Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Puasa Para Nabi & Umat Terdahulu Sebelum Adanya Puasa Ramadhan

 


Kisah Sejarah Puasa Para Nabi & Umat Terdahulu. Sebelum Puasa Ramadhan disyariatkan,  ternyata ibadah puasa sudah ada sejak zaman nabi Adam As. Dijelaskan dalam Tafsir Atsa’labi, bahwasanya dahulu Nabi Adam As pernah melaksanakan puasa tiga hari. Puasa ini dikenal dengan puasa “Ayyamul bid” atau puasa hari-hari putih. Sejarahnya, dahulu ketika Nabi Adam diturunkan dari surga ke bumi, maka kulit tubuh Nabi adam terbakar matahari hingga menyebabkan berwarna hitam kulitnya.

Lalu datanglah malaikat Jibril menemui Nabi adam dan bertanya “Wahai adam, maukah bila badanmu memutih kembali?”  Nabi adam lalu menjawab “Ya Tentu saja mau”. Jibril kemudian berkata “ Kau berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas”.

Nabi adam lantas menjalankan puasa itu. Dan ajaib, pada hari pertama puasa, sepertiga tubuh Nabi adam memutih. Lalu di hari kedua 2/3 tubuh memutih. Dan dihari ketiga akhirnya seluruh tubuh nabi adam memutih kembali.

Didalam Tafsir Athabari dijelaskan,  bahwa Nabi Nuh As juga pernah melaksanakan puasa ‘Asyura. Sejarahnya, dimasa Nabi Nuh As pernah terjadi banjir bandang terdasyat sepanjang sejarah.

Nabi Nuh dan umatnya lalu menaiki kapal yang telah dibuat beserta hewan berpasang-pasang. Ketika peristiwa itu, Nabi Nuh dan penumpang kapal melaksanakan puasa. Kapal Nabi nuh diketahui berlayar selama 6 bulan sejak bulan Rojab.

Ketika masuk bulam Muharam tepatnya pada hari kesepuluh, Kapal nabi Nuh Akhirnya berlabuh di gunung judi. Hari itu dikenal dengan Hari ‘Asyuro. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Nuh As lantas melakukan ibadah puasa ‘Asyuro.

Ibadah ini tidak hanya dilakukan Nabi Nuh saja, tetapi beliau juga menyuruh para penumpang kapal  untuk Bersama-sama berpuasa ‘Asyuro. Hal ini sebagai wujud syukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada mereka.

Ibadah Puasa dahulu juga pernah dilaksanakan Nabi Dawud As. Amalan ibadah Puasa beliau dikenal dengan nama Puasa Dawud. Praktik puasa Dawud yaitu puasa selang seling maksudnya sehari puasa sehari tidak puasa.

Puasa Dawud ini termasuk Puasa yang paling utama disisi Allah, model puasa ini dianggap berat karena sehari melawan nafsu sehari tidak. Nabi Bersabda “ Utama-utamanya puasa adalah puasanya saudaraku Dawud, beliau puasa sehari dan berbuka sehari (HR. Ahmad).

Ibadah Puasa juga pernah dilakukan oleh Nabi Musa As. Dahulu Nabi Musa pernah bermunajat kepada Allah selama empat puluh hari dan meninggalkan umatnya dari bani Israel. Lokasi itu berada di gunung thursina, yaitu tempat dimana nabi Musa mendapat wahyu dalam kitab taurat.

Selama 40 hari Nabi Musa berpuasa. Bahkan sampai sekarang tradisi puasa juga masih dikerjakan oleh orang-orang yahudi. Puasa juga dilakukan oleh orang-orang Nasrani.

Baca Juga: Azab Orang Yang Membatalkan Puasa Sebelum Waktunya

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Sejarah Puasa Para Nabi & Umat Terdahulu Sebelum Adanya Puasa Ramadhan"