulan Ramadhan, kita juga sering sekali menjumpai banyak orang-orang yang melakukan maksiat, entah itu tidak puasa, tidak sholat, tidak zakat, mencuri, mabok, judi, pacaran, berzina, membunuh dan lain sebagainya. Lalu dari mana datangnya hasutan keburukan itu jika setan benar-benar di belenggu.

Nabi Muhammad SAW Bersabda:

 إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

Artinya: “Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup,” (HR Bukhari dan Muslim).

Namun kenyataanya, ada kisah setan yang kepergok maling dimasa Nabi Muhammad SAW. Bahkan aksi pencurian itu tidak hanya dilakukan sekali dua kali saja, melainkan beberapa kali. Lalu apa sebenarnya makna setan di belenggu pada bulan Ramadhan..?.

Lalu katanya setan dibelenggu selama bulan puasa, tapi kenapa ada yang berkeliaran dan banyak orang bermaksiat..?. Para ulama banyak berbeda pendapat mengenai kata “Shufidatis Syayatin” yang artinya “setan-setan dibelenggu”.

Ada ulama yang memaknai secara hakikat, dan adapula yang berpendapat bahwa kalimat itu maksudnya, saat bulan Puasa setan tak begitu bebas dalam menggoda manusia. Karena selama bulan Ramadhan banyak orang yang sibuk melaksanakan banyak ibadah.

Menurut Abu Muhammad dalam kitab ‘Umbdatul Qari’ dijelaskan bahwa sebab masih banyaknya kemaksiatan merajalela selama bulan Ramadhan adalah, sebab setan dibelenggu hanya untuk orang yang berpuasa dan selalu menjaga rukan syarat dan adab puasa.

Sedangkan pendapat lain menyebutkan, bahwa setan yang dibelenggu hanya sebagian, tidak semua setan dibelenggu.  Jadi makna hadist setan dibelenggu yaitu hanya untuk membatasi aktifikas setan dan jin jahat saja. Dan hal itu dilakukan oleh orang berpuasa.

Sebagaimana dijelaskan dalam Kasyful Musykil min Haditsis Shahihain, bahwa dibelenggunya setan tak langsung memiliki hubungan dengan maksiat yang dilakukan oleh seseorang. Hal ini dikarenakan, pada manusia ada factor lain yang bisa mendorong perilaku buruk seperti nafsu, kebiasaan burak. Dan setan juga ada yang berasal dari golongan manusia. Jadi bisa saja, perilaku buruk disebabkan karena kebiasaan buruk meski tanpa adanya setan.

Naha Itulah penjelasan mengenai makna atau arti dari “Shufidatis Syayatin” atau “setan setan dibelenggu”. Semoga keterangan berkaitan Ramadhan ini bermanfaat untuk kita semua Amin.

Baca Juga: Kisah Sejarah dan Asal Usul Ibadah Puasa Ramadhan

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Benarkah Setan di Belenggu Selama Bulan Ramadhan? Ini Fakta Sebenarnya"