Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Zakat Tsa'labah bin Hathib Al-Anshori Yang ditolak Nabi


Kisah Tsa’labah Orang yang tidak mau membayar zakat. Dikisahkan dahulu Ada seorang sahabat Nabi bernama Tsa’labah bin Hathib Al-Anshori. Ia awalnya dikenal sebagai orang miskin, meski begitu kemiskinanya tak menghalanginya untuk rajib beribadah kepada Allah.

Namun suatu ketika ia ingin menjadi orang kaya, maka datanglah ia menghadap nabi untuk meminta didoakan agar segera kaya. Setelah menghadap memohon doa, Nabi lantas menasehati tsa’labah agar lebih baik bersyukur dengan harta sedikit dari pada berharta tapi tak bersyukur.

Tsa’labah terus berupaya meminta didoakan nabi agar hartanya banyak karena tsa’labah tahu jikalau doa nabi sangat mustajab. Namun nabi terus mengingatkan Tsa’labah agar bersyukur dengan nikmat yang ada, Nabi saja tidak kaya raya, padahal jikalau saja nabi mau minta kayapun pasti Allah kabulkan.

Tsa’labah lantas terus membujuk nabi agar didoakan, ia juga berjanji jika kaya, kelak ia akan menyisihkan dan memberikan hartanya kepada orang yang membutuhkan.                     

Lalu nabi bersedia mendoakan Tsa’labah: “Ya Allah, berikanlah harta kepada Tsa’labah”. Dan kemudian, Allah SWT mengabulkan doa Nabi. Allah SWT kemudian memberikan harta kepada Tsa’labah.

Awalnya tsa’labah hanya memiliki seekor kambing, kemudian kambing itu berkembang biak menjadi banyak.  Kesibukan Tsa’labah pun kini semakin bertambah untuk mengurus ternaknya, hingga ia hanya sempat sholat berjamaah di waktu dzuhur dan ashar saja. Adapun sholat lainya ia tak sempat berjamaah.

Setelah waktu demi waktu, ternak kambing Tsa’labah semakin membludak. Kemudian  karena kesibukanya ia lalu berani meninggalkan sholat berjamaah bahkan sholat jum’at juga ditinggalkan.

Mendapati Tsa’labah yang tak terlihat beribadah lagi, Nabi lantas bertanya kepada Para Sahabatnya tentang kondisi Tsa’labah sekarang. Para sahabat lalu menjelaskan bahwa sekarang Tsa’labah sibuk mengurus kambingnya yang sudah bertambah banyak, padahal awalnya ia cuman punya satu kambing.

Kemudian setelah itu Nabi mengirim dua utusan untuk mengambil zakat dari Tsa’labah. Kedua utusan itu lalu melaksanakan perintah nabi dan mendatangi rumah tsa’labah untuk menagih zakat dari harta ternaknya.

Namun saat ditagih zakat, Tsa’labah malah menolak untuk mengeluarkan zakat dan menganggap bahwa itu adalah tarikan jizyah/ pajak. Akhirnya kedua utusan itu kembali menghadap Nabi dengan Tangan kosong dan mengadukan sikap Tsa’labah.

Nabi sudah tahu akan hal itu, Nabi lantas berkata: “Celakalah kau wahai Tsa’labah”. Setelah peristiwa itu kemudian turunlah wahyu surah At-Taubah ayat 75-78, surah ini menyindir kelakuakn tsa’labah yang lupa setelah diberi nikmat.

Lalu ada kerabat Tsa’labah yang mendengar tentang turunya ayat ini, alhasil ia lalu memberitahukan hal itu kepada Tsa’labah. Setelah diberitahu, barulah Tsa’labah sadar dan bergegas mendatangi nabi untuk membayar zakat.

Tsa’labah kemudian menghadap Nabi Muhammad dan memohon agar nabi berkenan menerima zakatnya. Namun Nabi tak mau dan tak berkenan menerima zakat Tsa’labah, Akhirnya Tsa’labah dirundung penyesalan karena zakatnya ditolak nabi.

Bahkan sampai Nabi wafat, beliau eggan menerima zakat Tsa’labah. Tsa’labah juga berupaya mendatangi sahabat Abu bakar, umar, dan ustman, namun mereka semua juga enggan menerima zakat dari Tsa’labah. Semoga kita dihindarkan dari sifat kikir dan bakhil amin.

Baca Juga: Kisah Asal Usul dan Sejarah Sholat Jumat

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Zakat Tsa'labah bin Hathib Al-Anshori Yang ditolak Nabi"