Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Asal Usul Ilmu Kesaktian Para Dukun dan Peramal


Benarkah Dukun itu Sakti? Munculnya orang yang dianggap sakti mandraguna seperti Dukun, membuat orang awam tertakjub dan banyak yang terpedaya akan kesesatanya. Dukun dianggap punya ilmu ghaib, bisa memanggil arwah orang mati, ahli kebatinan, bisa membunuh tanpa menyentuh, bisa meramal nasib, punya kesaktian dan kekebalan.

Mengherankannya, hasil ramalan dukun terkadang dianggap bisa dipastikan hampir 100% benar dan terjadi. Kesaktian dukun yang macam ini banyak membuat orang orang  terperdaya serta menjadikan perdukunan sebagai alternative untuk merubah nasib kemiskinan, mengisi kesaktian, mengobati penyakit, dan kebutuhan lainya.

Padahal tak sedikit dukun yang menarik uang dari para pasiennya. Dukun biasanya mematok tarif saat pasien membutuhkan produk perdukunan, Seperti cincin khodam, kalung karomah, susuk, keris sakti, batu ampuh, benda bertuah, dan produk lainya yang di percaya ampuh dan fungsinya mujarab.

Hal hal yang berbau mistik dan ghaib seperti itu banyak membuat orang orang percaya dukun dan akhirnya terjerumus kedalam lembah kesesatan, kesyirikan dan dosa besar. Mereka lalu lupa kepada Allah, dan lebih percaya dukun.

Banyak orang yang enggan bertawakal kepada Allah dalam segalala hal. Mereka ingin segala keinginnanya segera terwujud secara instan lewat dukun. Padahal hakikat yang maha berkehendak atas segala sesuatu di dunia adalah sang pencipta yaitu Allah SWT.

Orang yang melakukan praktik sihir dan mendatangi dukun peramal bukanlah golongan orang orang yang bertawakal. Lalu apa itu tawakal? Imam al-Junaid al-Baghdadi berkata:

  اَلتَّوَكُّلُ هُوَ تَرْكُ الْاِعْتِمَادِ الْحَقِيْقِيِّ عَلَى غَيْرِ اللهِ  

“Tawakal adalah meninggalkan bersandar secara hakiki kepada selain Allah.”

Haram bagi setiap muslim mendatangi dukun dan peramal. Nabi shallallahu ‘alaih wasallam telah bersabda:

   مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ (رواه الحاكم)  

Artinya: “Barang siapa mendatangi peramal atau dukun lalu mempercayai apa yang ia katakan (meyakini bahwa dukun dan peramal mengetahui semua yang ghaib), maka dia telah kafir terhadap ajaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad” (HR al-Hakim).  

Yang dimaksud dengan Kahin adalah peramal. ia adalah orang yang mengabarkan berita  mengenai info info peristiwa yang akan terjadi dimasa depan. Perlu kalian ketahui, kenapa para peramal itu bisa tahu, sebenarnya para tukang ramal sudah ada hubungan kerja sama dengan bangsa jin.

Jin inilah sumber informasi para peramal. Ketika para peramal sudah mendapatkan informasi berita ramalan masa depan dari jin, kemudian peramal meneruskan dan mengabarkan info itu  kepada para pasiennya .

Sedangakan yang dimaskdu ‘Arraf adalah dukun. Ia adalah orang yang membicarakan kejadian yang sudah berlangsung, misalnya informasi tentang pencurian . Dari dalil diatas bisa diambil pesan, bahwa siapa saja yang mendatangi lalu meyakini dukun serta peramal, serta yakin kalau meraka itu tahu seluruh perkara ghaib, maka ia sudah kufur kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini disebabkan, karena didunia ini  tidak ada yang lebih tahu tentang sesuatu hal ghaib kecuali Hanya Allah SWt. Lalu bagaimana jin bisa memberikan informasi kepada para dukun?

Dari penjelasan ulama tafsir, dijelaskan bahwa ada dari sebagian jin yang suka curi curi berita/ informasi dari para malaikat. Disaat malaikat malaikat petugas penurun hujan sedang ada di awan, para jin lalu naik kelokasi yang dekat dengan awan.

Lalu ketika para malaikat sedang berbincang bincang tentang kejadian kejadian yang akan terjadi dimasa depan seperti peristiwa kematian, kelahiran,  nasib manusia, dan berbagai informasi yang Allah berikan kepada para malaikat, Maka para jin jin ikut nguping dan mencuri informasi itu.

Ketika jin berhasil mencuri berita langit tentang kejadian manusia di masa yang akan datang, maka mereka kemudian turun lagi kebumi dan membeberkan berita berita itu kepada para dukun, tukang ramal dan teman teman mereka.

Namun, yang Namanya berita nguping, terkadang berita itu ada benarnya seperti pembicarran malaikat, namun adakalanya salah bahkan lebih banyak salahnya. Jadi berita yang diucapkan dukun lebih banyak bohongnya, karena mereka sudah menjadi temannya setan dan iblis.

Banyak orang orang/ dukun yang mengaku sakti bisa mendatangkan malaikat dan arwah orang yang sudah wafat. Padahal, sebenarnya arwah yang dihadirkan itu hanyalah jelmaan jin belaka. Arwah orang beriman ketika sudah meninggalkan mereka tidak ingin balik lagi kedunia meskipun jadi penguasa dunia sekalipun.

Berbeda lagi dengan arwah orang kafir, mereka ketika sudah mati berada dibawah azab malaikat yang selalu menyiksanya.  Jadi jelas dukun tidak bisa mendatangkan arwah arwah orang mati.

Kalau ada dukun yang bisa memanggil arwah orang yang sudah mati, maka dipastikan itu hanyalah jin dibalik itu. Terkadang jin itu didatangkan untuk mengaku ngaku bahwa dia adalah kerabat orang yang sudah meninggal dan bisa tahu tentang seluk beluk kehidupan si mayit saat hidup.

Jin itu bisa saja Jin qorin/ jin yang mengetahui masa hidup si mayit. Maka  sungguh, tidak ada istilah arwah orang mati gentayangan, karena yang gentayangan itu hanyalah sosok sosok jin yang menyerupai mayit.

Kesaktian dukun sangat berbeda dengan karomah para ulama atau wali allah. Kesaktian dukun hanya bertujuan duniawi dan untuk kesombongan belaka. Ilmu dukun banyak mengandalkan campur tangan jin setan dan iblis.

Berbeda dengan karomah ulama atau wali, karomah adalah hal hal luar biasa diluar nalar manusia yang diberikan Allah kepada orang orang sholih. Namun orang orang sholih tersebut tidaklah menganggap dirinya sakti, melainkan karomah itu datangnya dari Allah SWT dan atas pertolongan Allah.

Hal hal luar biasa yang diberikan Allah kepada nabi dan rasulnya di sebut Mukjizat, salah satu tujuan mukjizat yaitu untuk melemahkan orang orang kafir dan orang orang yang ragu atas ajaran Allah yang benar.

Sedangkan Karomah adalah hal hal yang luar biasa yang Allah berikan kepada para ulama dan Wali wali-Nya. Tujuan karomah diantaranya untuk menunjang penguatan keyakinan kepada umat manusia, bahwa Ajaran Nabi Muhammad yang disebarkan  itu benar adanya.

Perlu dibedakaan mana itu ulama sesungguhnya dengan ulama abal abal yang sebenarnya dukun berkedok agama. Maka marilah kita menghindari penyimpangan keyakinan dan kesyirikan. Marilah kita menimba ilmu kepada ulama ulama yang sholih, alim, dan mengajarkan ajaran Rasulullah SAW  . Dengan menghadiri majelis ilmu agama, insya Allah iman kita akan semakin kuat, selalu bertawakal kepada Allah SWT, dan terhidar dari dunia perdukunan Amin.

Baca Juga: Sejarah Tragedi Karbala dan Kronologi Wafatya Sayyidina Husein bin Ali

Hidayah Ilahi Official
Hidayah Ilahi Official kami adalah bloger religi islam

Posting Komentar untuk "Asal Usul Ilmu Kesaktian Para Dukun dan Peramal"