Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Taubat Nasuha Di Akhir Hidup

Seburuk-buruknya perilaku pendosa dan ahli maksiat, Masih Allah bukakan pintu Taubat bagi mereka. Tidak peduli ntah itu pezina, pembunuh, pemabuk, koruptor, ahli maksiat dan lain sebagaimanya. Selagi nyawa masih ada, pasti taubat seorang hamba akan diterima oleh Allah SWT.

Bersumber dari ibnu umar, Rasulullah SAW bersabda:

اِنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَالَمْ يٌغَرْغِرْ  (من المصابيح)                                  

Yang artinya “Sesungguhnya Allah SWT menerima taubat seorang hamba, selagi dia belum tercekik-cekik.

Yang dimaksud tercekik-cekik dalam hadist ini adalah bahwa taubat seorang pendosa akan diterima selagi  ruh belum mencapai leher. Saat tercekik-cekik ia bisa melihat nasib yang akan ia alami seperti halnya rahmat ataupun kengerian dan kedasyatan.

Saat itu terjadi, taubat dan iman seseorang tidak lagi berguna, sebab syarat taubat adalah bertekad meninggalkan dosa dan tak mengulangi dosa lagi. Jika seseorang sudah mati atau meninggal dunia, maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat maupun beriman.

Dikisahkan dari Sahabat umar bin khatab RA. Beliau berkata:

دَخَلْتُ مَعَ النَّبِىِّ ﷺ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الاَنْصَاِر وَهُوَ فِى حَالَةِ النَّزْعِ, فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ ﷺ, تُبْ اِلَى الله, فَلَمْ يَعْمَلْ بِلِسَانِهِ وَاَجَالَ عَيْنَيْهِ نَحْوَ السَّمَاءِ, فَتَبَسَّمَ النَّبِىُّ ﷺ, فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا حَمَّلَكَ عَلَى التَّبَسُّمِ؟ فَقَالَ النَّبِىُّ ﷺ: اِنَّ هَذَا المَرِيْضُ لَمْ يَعْمَلْ بِلِسَانِهِ التَّوْبَةَ وَاَوْمَأَ بِبَصَرِهِ اِلَى السَّمَاءِ وَنَدِمَ بِقَلْبِهِ. فَقَالَ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: "يَا مَلَائِكَتِى اِنَّ عَبْدِى عَجَزَ عَنِ التَّوْبَةِ بِلِسَانِهِ وَنَدِمَ بِقَلْبِهِ, فَلَا اُضِيْعُ تَوْبَتَهُ وَنَدَمَتَهُ بِقَلْبِهِ, أَشْهِدُوا أَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُ". (درة المجالس)

Dari Abu Bakar RA, Dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Senantiasalah kamu membaca. Laa ilaha illallah dan istighfar, perbanyaklah kamu membaca keduanya. Karena sesungguhnya iblis berkata: “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan, namun mereka membinasakan aku dengan La ilaha illah dan istighfar. Tatkala aku melihat hal itu, maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Durrun Mantsur).

Dari Atha’ ibn Khalid, bahwa ia berkata: “aku mendengar bahwasanya setelah turunya firman Allah SWT: ( “Waman Yaghfirudz dzunuba illallah wa lam yushirru ‘ala ma fa’alu wahum ya’lamun), maka menjeritlah iblis, memanggil manggil bala tentaranya dan menaburkan tanah diatas kepalanya, serta mengaduh celaka, sehingga datanglah kepadanya bala tentara dari segala daratan dan lautan, lalu tentara terntara itu berkata: “Kenapa engkau, wahai tuan kami?”

Dari kisah ini, marilah kita senantiasa bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:

ياايها الذين امنو توبوا الي الله توبة نصوحا.

Yang Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat semurni-murninya”.  

Yang dimaksud dengan taubat nashuha adalah taubatnya seorang yang mengerjakan perbuatan buruk, dan ia tak melakukan dosa itu lagi selama-lamanya. Semoga kisah ini dapat membuka setiap mata hati yang tertutup gelap, sehingga bisa terang dan kembali dijalan Allah yang lurus amin. Wallahu A’lamu bishowab.

Baca Juga: Kisah Ahli Maksiat Yang Gagal Masuk Kedalam Neraka Sebab Menangis


Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Kisah Taubat Nasuha Di Akhir Hidup"